Suatu hari saat ada perayaan khusus, sebuah pabrik sabun mengundang pemuka agama untuk memberikan pembacaan doa dan wejangan. Perayaan itu dihadiri oleh semua karyawan dan juga pemilik pabrik sabun.
Setelah pembacaan doa, pemuka agama memberikan sedikit wejangan kepada seluruh yang hadir di dalam pabrik sabun dengan mengatakan, ”Kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada pabrik sabun ini dan juga para pembuat sabun. Sungguh para pembuat sabun luar biasa. Dengan adanya sabun, tiap hari kita bisa membersihkan badan kita dengan sabun. Coba bayangkan kalau tidak ada sabun, betapa akan baunya badan kita. Dan mungkin kita tidak berani berkumpul di sini untuk melangsungkan acara ini. Bayangkan semua orang di sini tidak mandi dan tidak menggunakan sabun untuk membersihkan badan. Tentunya akan terasa badan kita lengket. Juga karena badan kita kotor, bisa jadi banyak penyakit akan muncul di tubuh kita. Para pembuat sabun sangat berjasa untuk kita semua. Sabun membantu melestarikan kehidupan manusia.”
Pemuka agama melanjutkan, “Namun yang tidak kalah pentingnya selain membersihkan badan jasmani kita adalah membersihkan batin kita. Dengan kedua hal tersebut bersih, kita akan hidup dengan sukses dan bahagia di dunia dan akhirat.”
Apa yang dimaksud oleh pemuka agama dengan membersihkan batin adalah kita membersihkan pikiran kita, mengenal diri kita sendiri lebih dalam dan lengkap. Kita akan mengetahui bahwa pikiran mengandung benih-benih spiritual. Bila ditanam di pikiran dengan tepat, benih-benih ini cenderung bertunas dan bertumbuh. Namun sayangnya, seringkali buahnya tidak sesuai dengan kesukaan kita.
Pikiran yang tidak baik akan membuat penderitaan bagi diri kita sendiri. Dengan pikiran yang tidak terkontrol akan banyak menimbulkan kerugian, misalnya berbagai jenis peradangan, kelumpuhan, kegugupan, dan berbagai penyakit fisik yang berawal dari pikiran takut, cemas, khawatir, iri, benci, dan pikiran-pikiran negatif lainnya.
Tantangan yang kita hadapi untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang sering menyerang manusia adalah meningkatkan aliran masuk dan mendistribusikan energi vital ke seluruh sistem tubuh kita. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan cara menghilangkan pikiran takut, cemas, khawatir, iri, benci, dan berbagai pikiran negatif lainnya, yang cenderung merusak dan menghancurkan saraf serta kelenjar yang mengendalikan pembuangan dan pembersihan bahan-bahan beracun dari dalam tubuh kita.
Tidak ada keraguan bahwa pengendalian pikiran itu sangat penting untuk menyadari semua yang ada dalam tubuh ini. Bermula dari pikiranlah, berbagai perbuatan lainnya dilakukan oleh manusia melalui mulut (berbentuk ucapan) dan badan jasmani.
Setelah pemuka agama menyampaikan wejangannya, pemilik pabrik sabun mengatakan, “Sungguh kita diberi masukan yang sangat luar biasa hari ini oleh pemuka agama. Kita sebagai pembuat sabun yang tentu saja berguna bagi banyak orang untuk membersihkan tubuhnya. Ternyata manusia selain harus membersihkan tubuhnya, juga harus sering membersihkan batinnya. Terima kasih banyak Bapak yang sudah memberikan pencerahan kepada kami semua hari ini. Kami bertekad mulai sekarang untuk menjaga tidak hanya kebersihan tubuh, melainkan juga batin kami.”
******
Suatu kondisi timbal baik yang sangat harmonis ketika pemuka agama memberikan apresiasi dan penekanan akan pentingnya produk sabun yang dibuat oleh perusahaan tersebut, sekaligus menekankan pentingnya kebersihan tidak hanya di tubuh fisik tetapi juga di batin. Kehidupan yang harmonis dan sejahtera harus dikembangkan dan dilestarikan melalui kesesuaian dan keselarasan antara fisik dan batin. Kita harus menjaga kondisi batin yang tenang dan damai karena batin adanya di dalam diri, tidak terlihat sehingga seringkali manusia mengabaikan batinnya dan hanya memperhatikan penampilan fisiknya saja.
Dengan adanya kesesuaian dan keselarasan antara fisik dan batin, lebih mungkin bagi kita untuk mengeluarkan diri kita yang terbaik, yakni mengeluarkan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik dari dalam diri kita. Kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih luas dalam kehidupan akan lebih mungkin bisa kita raih.
“Kehidupan yang harmonis dan sejahtera harus dikembangkan dan dilestarikan melalui kesesuaian dan keselarasan antara fisik dan batin. Kita harus menjaga kondisi batin yang tenang dan damai karena batin adanya di dalam diri, tidak terlihat sehingga seringkali manusia mengabaikan batinnya dan hanya memperhatikan penampilan fisiknya saja.”
(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

















