Tak terasa perjalanan nafas ini sudah melewati angka 40, dan sedikit lagi menyentuh 50. Ternyata waktu larinya begitu cepat. Ia tak gampang dikejar apalagi oleh orang yang selalu melihat ke belakang. Saat mereka kembali ke saat ini, ternyata waktu sudah begitu cepat berlalu. Ia hanya menyisakan pengalaman. Yang manis dijadikan kenangan. Yang pahit menjadi pengalaman dan pelajaran yang berharga dan mahal. Dengan begitu, bukankah hidup menjadi selalu indah dan berwarna? Tak perlu menyesal dan meratap terlalu lama saat duka mendera. Tidak juga terlalu gembira hingga lupa bahwa setiap kesenangan pun nantinya juga akan sirna. Dengan hidup yang masih tersisa, semoga isinya mampu membuat hidup orang lain ceria.
Hidup sebagai manusia adalah sebuah nikmat. Ada akal budi untuk memilih mana yang tepat dan tidak tepat. Ada otak untuk berpikir dan memecahkan masalah, berimajinasi dan mencipta. Meski tak punya sayap, manusia bisa terbang. Tak perlu punya insang untuk bernafas di air. Dengan fisika, kecepatan suara pun sudah dikalahkan oleh manusia. Kaki pun bebas melangkah melalang buana ke seluruh penjuru dunia untuk melihat indahnya bumi ini tercinta. Dan di masa mendatang, bumi pun bisa dinikmati dari luar angkasa yang maha luas. Nikmat hidup sebagai manusia itu tak terbatas. Jantung tak selamanya berdetak. Paru-paru juga suatu hari akan berhenti bekerja. Banyak yang cemas dan tidak mau berpisah dengan hidup. Tapi semua usaha mereka pasti sia-sia. Ajal akhirnya akan datang menjemput. Hidup dan ajal itu sahabat. Dimana ada hidup, di sana ada ajal. Terima saja faktanya. Semakin diterima semakin mudah dan melepas ketika ajal datang. Ia pun tak datang dengan pemberitahuan. Kapan saja ia bisa mampir tanpa permisi. Tak ada salahnya menyiapkan diri dari sekarang. Jadikan hidup yang hanya sekali ini senantiasa menghadiahkan tawa dan senyum kepada orang banyak. Buat mereka menangis terharu dan tak rela saat ajal telah menunaikan tugasnya. Semakin banyak orang yang tak rela melepaskan perginya hidup kita, itu tandanya tunai sudah tujuan hidup yang paling mulia; membahagiakan orang banyak sebesar-besarnya.

















