Nebeng menjadi kata yang ‘kembali’ ramai dibicarakan di jagat maya baru-baru ini. Sempat menjadi topik hangat beberapa waktu lalu, ia balik lagi sekarang. Padahal, setiap hari ada yang nebeng namun tidak jadi buah bibir. Di kantor, tempat ibadah, sekolah atau kampus, ada saja yang ikut kendaraan orang lain tanpa biaya.
Nebeng terjadi karena ada pemberi dan penerima. Penebeng biasanya seseorang yang tujuan perjalanannya searah dengan pemberi tebengan. Sekalian jalan istilahnya. Sendiri, berdua, atau bertiga, biayanya sama. Lebih ramai juga. Bisa seru-seruan berbagi cerita, pengalaman atau kelakar selama dalam perjalanan. Selain itu, ini juga mengurangi jumlah kendaraan di jalan. Di beberapa negara, nebeng bahkan digalakkan sebagai salah satu alternatif mengurangi kemacetan dan dampak pemanasan global.
Si pemberi kadang memberikan tebengan meskipun arahnya beda. Yang ini motivasinya beda-beda. Ada yang tulus dan ada yang modus. Ada yang dengan senang hati dan suka rela mengantarkan, namun ada juga yang enggak ikhlas. Motivasi ini yang bikin nebeng enggak netral. Ia bisa jadi baik atau buruk. Baik karena memberikan tumpangan kepada orang lain hingga selama tiba di tempat tujuan adalah salah satu bentuk dari dana keselamatan. Pemberi tebengan, meskipun searah, bisa saja punya niat kurang baik; menggoda si penebeng, mencuri-curi waktu untuk berduaan, mengorek-ngorek informasi sensitif, dan lain sebagainya. Sebaliknya, motivasi si penebeng mungkin sama. Nebeng yang enggak searah maupun searah perlu dilandasi dengan motivasi bajik.
Orang-orang berhati baik secara suka rela memberikan tebengan, bahkan bagi yang tidak searah. Mereka bersedia berbagi fasilitas dan kenyamanan bagi yang membutuhkan. Tidak ada kata ‘rugi’ dalam kamus mereka. Niat dan motivasi mereka juga lurus mulus. Membantu penebeng tiba di tempat tujuan dengan cepat dan selamat adalah kebahagiaan bagi mereka. Tidak ada modus dan niat buruk. Mereka hanya tulus membantu.
Bila kendaraan disiapkan, yang naik diantar pergi dengan upacara resmi, diantar hingga masuk ke dalam, ditunggu sampai berangkat, dan dikawal hingga tiba di tempat; ini jelas bukan nebeng. Itu adalah penghormatan dan penghargaan. Bila Anda melihat hal itu lain kali, jangan langsung nyerocos ‘nebeng xxx’. Bedakan antara ‘nebeng’ dan diantar dengan penghormatan penuh.
Nb:
Ditulis ketika ‘nebeng’ GA 322
25 Oktober 2024

















