Bagian kedua dari konsep Etos Kerja Catur Dharmadas+
Sumber daya manusia merupakan penggerak penting bagi organisasi. Orang-orang kompeten menghasilkan produk dan layanan terbaik bagi konsumen dan pelanggan. Mereka mampu mengoperasikan berbagai perangkat secara tepat sehingga menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien.
Organisasi mampu menciptakan nilai tambah dan memiliki daya saing yang kuat karena diisi oleh orang-orang berkualitas. Organisasi Buddhis, meskipun bersifat nirlaba, juga membutuhkan sumber daya manusia yang andal supaya mampu memberikan pelayanan terbaik kepada umat. Mereka memiliki hard skills dan soft skills yang mumpuni, yang salah satunya adalah etos kerja.
Sagay et al., (2018) menyatakan bahwa etos kerja penting untuk diperhatikan untuk menciptakan profesionalisme dalam bekerja. Organisasi akan unggul bila mampu menciptakan etos kerja profesional bagi SDMnya karena SDM akan bekerja sebaik mungkin bila mereka memiliki etos kerja. Pengembangan etos kerja bagi abdi Dharma merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ungkapan suara-suara hati di atas sekaligus meningkatkan kualitas SDM agar organisasi Buddhis mampu memberikan manfaat yang besar kepada umat Buddha.
a. Pengertian etos kerja
Beberapa ahli menjelaskan berbagai pengertian etos kerja. Pengertian-pengertian tersebut antara lain disampaikan oleh Sinamo (2008) yang menyatakan bahwa etos kerja adalah cara bekerja seseorang secara positif dan berkualitas sebagai hasil dari kesadaran, keyakinan, sikap, standar hasil, karakter, etika, moralitas, dan perilaku positif. Etos kerja yang dipraktikkan dengan serius dan menjadi ciri khas orang-orang dalam organisasi bekerja kemudian akan menjadi budaya kerja organisasi.
Selain itu, etos kerja didefinisikan sebagai “seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya” (Dachi & Lase, 2020). Sementara itu, etos kerja didefinisikan sebagai ciri khas dan keyakinan individu dan kelompok dalam bentuk tekad, semangat dan komitmen untuk melaksanakan dan menyelesaikan suatu tanggungjawab dengan sebaik-baiknya (Ariani et al., 2020). Sebagai tambahan, Teddywono (2020) menyimpulkan etos kerja sebagai perilaku kerja positif dan unggul secara totalitas melalui unjuk kerja dan prestasi sebagai ekspresi cara pandang individu dan kelompok terhadap arti kerja. Etos kerja terwujud dalam ragam nilai, moralitas, karakter, watak, dan sikap individu dan kelompok sebagai dampak dari keyakinan dan budaya yang dianut. Etos kerja diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya hingga kemudian terbentuk menjadi ciri khas suatu golongan, kelompok, dan organisasi (Rusli, 2020)
Dari berbagai penjelasan di atas, pengertian etos kerja dalam buku ini adalah budaya kerja individu dan kelompok sebagai wujud karakter dan perilaku positif yang memengaruhi peningkatan kinerja, yang kemudian akan menjadi budaya organisasi. Dengan kata lain, etos kerja adalah budaya organisasi dalam bekerja. Pengembangan etos kerja bagi para abdi Dharma dan pandita/dharmaduta penting karena Planned Based Theory menyatakan bahwa sikap positif, dukungan dari orang sekitar, persepsi akan kemudahan akan meningkatkan minat seseorang untuk berperilaku.
Bersambung ke bagian tiga
Daftar Pustaka
Sagay, I. F. P., Tewal, B., & Sendow, G. (2018). Pengaruh Iklim Organisasi, Lingkungan Kerja Fisik, Dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Pelabuhan Indonesia Iv (Persero) Terminal Petikemas Bitung. EMBA, 6(3), 1708–1717. https://doi.org/10.35794/emba.v6i3.20500
Sinamo, J. H. (2008). 8 Etos Kerja Profeisonal. PT. Malta Print Indo.
Dachi, O., & Lase, D. (2020). Etos Kerja Pendeta BNKP. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 13(1), 48–64
Ariani, A. S., Yunita, T., & Setyawati, N. W. (2020). Peranan Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Etos Kerja Karyawan. JEpa, 5(2), 208–216.
Teddywono, I. (2020). Upaya Meningkatkan Etos Kerja Jemaat Melalui Pengajaran Hakikat Kerja Menurut Kolose 3: 22-24. Kharismata: Jurnal Teologi Pantekosta, 2.
Rusli, A. R. (2020). Karma dan Etos Kerja dalam Ajaran Budha. Al-Adyan: Journal of Religious Studies, 1(1), 1-13.

















