Top 10 Penulis

Cerpen : Anattā

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

woman, face, insight
Photo by geralt

Dahulu kala, di India kuno, ada seorang biksu muda bernama Bhikkhu Gandhaka. Dia tinggal di sebuah biara dengan sesama biksu, di mana mereka mengikuti ajaran Buddha. Bhikkhu Gandhaka dikenal karena keingintahuannya dan kecintaannya untuk belajar lebih banyak tentang ajaran Buddha.

Suatu hari, Bhikkhu Gandhaka bertanya kepada gurunya tentang konsep Anatta, yang berarti “tanpa diri” dalam bahasa Pali. Gurunya tersenyum dan berkata, “Anatta adalah ajaran yang mendalam, tetapi saya akan mencoba menjelaskannya kepada Anda dengan cara yang sederhana.”

Sang guru kemudian meminta Bhikkhu Gandhaka untuk membayangkan sebuah gerobak. Dia bertanya kepadanya, “Apa yang membuat kereta itu?”

Bhikkhu Gandhaka berpikir sejenak dan menjawab, “Roda, as roda, rangka kereta, dan gagangnya.”

Guru itu mengangguk dan berkata, “Bagus. Sekarang, bayangkan kereta itu adalah kamu. Apa yang membentuk ‘kamu’?”

Bhikkhu Gandhaka bingung, dan dia menjawab, “Tubuh saya, pikiran saya, perasaan saya?”

Guru menggelengkan kepalanya dan berkata, “Itu seperti bagian-bagian dari gerobak. Mereka bersatu untuk menciptakan ilusi diri. Namun pada kenyataannya, tidak ada ‘kamu’ yang terpisah dari bagian dunia lainnya. Sama seperti gerobak, yang terdiri dari bagian-bagian yang berbeda, Anda juga terdiri dari berbagai elemen yang terus berubah dan saling berhubungan. Anatta berarti tidak ada diri atau jiwa yang permanen dan tidak berubah.”

Bhikkhu Gandhaka kagum dengan ajaran ini, dan ia terus merenungkannya saat menjalani rutinitas sehari-hari di vihara. Dia mulai melihat bagaimana keterikatannya pada rasa dirinya menyebabkan dia menderita, dan bagaimana pemahaman Anatta dapat membawa pembebasan dan kedamaian.

Sejak hari itu, Bhikkhu Gandhaka terus mempelajari dan mempraktekkan ajaran Buddha, dan dia berbagi konsep Anatta dengan orang lain, berharap itu akan membantu mereka juga.

Tamat.

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Man Showing Wristwatch
Sammā-Ājīvo juga mengajarkan prinsip kejujuran, integritas, dan transparansi dalam bekerja.

Tulisan Terkait