Suatu ketika, seorang motivator terkenal dunia tampil di sebuah sesi motivasi publik yang dihadiri oleh hampir seribu orang. Karena motivator ini memang sangat terkenal dan sesi-sesi motivasinya dianggap mumpuni dalam membakar semangat peserta sesinya, semua peserta mencurahkan seluruh perhatiannya kepada sang motivator.
Setelah naik ke atas panggung, sang motivator memberikan salam pembuka khas dirinya dilanjutkan beberapa sapaan awal kepada semua yang hadir. Kemudian sang motivator membuka kedua telapak tangannya ke arah peserta. Terlihat bahwa kedua tangan sang motivator kosong, tidak memegang benda apapun. Lalu kedua tangan sang motivator saling menggenggam dan diangkat ke atas kepala. Secara tiba-tiba sang motivator menggerakkan kedua tangannya yang saling menggenggam tersebut ke depan sehingga mengarah lurus ke semua yang hadir.
Sang motivator lalu meminta juru kamera untuk mendekat dan menyorot kedua tangannya yang masih berposisi lurus ke depan dengan saling menggenggam. Semua peserta bisa melihat dengan jelas kedua tangan sang motivator dari dua layar besar di kiri dan kanan panggung. Perlahan sang motivator membuka dua tangan yang saling menggenggam tersebut. Ternyata sekarang ada benda seperti selembar uang kertas. Semua peserta yang hadir bertepuk tangan atas kemampuan sulap sederhana yang sudah ditampilkan oleh sang motivator.
Kamera lalu dibawa lebih mendekat ke uang kertas tersebut dan ternyata itu adalah uang dolar Amerika Serikat. Sang motivator lalu memegang uang kertas tersebut dan lebih mendekatkannya ke kamera. Ternyata itu adalah uang seratus dolar Amerika Serikat. Sang motivator lalu bertanya kepada semua yang hadir, “Siapa yang mau uang ini secara gratis?” Karena percaya kepada sang motivator yang tidak akan berbohong, hampir semua yang hadir termasuk yang biasanya malu-malu, mengangkat tangan tanda mau menerima uang tersebut tanpa perlu melakukan apapun.
“Sebelum saya memberikan uang ini kepada peserta terpilih, pertanyaan selanjutnya adalah kalau uang ini saya remas-remas sehingga bentuknya menjadi jelek dan tidak rapi lagi, siapa yang tetap mau menerima uang ini secara gratis?” tanya sang motivator melanjutkan. Kembali tanpa ragu, hampir semua peserta yang hadir mengangkat tangannya menandakan bahwa mereka tidak keberatan menerima uang kertas yang sudah tidak rapi tersebut tanpa perlu melakukan apapun.
“Oh sebentar ya, saya belum selesai,” kata sang motivator. “Kalau uang ini saya injak-injak tapi tentu saja tidak usah kuatir karena sepatu saya bersih hehehe….. siapa yang tetap mau menerima uang ini secara gratis?”” sang motivator bertanya lanjut. Lagi-lagi tanpa ragu, hampir semua peserta yang hadir mengangkat tangannya menandakan bahwa mereka tetap mau menerima uang kertas yang sudah diinjak-injak tersebut secara gratis tanpa perlu melakukan apapun.
“Teman-Teman semuanya, karena terlalu banyak yang menginginkan uang ini sedangkan hanya satu lembar yang tersedia maka uang ini akan saya titipkan kepada panitia untuk dijadikan hadiah bagi peserta terbaik yang akan dipilih oleh panitia di akhir acara,” kata sang motivator.
Lalu sang motivator melanjutkan, “Sebenarnya bukan berbagi rezeki dalam bentuk uang tersebut yang terpenting. Namun pelajaran yang terkandung di dalam proses yang baru saja kita lakukan bahwa seburuk apapun yang telah saya lakukan terhadap uang ini ternyata tidak mempengaruhi keinginan Teman-Teman untuk memilikinya. Teman-Teman menginginkannya karena tahu bahwa sekotor apapun, uang ini tidak berubah nilainya. Seratus dolar ini akan tetap seratus dollar, masih bisa dipakai untuk banyak hal yang Teman-Teman mau lakukan.”
Sang motivator melanjutkan, “Demikian pula halnya dengan diri kita masing-masing. Mungkin kita pernah mengalami kegagalan, melakukan kesalahan, direndahkan, dihina, dijatuhkan bahkan diinjak-injak oleh orang lain. Tak peduli seburuk apapun yang pernah terjadi pada kita, semua itu tidak akan pernah bisa merubah nilai diri kita sebagai seorang manusia, asalkan kita tidak merendahkan diri kita sendiri. Asalkan kita sendiri tetap meyakini bahwa diri kita membawa benih-benih kebaikan, potensi, bakat, kemampuan di dalam diri kita. Asalkan kita terus tanpa henti berupaya dan berjuang dengan penuh semangat meningkatkan kualitas diri kita. Niscaya nilai diri kita akan tetap tinggi dan berharga, apapun perlakuan dan respon orang lain kepada kita.”
***
Cerita sebelumnya mengajarkan kepada kita banyak hal. Kita termotivasi karena mengejar sesuatu yang kita anggap bernilai atau berharga. Dalam cerita tersebut, sang motivator menawarkan uang seratus dolar. Tentu uang sejumlah tersebut adalah bernilai, apalagi jika bisa didapatkan secara gratis alias tidak perlu melakukan apapun. Kita harus terus termotivasi dalam kehidupan ini karena motivasi memberikan kita semangat. Motivasi terbaik tentu saja adalah motivasi dari dalam diri. Oleh karenanya, motivasi yang kita terima dari luar diri alias dari orang lain atau kejadian tertentu, harus ditransformasikan ke dalam diri sehingga menjadi motivasi oleh diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri.
Kita harus mencari dan menentukan tujuan-tujuan pribadi yang berarti dan bernilai dalam kehidupan ini sehingga bisa terus termotivasi untuk mewujudkannya. Tujuan-tujuan tersebut ada yang untuk diraih dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tentu saja tujuan-tujuan tersebut dalam perjalanan waktu dapat direvisi, baik ditambah maupun dikurangi. Yang terpenting adalah berbagai tujuan yang kita miliki harus berarti dan bernilai bagi diri kita.
Pelajaran lain dari cerita sang motivator tersebut adalah kita harus menyadari, menerima, dan meyakini bahwa setiap dari kita memiliki nilai dan harga tak ternilai. Tapi nilai dan harga dari diri kita itu masih berbentuk potensi alias belum nyata (riil). Kewajiban dan hak kita untuk membuatnya menjadi nyata. Tentu saja proses dan perjuangan yang dibutuhkan untuk merealisasikannya tidak akan mudah bagi sebagian besar orang.
***
Di zaman sekarang, banyak sekali sesi motivasi untuk mengembangkan diri kita. Berbagai macam sesi motivasi, dari yang berbayar hingga yang tidak berbayar alias gratis.
Sesi motivasi yang bagus, jika kita ikuti maka akan bagus sekali karena dapat menambah pengetahuan dan semangat kita. Namun sesi motivasi akan lebih bermanfaat jika kita secara disiplin dan konsisten mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa praktik, apa yang sudah kita pelajari hanyalah sebatas ilmu yang tidak terpakai. Bahkan jika sudah lama tidak dipraktikkan atau malah belum pernah dipraktikkan sama sekali, pasti akan lupa dan “dikembalikan seutuhnya kepada motivatornya” (istilah untuk menunjukkan kondisi yang sudah lupa sama sekali akan apa yang pernah dipelajari).
Untuk dapat termotivasi dalam hal apapun yang diinginkan, kita sebaiknya mencari seseorang atau sesuatu yang menjadi idola kita (yang kita senangi) karena ketika kita belajar dengan perasaan gembira atau senang, kita akan lebih termotivasi untuk maju dan akan lebih mudah dalam mempraktikkan apa yang sudah dipelajari.
Lakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan dengan memotivasi diri kita menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya. Meskipun tersedia bantuan orang lain namun sesungguhnya motivasi terbaik itu harus datang dari dalam diri sendiri. Ketika kita memiliki niat untuk berubah ke arah yang lebih baik, dengan motivasi dari dalam diri yang kuat, hasil yang kita dapat tentu akan lebih baik.
Dalam diri kita masing-masing tersimpan potensi, bakat, dan kemampuan yang bisa kita kembangkan dan kita tingkatkan untuk menjadi diri kita yang terbaik. Teruslah memotivasi diri untuk mengeluarkan diri kita yang terbaik dalam kehidupan ini supaya tidak muncul penyesalan di ujung kehidupan nantinya. Kesuksesan dan kebahagiaan kehidupan yang lebih luas juga akan menjadi milik kita.
“Setiap orang menyimpan potensi, bakat, dan kemampuan di dalam diri yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan untuk menjadi diri yang terbaik dalam kehidupan ini. Teruslah memotivasi diri untuk mengeluarkan diri kita yang terbaik sehingga tidak akan muncul penyesalan di ujung kehidupan nantinya.”
(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

















