Top 10 Penulis

Dirgahayu RI, Revolusi Mental, Merdeka dari Kilesa

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

red and white flag under blue sky during daytime
Photo by Nick Agus Arya

Tahun ini Indonesia tercinta berusia 78 tahun. Generasi sekarang tidak pernah merasakan susahnya hidup pada masa lalu. Hidup di bawah tekanan penjajah. Tidak bebas. Tidak bisa menentukan nasib dan masa depan sendiri. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dikumandangkan pemimpin bangsa menandai babak baru kehidupan bangsa Indonesia. Indonesia merdeka.

Setiap tanggal 17 Agustus kita merayakan kemerdekaan untuk mengingat perjuangan pahlawan kita. Kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan jiwa dan raga para pejuang. Tak terhitung lagi berapa banyak isak tangis dan air mata yang ditumpahkan untuk mereka yang gugur dalam pertempuran.

Sebagai anak bangsa yang hidup bebas merdeka kita patut bersyukur dan menghargai jerih payah mereka. Adalah tanggung jawab kita semua bagaimana melanjutkan perjuangan mereka. Mengisi kemerdekaan dengan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat adil dan makmur.

Revolusi Mental

Saat ini situasi global sedang mengalami multi krisis. Setelah semua bangsa berjuang menghadapi pandemi yang terus menghantui, kini perang menyebabkan kelangkaan makanan. Mata rantai pengiriman terganggu. Ini menyebabkan harga merangkak naik dan inflasi kian meninggi. Iklim yang ekstrim dan tidak menentu menambah kelangkaan pangan. Banyak negara yang mengandalkan impor bahan pangan dan minyak mulai merasakan kesulitan.

Jauh sebelum krisis terjadi pemerintah sudah mengajak kita melakukan revolusi mental. Yaitu melakukan perubahan cara berpikir dan berperilaku. Tantangan dan kesulitan tidak dapat lagi diselesaikan dengan paradigma lama. Kita harus cepat mennyesuaikan diri menghadapi situasi dan kondisi yang berubah cepat.

Mereka yang tidak mau berubah akan menjadi bagian masa lalu. Yang bisa bertahan bukan yang terkuat, tetapi yang bisa cepat menyesuaikan diri. Revolusi mental menjadi sangat relevan dalam kondisi sekarang.

Belum Merdeka

Apabila kita gali lebih lanjut. Merdeka seutuhnya bukan hanya merdeka secara fisik bebas dari penjajahan. Selama kita masih dijajah oleh kotoran batin kita atau kilesa, kita belum menjadi orang merdeka yang sepenuhnya. Perilaku dan perasaan kita dikendalikan dan diatur oleh kilesaKilesa dapat muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya perasaan malas, bosan, dan sederet perasaan negatif lainnya. Inilah pertempuran sepanjang hidup kita yang perlu dimenangkan.

Apa saja kilesa yang menghambat kita menjadi manusia merdeka seutuhnya? Ini dia sepuluh biang keroknya.

1. Keserakahan atau ketamakan (Lobha)

2. Ketidaksukaan, kebencian atau kemarahan (Dosa)

3. Ketidaktahuan, tidak bisa membedakan mana yang baik mana yang salah (Moha)

4. Pandangan salah yang menganggap kebaikan sebagai keburukan, dan sebaliknya keburukan dianggap sebagai suatu kebaikan (Ditthi).

5. Kesombongan, keangkuhan; termasuk didalamnya: meninggikan diri sendiri, merendahkan diri sendiri dan menyamakan diri sendiri setara dengan orang lain (Mana).

6. Keragu-raguan (Vichikiccha)

7. Kemalasan  (Thina)

8. Kegelisahan atau Kekhawatiran (Uddhacca)

9. Tidak malu untuk berbuat jahat (Ahirika)

10. Tidak ada rasa takut akan akibat perbuatan jahat (Anottapa)

Kotoran batin telah lama terpendam di dalam diri kita. Sehingga kita menganggap kilesa merupakan sifat alami kita. Butuh perjuangan yang terus menerus agar kotoran batin dapat ditundukkan.

Kilesa tersebut dapat dikikis secara bertahap. Siapapun mampu mencapainya, menjadi pribadi yang merdeka sepenuhnya, menjadi seorang Arahat yang batinnya murni tanpa noda kilesa sedikitpun.

Dirgahayu RI yang ke – 78. Mari dukung Gerakan Revolusi Mental. Menangkan pertempuran melawan kilesa.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

man in white chef uniform cooking
Kita harus yakin dengan diri kita sendiri. Kita dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang ada dalam diri kita. Ketika kita yakin, kita akan melakukan sesuatu dengan mantap dan tidak ragu-ragu.
red and white flag under blue sky during daytime
Mari dukung Gerakan Revolusi Mental. Menangkan pertempuran melawan kilesa.

Tulisan Terkait