Top 10 Penulis

Dialogku dengan Rasa Sakit

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Berkali-kali aku mencoba menahan rasa sakit di seluruh sendi-sendiku tanpa kutahu apa yg menjadi penyebab sakit itu.

Aku mencoba bertahan diantara rasa sakit ini. “Ahhhh……” ini semua akan berlalu hanya itu pikiranku saat itu.

Kucoba menenangkan hati dan pikiranku, tetapi belum juga beranjak sakit ini.

Seandainya aku bisa membebaskan semua rasa sakit ini, betapa bahagianya hidupku. Tapi, aku tahu semua ini adalah bagian hidup manusia yg harus kita lewati, mau ataupun tidak mau.

Aku mulai duduk bermeditasi. Sambil aku merenungkan; Untuk raga yang sudah tidak lagi muda, perjalanan hidup masih Panjang, masih ada janji-janji yang harus ditunaikan.

Masih ada jiwa-jiwa yang harus dibahagiakan. Jika pun aku sudah tidak selalu sehat, tetaplah kuat. Atau jika pun aku sudah tidak terlalu kuat, tetaplah bertahan. Karena memang masih banyak yg harus kuperbuat.

Aku pun mulai merasa tenang dan damai.

Rasa bahagia perlahan-lahan mulai kurasakan.

Betapa damai dan bahagianya aku ketika aku dapat melepas semua beban dan masalah-masalah yang selama ini terus kubawa-bawa dalam hidup ini.

Rasa sakit ini mengajarkanku utk melatih kesabaran.

Sabar menerima semua yg datang maupun yg pergi, sehingga perlahan-perlahan mampu merasakan kebahagiaan yg sesungguhnya.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

accident, bleed, bleeding
Sebenarnya bukan perbuatan orang lain yang menyakiti kita, tetapi kesalahan diri kita sendiri yang terlalu menyimpan dan menikmati luka tersebut. 
a couple of black swans floating on top of a body of water
Saat saat kebahagiaan mulai kurasakan semua sirna dalam sekejap.  Saat itupun aku mencari kedamaian dimana mana, tapi tidak kutemukan.

Tulisan Terkait