Top 10 Penulis

Black Myth: Wukong – Games dengan Latar Belakang Buddhisme

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Dunia game sedang heboh, Black Myth: Wukong, game yang di-release 20 Agustus 24, tidak lama kemudian dimainkan 1.4 juta orang secara online (ada yang menyebutkan lebih dari 2 juta), dikeluarkan oleh perusahaan China, Game Science, dibuat selama 6 tahun.

Berjalan di Playstation 5 dan Windows, saya bukan gamer, tidak memainkan game nya, jadi nonton video clip nya aja. Potongan video yang merupakan pengantar dari bagian game tersebut.

Yang menarik adalah latar belakang game ini diambil dari novel Perjalanan Ke Barat, yang terinspirasi dari perjalanan Bhiksu Xuanzang, saat Dinasti Tang, abad ke 7, ditulis abad ke 16, Dinasti Ming. Walaupun demikian, kisah yg ada di game tidak sama dengan novel nya. 

Bhiksu Xuanzang adalah tokoh nyata, yang banyak berjasa bagi penemuan kembali situs-situs suci Buddha di India. Selain itu beliau membawa dan menterjemahkan banyak sekali sutta ke dalam aksara China. Bagi India catatan perjalanan beliau merupakan catatan sejarah penting bagi India, karena India tidak ada budaya pencatatan sejarah yang lengkap seperti di China. Dokumentar mengenai beliau dapat dilihat di bagian bawah.

Novel Perjalanan ke Barat ini hanyalah sebuah dongeng, yang didasari atas kisah nyata. Walaupun demikian novel ini begitu populer di China dan negara-negara sekitarnya, termasuk Indonesia. Sungoku adalah anime Jepang yang juga terinspirasi dari novel ini.

Dalam video games tersebut, pada menit 16:37 (klik link ini), mengisahkan awal mula dari Zhu Bajie yang di Indonesia lebih dikenal dengan Cupatkai. Patkai digambarkan sebagai seorang pria yang ganteng, tergila-gila dengan wanita. 

Digambarkan ia menembus tirai kain yang berlapis, dengan tiada lelahnya, hingga ia dan wanita berubah wujud berkali-kali, bahkan menjadi buruk rupa. Tirai-tirai ini menggambarkan kelahiran berkali kali, tetapi terus masih mengejar wanita. Walaupun dirinya berubah menjadi siluman babi dan wanita itu sudah berubah wujud menjadi siluman laba-laba, kemelekatan itu tiada habisnya.

Sebuah gambaran bagaimana tanha, yang dijelaskan dalam Dhammacakkapavatana Sutta sebagai: ketagihan (tanha) yang menyebabkan tumimba lahir, mengejar kesenangan kesana sini dengan nafsu/gairah. Tanha menurut Buddha Gautama adalah penyebab dari penderitaan (dukkha samudaya), yang harus dikikis.

Video mengenai Zhu Bajie ini, mengigatkan bagaimana penderitaan yang tiada ujungnya jika masih diliputi dengan tanha. Terus menerus berputar dalam lingkaran samsara, lingkaran tumimba lahir yang tiada ujungnya.

****

Di Indonesia Zhu Bajie yang dikenal sebagai Patkai, yang meninggalkan kesan khusus bagi penggemarnya, dengan kalimatnya yang filosofis, terkadang lucu, tapi merupakan realita yang menyakitkan, gambaran penderitaan karena kemelekatan.

Salah satu kalimat dari Patkai banyak diingat orang, seperti “Kosong adalah isi, isi adalah kosong”. Sebuah kutipan dari Sutra Hati yang kemungkinan salah diterjemahkan, atau diubah agar lebih mudah diingat.

Dalam Sutra Hati kutipan yang dimaksud adalah “wujud adalah sunyata, sunyata adalah wujud”. Sunyata artinya kosong, sehingga “wujud adalah kosong, kosong adalah wujud”. Sebuah kutipan yang maknanya sangat dalam. Semua yang muncul dalam batin seseorang menjadi tidak berarti, kosong, ketika tidak ada satupun yang diinginkan, mengenai sunyata silahkan simak tulisan ini.

Kalimat Patkai yang terkenal ini, merupakan ungkapan realita, tapi menyakitkan: “Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir”. Ungkapan penderitaan Patkai atas percintaannya pada wanita yang ia kasihi, Patkai seorang siluman babi, dimana babi dalam bahasa mandarin berbunyi “zhu”, sedangkan wanita yang ia kasihi menjadi siluman laba-laba yang juga dalam bahasa mandarin berbunyi “zhu” tetapi dengan nada yang berbedar.

Ada netizen dari China berkomentar, ia sampai meneteskan air mata menonton video diatas, karena ia mengerti arti lagu yang mengiringi video tersebut.

****

Dalam link video diatas ada beberapa kisah yang menarik, dengan latar belakang budaya China yang penuh dengan patung, ornamen dan warna warni yang sering ditemukan di berbagai Buddhist Temple di China.

Lokasi-lokasi bersejarah dan warisan budaya di provisi Shanxi merupakan salah satu tempat yang menjadi sumber inspirasi lokasi di game tersebut, seperti diberitakan oleh link ini, tweet dari account @zhao_dashuai di X, pada September 2023, sudah menyebutkan hal ini (silahkan klik link ini). Mungkin tidak lama lagi provinsi Shanxi akan kebanjiran wisatawan pencinta game ini.

Dalam game juga ada seorang tokoh penyanyi tanpa kepala yang memainkan sebuah alat musik mirip gitar. Cara ia menyanyi seperti mendongeng, yang merupakan budaya dari Shanxi. Di Provinsi Shanxi memang banyak sekali vihara-vihara, salah satu yang terkenal adalah pegunungan Wutaishan, yang bagi umat Mahayana merupakan tempat bersemayam Manjushri Bodhisatva.

Diberitakan di beberapa media China, bahwa game ini bukan sekadar game. Tetapi merupakan fenomena budaya China, berdasarkan filosofi, kepercayaan, sosial dan budaya mereka, yang merupakan bahan dasar game ini.

Penulis novel juga memberikan gambaran mengenai keadaan sosial di China, digambarkan Patkai membawa garpu, seperti sebuah cangkul, sedangkan pasangannya adalah laba-laba yang membuat jaring seperti menenun. Ini adalah gambaran pasangan tradisional China, dimana pria bertugas mencangkul, sedangkan wanita menenun.

****

Sedangkan bagi yang ingin menonton film dokumenter perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat yang dibuat berdasarkan fakta sejarah, dapat menonton di link video di bawah ini yang sudah dilengkapi dengan subtitle bahasa Indonesia.

  1. Video 01 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  2. Video 02 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  3. Video 03 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  4. Video 04 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  5. Video 05 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  6. Video 06 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  7. Video 07 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  8. Video 08 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  9. Video 09 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  10. Video 10 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat
  11. Video 11 – Dokumenter Perjalanan Bhiksu Xuan Zang ke Barat

****

Karena berlatar belakang perjalanan seorang Bhiksu Buddha, maka banyak bagian dalam game tersebut dilatarbelakangi ajaran Buddha dan budaya yang terkait dengan Buddhisme di China, sesuatu yang baru di dunia game.

Wukong dalam games ini adalah gambaran sebelum ia dihukum, di bawah gunung karena memporak-porandakan dunia langit. Itu sebabnya diberi nama “Black Myth”, “black” atau hitam mewakili sifat buruk dari Wukong sebelum akhirnya menjadi pengawal perjalanan ke Barat Bhiksu Tong Sam Chong. Terlihat dari kepada Wukong yang tidak ada mahkota / cincin yang mengelilingi kepadanya.

Ketika berwisata ke Xinjang tahun lalu, salah satu tour guide di sana menjelaskan, memang menurut warga di sana ketika Bhisu Xuan Zang melewati Xinjang, ia ditemani seorang penunjuk jalan, warga setempat yang tinggi besar, tubuhnya banyak bulu.

Ia berjanji akan mengantar melewati pegunungan, tetapi karena sulitnya perjalanan itu, di pertengahan jalan ia ingin berniat menghentikan perjalanan tersebut dengan membunuh Bhiksu Zuan Xang.

Ia sudah menyiapkan pisau untuk membunuh, ketika malam ia sudah mengangkat pisaunya, tiba-tiba ia tersadar, lalu membatalkan niatnya. Akhirnya ia mengantarkan Bhiksu Zuan Xang melewati penggunungan yang sulit itu.

Mungkin tokoh ini yang memberikan inspirasi bagi penulis novel, dalam games ini juga wajah dari Wukong bukan wajah pria China pada umumnya, tapi lebih mendekati wajah warga di daerah Xinjiang dimana ada beberapa suku yang wajahnya ke barat-baratan.

****

Dalam game ini, pemain harus mengalahkan dan membunuh musuh-musuh imajinernya. Dalam dunia nyata pembunuhan makhluk hidup adalah salah satu yang harus dihindari menurut moralitas Buddhis.

Lebih lanjut Dhammapada 103, menyebutkan mengenai penakluk sejati: Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.

Bagaimanapun game Black Myth: Wukong hanyalah sebuah hiburan, tujuannya adalah untuk menghibur, bukan untuk menyampaikan ajaran.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

man sitting on bench
Ketika kata “aku” diubah menjadi “papa” syair ini menjadi sangat bermakna.
silhouette of person walking under white clouds
Terikat masa lalu, apakah masa lalu indah atau masa lalu yang menyedihkan, hanyalah penyesalan

Tulisan Terkait