Daun Terakhir
Tangannya baru saja menyentuh kantong emas ketika puluhan tangan mencengkeramnya ke tanah. Pedang-pedang terhunus. Ia membelalak.
Read moreAjahn Brahm: “Orang yang Paling Baik…”
Dalam hati saya, pasti akan menjawab ibu beliau. Karena beberapa waktu lalu beliau pernah bercerita belum lama pulang kampung, ke...
MEMBACA KOMUNIKASI TANPA KATA DENGAN 5 KODE BUDAYA BARTHES: Ketika Perjalanan Bhikkhu Menjadi Teks Etiko-Politika
Perjalanan 50 bhikkhu dalam “Walk for Peace Indonesia” dari Brahmavihara-Arama menuju Candi Borobudur tidak dapat direduksi sekadar sebagai mobilitas geografis...
Lawan dari Taṇhā
Ketika kita ingin tidak memikirkan sesuatu, tetap tidak bisa menghentikan pikiran untuk tidak memikirkannya, terus saja mengejar. Pengalaman teman secara...
Ajahn Brahm: “Orang yang Paling Baik…”
Dalam hati saya, pasti akan menjawab ibu beliau. Karena beberapa waktu lalu beliau pernah bercerita belum lama pulang kampung, ke Inggris untuk menemui ibunya.
MEMBACA KOMUNIKASI TANPA KATA DENGAN 5 KODE BUDAYA BARTHES: Ketika Perjalanan Bhikkhu Menjadi Teks Etiko-Politika
Perjalanan 50 bhikkhu dalam “Walk for Peace Indonesia” dari Brahmavihara-Arama menuju Candi Borobudur tidak dapat direduksi sekadar sebagai mobilitas geografis atau ritual keagamaan yang berpindah ruang.
Lawan dari Taṇhā
Ketika kita ingin tidak memikirkan sesuatu, tetap tidak bisa menghentikan pikiran untuk tidak memikirkannya, terus saja mengejar. Pengalaman teman secara langsung mungkin dapat memberikan inspirasi.
Perdebatan Benar Salah dalam Agama Buddha
Dikotomi adalah istilah adanya dua kutub yang saling bertentangan. Benar-salah, keduanya saling terpisah satu dengan lainnya, yang dari dahulu sudah menjadi perdebatan.
Makna dan Pentingnya Sammā-Ājīvo dalam Ajaran Buddha
Sammā-Ājīvo juga mengajarkan prinsip kejujuran, integritas, dan transparansi dalam bekerja.
Menelusuri Sutta: Apa yang Dipahami oleh Seorang Sotāpanna
Kalimat yang artinya: “Segala sesuatu yang muncul, sewajarnya akan lenyap”. Kalimat ini juga menjadi tagline dari buku “Ini Pun Akan Berlalu”, buku Ajahn Chah yang terkenal.
Makna dari Walk For Peace Melalui Praktik Dhutanga atau Thudong di AS
Beliau harus kehilangan salah satu kakinya akibat sebuah truk menabrak mobil pengiring rombongan dan menghantam dirinya saat berjalan.
Mencari Kebahagiaan
Suatu ketika ada seorang pemuda yang merasa hidupnya sangat sulit. Seperti lazimnya manusia, dia ingin mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya.
Anak Sulung Cari Jodoh, Kitab Ribuan Tahun pun Dibuka
Perjodohan dan perkawinan bagi orang Tionghoa memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Hal ini dipandang sebagai keselarasan dua prinsip alam semesta sebagaimana yang tertera pada konsep Yin-Yang.
Yuk Berhenti Sejenak dari Dunia yang Serba Cepat
Di sini kita memerlukan jeda yang tepat dan bukan sembarang jeda seperti diam termenung.
Pilihan
Sang Penakluk Sejati
Kabar buruknya adalah bodi mobilku kembali mengalami luka baru dikarenakan sel kankernya berjalan-jalan dari rongga nasofaring ke mulutku, alias ‘metastasis’ dalam dunia kedokteran. Bagaimana daku bisa bertahan kali ini?
Read moreTerpoler Minggu Ini
Fokus
Antara Aku dan Taṇhā
Setelah membaca kutipan sutta di atas, sekarang kita dapat memeriksa diri sendiri, apakah kita sedang diliputi oleh taṇhā atau tidak.
Thudong: Utopia Transendensi dalam Dramaturgi Kehidupan
Thudong adalah bentuk pembebasan diri dari distraksi duniawi, di mana seorang bhiksu menyerahkan dirinya pada perjalanan panjang tanpa jaminan kenyamanan, semata-mata untuk...
Bhaisajyaguru Buddha: Sang Buddha Pengobatan Universal
Bhaisajyaguru Buddha adalah salah satu Buddha penting dalam agama Buddha Mahayana. Nama Bhaisajyaguru dalam bahasa Sanskerta berarti "Buddha Pengobatan Universal". Bhaisajyaguru Buddha dipuja karena kemampuannya untuk menyembuhkan segala penyakit dan...
Inspirasi
Cara untuk Bahagia Versiku dan Mudah Diterapkan oleh Siapapun
Nyatanya, setiap orang sudah memiliki modal untuk bisa bahagia.
Read moreMotivasi
Daun Terakhir
Tangannya baru saja menyentuh kantong emas ketika puluhan tangan mencengkeramnya ke tanah. Pedang-pedang terhunus. Ia membelalak.
Read moreRenungan
Sabbe Saṅkhārā Aniccā, Makna yang Terlewatkan
Bhikkhu, apakah Para Tathāgata muncul di dunia atau tidak, terdapat kondisi yang tetap dari segala sesuatu, terdapat hukum yang pasti...
Read moreMeditasi
Pentingnya meditasi vipassana bagi perumah tangga
Dalam dunia modern yang penuh distraksi, kesibukan dan stres,...
Normalisasi Hati dan Naturalisasi Pikiran
Normalisasi hati adalah menambah daya tampung, agar kapasitas hati dapat bertambah dan membersihkan endapan agar aliran perasaan akan berjalan dengan lebih baik.
Cemas dan Takut? Tidaklah Yauwww!
Kecemasan dan ketakutan ini saya alami bertahun-tahun. Saya ingin sekali terbebas dari rasa cemas dan takut ini.
Cerita Ringan
Keajaiban Paramita, Bukan Candaan
Mengenai penyakit, penulis punya segudang penyakit, yang kalau hasil lab tersebut dijabarkan penulis pasti sudah jadi penghuni ruang ICU. Namun...
Read moreFilsafat
Mian Xiang dan Physiogonomy
Seseorang dapat dikatakan “baik-baik saja” jika memiliki wajah yang simetris secara vertikal (bagian kiri dan kanan wajah seimbang).
Read morePuisi
Kari Daging
Mata melihat masakan KariMenggubah selera sejak kiniRasa lezat tak tertandingiSelalu ingin tambah lagi dan lagi Kuning kuah agak merah meronaGurih...
Read moreBagi-Bagi Angpao, Rela Nggak, Sih?
“Bagi-bagi angpao itu bawa hoki, lho. Ntar kamu pasti dapat lebih banyak.”
Agama Boleh Berbeda, Dunia Tetap Satu
Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk dirayakan. Kalimat diatas mungkin sederhana, tetapi di tengah dunia yang penuh polarisasi, maknanya begitu dalam. Setiap agama hadir bukan untuk mengklaim kebenaran mutlak, melainkan...
Toleransi Bukan Sekadar Slogan: Jalan Tengah Pemuda Buddhis di Era Perbedaan
Bayangkan kamu lagi nongkrong di kafe, duduk bareng teman-teman dari berbagai latar belakang. Ada yang Kristen, ada yang Muslim, ada yang Buddha, dan satu orang yang bilang, “Aku spiritual tapi...




































