“But you can’t raise kids to believe life is always going to be smooth. Sometimes life throws rocks at you, and when that happens, they need to learn to dodge when they can and get back up if they’re hit. You need to teach them to handle the rocks.”
“Anda tidak bisa membesarkan anak-anak untuk percaya bahwa hidup akan selalu mulus. Terkadang kehidupan melempar batu ke arah Anda, dan ketika itu terjadi, anak-anak perlu belajar menghindar sebisa mungkin dan bangkit kembali jika mereka terkena lemparan batu. Anda perlu mengajari mereka cara menangani batu-batu kehidupan.”
~ Sarah Morgan ~
Tanpa perjuangan, kebanyakan manusia tidak akan bisa bertahan hidup dalam dunia yang keras dan sangat kompetitif dewasa ini. Pun tanpa perjuangan, hasil yang diperoleh akan kurang dihargai, baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Perjuangan untuk memperoleh hasil akan meningkatkan penghargaan atas hasil yang diperoleh. Inilah kenyataan alami dalam kehidupan manusia. Hal ini juga berlaku bagi anak.
Barangkali satu-satunya masa yang tanpa atau hanya sedikit memerlukan perjuangan dalam kehidupan kita adalah sewaktu berada dalam rahim ibu. Kita dipasok nutrisi melalui tali pusar atau plasenta yang tersambung ke ibu. Saat proses persalinan, mulailah kita berjuang untuk kehidupan kita. Bersama-sama dengan ibu, kita berupaya untuk lahir ke dunia ini. Oleh karenanya, perjuangan merupakan ciri hakiki dari kemanusiaan. Tanpa perjuangan, belumlah lengkap kehidupan seorang manusia.
Ketika orang tua mencoba menyingkirkan semua rintangan dalam perjalanan kehidupan anak, sesungguhnya orang tua telah menanam andil dalam merusak masa depan anak. Anak menjadi kurang mengenal dan menghargai arti perjuangan. Anak menjadi lemah karena tidak ada atau kurang daya juang dalam dirinya. Anak menjadi tergantung kepada orang lain. Hasil yang diperoleh anak secara mudah, atau langsung diberikan dan disediakan oleh orang tua tanpa anak perlu berjuang, akan meninabobokan anak untuk tidak terbiasa berjuang dalam kehidupannya.
Di lain pihak, banyak anak yang dipaksa berjuang secara berlebihan terutama dalam mencapai prestasi akademik yang tinggi. Berbagai les atau pelajaran tambahan diwajibkan kepada anak setiap harinya. Perjuangan anak yang terlalu dipaksakan secara berlebihan, tentu juga tidak sehat bagi perkembangan anak. Stres dan depresi dapat muncul dalam diri anak sebagai akibatnya. Secara umum dalam kebanyakan kasus, segala sesuatu yang berlebihan biasanya berdampak kurang baik.
Oleh sebab itu diperlukan kemampuan orang tua dalam memberikan latihan berjuang yang pas bagi anak. Latihan berjuang yang pas tersebut ada di “JALAN TENGAH”, yakni tidak di ekstrim kiri alias terlalu lunak atau mudah bahkan tidak perlu berjuang, pun tidak di ekstrim kanan alias terlalu keras atau sulit atau berlebihan. “Jalan tengah” artinya ada dalam keseimbangan yang tepat, tidak berlebihan lunak ataupun keras.
Namun latihan berjuang di jalan tengah yang pas bagi anak tetaplah harus cukup menantang. Artinya, anak harus berupaya CUKUP KERAS untuk memperoleh hasil yang sudah ditetapkan. Namun yang dituntut dari anak bukanlah upaya yang TERLALU KERAS sehingga menjadi tidak sehat lagi bagi anak. Yang juga perlu dipahami adalah bobot latihan berjuang harus disesuaikan dengan perkembangan anak dan dilakukan secara bertahap.
Anak juga jangan hanya dilatih berjuang untuk meraih prestasi akademik yang bagus. Yang tidak kalah pentingnya adalah anak dilatih berjuang untuk mengakumulasi atau mengumpulkan berbagai keterampilan untuk menjalani hidup, yang seringkali tidak didapatkan oleh anak di bangku sekolah. Orang tua harus memiliki pemahaman akan keterampilan apa saja yang perlu dilengkapi dalam diri anak secara bertahap.
Ingatlah wahai orang tua, latihlah anak sejak dini dan secara pas untuk berjuang. Dengan demikian, anak akan mengakumulasi kemampuan dan kekuatan berjuang yang dibutuhkan untuk bertumbuh kembang dengan baik dan benar. Pada akhirnya, anak bisa meraih berbagai keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.
“Tanpa perjuangan, manusia akan sulit bertahan hidup dalam dunia yang keras dan kompetitif dewasa ini. Perjuangan juga akan meningkatkan penghargaan atas hasil yang diperoleh. Ketika orang tua menyingkirkan semua rintangan dalam perjalanan kehidupan anak, sesungguhnya orang tua telah merusak masa depan anak.”
(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

















