Top 10 Penulis

Cara Aneh Ibu Jerapah Memperlihatkan Kasih Kepada Anaknya

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

two giraffe illustration
Photo by Vincent van Zalinge

“A father’s goodness is higher than the mountain, a mother’s goodness deeper than the sea.”

“Kebaikan seorang ayah lebih tinggi dari gunung, kebaikan seorang ibu lebih dalam dari lautan.”

~ Pepatah Jepang ~

Kadangkala apa yang terlihat bisa berbeda dengan makna sesungguhnya yang tidak terlihat. Diperlukan kesabaran dan pengertian yang mendalam untuk memahami makna yang sesungguhnya di balik peristiwa yang terjadi. Oleh karenanya, janganlah terburu-buru menilai sesuatu tanpa pengecekan yang memadai terlebih dahulu.

Kisah berikut memberikan gambaran tentang apa yang dimaksud dengan yang tidak terlihat bisa berbeda dengan yang terlihat. Dengan mengingat kisah ini, kita bisa lebih berhati-hati untuk tidak menarik kesimpulan yang terlalu cepat dari apa yang terlihat secara kasat mata.

************

Jerapah termasuk salah satu hewan mamalia terbesar. Keunikan hewan ini adalah melahirkan anaknya sambil berdiri. Karena tubuh ibunya yang tinggi, bayi jerapah begitu dilahirkan akan jatuh dari ketinggian yang lumayan. Tentu saja pengalaman awal berkenalan dengan dunia luar dengan cara seperti ini menyakitkan bagi bayi jerapah.

Sebelum dilahirkan, sebagai janin ia berada di dalam perut ibunya yang nyaman. Ia menikmati kehangatan, keempukan, dan segala kebutuhan hidupnya terpenuhi selama di dalam kandungan. Ia juga terlindungi dari berbagai mara bahaya.

Ketidaknyamanan dan kesakitan dimulai sejak proses persalinan. Ia dipaksa melalui lubang sempit persalinan. Tubuhnya didorong dan terjepit. Proses persalinan biasanya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Tidak hanya si bayi jerapah yang menderita dan kesakitan, ibunya pun berkorban sangat besar untuk berhasil melewati proses ini.

Selesai proses persalinan, bayi jerapah akan terjatuh ke atas tanah. Tidak ada yang menyambut dan membersihkannya. Hanya ada tanah yang keras, panas, dan tidak bersahabatlah yang mengucapkan selamat datang kepadanya di dunia ini. Ia juga harus segera menyesuaikan pernapasannya yang berbeda sewaktu berada dalam kandungan ibunya dengan udara bebas.

Ternyata penderitaannya belum selesai sampai di situ. Kejadian berikutnya bisa membuat siapapun yang melihatnya menjadi miris jika tidak mengerti tujuannya. Apa yang dilakukan selanjutnya oleh ibu jerapah sebenarnya hanya berdasarkan nalurinya semata. Ketika bayi jerapah berusaha bangun atau merangkak, ibunya akan menendang bayinya yang baru lahir tersebut. Sebenarnya ibu jerapah mau meminta bayinya untuk bergerak lebih cepat. Setiap kali bayi jerapah berusaha berdiri, ibunya akan menendangnya lagi sehingga ia terguling kembali ke tanah. Ini terjadi beberapa waktu lamanya sampai bayi jerapah bisa bergerak lebih cepat seperti yang diinginkan ibunya.

Apakah ibu jerapah melakukannya karena tidak sayang kepada bayinya? Sama sekali bukan. Karena naluri sayangnya yang besar kepada anaknya yang baru lahirlah, ia tega melakukan hal tersebut. Koq bisa demikian?

Bayi jerapah adalah makanan yang empuk dan lezat bagi hewan pemakan daging. Dengan pemangsa yang berkeliaran di sekitarnya, setiap saat bayi jerapah berada dalam bahaya besar. Dengan nalurinya, ibu jerapah tahu bahwa bayinya harus bisa segera bangun, berjalan, bahkan berlari guna menyelamatkan diri dari bahaya. Hanya dengan cara itulah, kesempatan hidup bayinya menjadi lebih besar.

Ibu jerapah terpaksa melakukan “kekerasan” kepada bayinya supaya bisa segera mandiri dan mengambil tanggung jawab atas keselamatan dan kehidupannya sendiri. “Kekerasan” yang terlihat sebenarnya merupakan bentuk kasih sejati dari seekor ibu jerapah kepada bayinya.

************

Tentu saja pendekatan “kekerasan” yang dilakukan oleh ibu jerapah kepada bayinya tidak berlaku dalam dunia manusia. Seorang bayi manusia yang baru dilahirkan adalah selemah-lemahnya makhluk hidup. Banyak bantuan dan dukungan yang dibutuhkan seorang bayi manusia hingga ia bisa mulai mengerti dunia dan mengambil tanggung jawab atas dirinya.

Masing-masing orang tua bisa jadi memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya. Tidaklah harus sama atau seragam antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan cara di antara orang tua ini kadang disalahartikan oleh anaknya. Hal ini bisa berakibat kesalahpahaman yang berujung kepada rusaknya hubungan antara orang tua dengan anaknya.

Seorang anak seyogianya tidak membandingkan perlakuan orang tuanya dengan orang tua lain terhadap anaknya. Latar belakang yang berbeda dari setiap orang tua bisa menyebabkan perbedaan pendekatan dalam mendidik dan membesarkan anak. Namun setiap anak harus selalu mencamkan ke dalam dirinya bahwa ia tidak akan bisa hadir di dunia ini tanpa orang tuanya. Secara umum, meskipun ada berbagai kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan orang tua kepada anaknya, jasa orang tua sungguh luar biasa besar kepada anak-anaknya. Setiap anak harus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa membalas jasa-jasa orang tuanya selagi masih hidup.

Banyak anak menyimpan kebencian dan kemarahan kepada orang tuanya. Perasaan buruk dengan emosi negatif seperti ini akan menutup jalan bagi pengeluaran potensi, bakat, dan kemampuan terbaik dari dalam diri. Pengertian dan praktik guna membalas jasa yang begitu besar dari orang tua akan memuluskan jalan menuju pengeluaran diri kita yang terbaik dalam kehidupan ini. Kesuksesan dan kebahagiaan pun sangat mungkin akan bisa kita realisasikan dalam kehidupan.

“Orang tua pasti menyayangi anak-anaknya. Hanya cara menyayangi anak akan berbeda antar orang tua. Janganlah membanding-bandingkan kasih sayang orang tua hanya dari apa yang terlihat.”

(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a close-up of a hand
Pernahkah Anda kenal dengan orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan hidupnya benar-benar bahagia?
woman in white shirt wearing eyeglasses
Dia terlihat bingung untuk menyeberangi sungai di depannya yang airnya cukup tinggi dan deras.

Tulisan Terkait