Top 10 Penulis

Jangan Jadi Pungguk Merindukan Bulan

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

black and red sports bike
Photo by Matteo Vistocco

Ada sebuah peribahasa yang berbunyi, “Bagai pungguk merindukan bulan”. Arti dari peribahasa ini adalah mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin atau mustahil terjadi, digapai, atau diraih. Namun terkadang kenyataan tidak selalu seperti yang kita bayangkan. Jika kita belum mencoba maka kita tidak boleh berpikir negatif tentang apapun. Kita harus mencoba dan kemudian merasakan hasil yang didapat, walaupun hasil tersebut belum sesuai dengan harapan.

Intinya, kita harus mempraktikkan hal-hal baik dan benar yang ada di dalam pikiran kita. Terkadang kita sering mengkhayal saja dengan menginginkan sesuatu dalam pikiran. Karena kita tidak melakukan apa-apa untuk merealisasikannya maka hal tersebut betul-betul hanya akan menjadi khayalan semata. Di kemudian hari kita lalu menyesali apa yang tidak pernah kita lakukan. Ingatlah, seringkali kesempatan berbuat untuk meraih sesuatu yang baik dan benar itu tidak datang dua kali. 

Jika ada pikiran baik dan benar, serta tersedia kesempatan yang datang kepada kita, ambil dan lakukan semaksimal yang bisa kita lakukan. Meskipun hasilnya belum tentu sesuai dengan pikiran awal, sepanjang kita sudah melakukan yang maksimal atau terbaik menggunakan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik kita, akan terhindarlah kita dari penyesalan di kemudian hari. Jika kita tidak mengambil tindakan apapun atas hal baik dan benar yang muncul dalam pikiran kita, sangat mungkin penyesalan akan muncul kemudian dalam pikiran maupun ucapan kita, misalnya:

“Andai saja dulu saya melakukan banyak hal yang bermanfaat saat masih muda, mungkin saya akan hidup lebih bahagia dan sejahtera.”

“Andai saja dulu saya bekerja lebih keras dan cerdas saat masih muda, sekarang saya sudah bisa bersenang-senang menikmati hidup di masa tua.”

“Andai saja dulu saya lebih menyayangi orang tua dan merawat beliau berdua dengan penuh kasih sayang dan bakti, sekarang saya tidak akan merasa menyesal dan kehilangan (setelah kepergian beliau berdua).”

“Andai saja dulu saya lebih melatih kesadaran dalam kehidupan sehari-hari maka saya sekarang pasti lebih waspada dan penuh kesadaran terhadap apapun yang sedang saya hadapi dan jalani.”

“Andai saja dulu saya memilih untuk berinvestasi saat masih muda maka sekarang saya tinggal menikmati hasil investasi di masa tua.”

Andai saja … andai saja … andai saja … dan masih banyak lagi “andai saja” yang muncul dalam pikiran kita ketika waktu sudah berlalu dan kita sudah tidak bisa melakukannya lagi sekarang meskipun ingin melakukannya.

Janganlah kita menjadi pungguk yang merindukan bulan. Ketika waktunya sudah lewat dan kita sudah tidak bisa melakukan apapun lagi, kita baru menyesali. Ingatlah bahwa penyesalan selalu datangnya terlambat. Untuk mengurangi penyesalan di kemudian hari, ambillah sebanyak mungkin tindakan yang baik dan benar untuk merealisasikan hal-hal yang baik dan benar yang muncul dalam pikiran kita.

Mari lakukan banyak hal yang baik, benar, pantas, dan bermanfaat agar di kehidupan ini kita bisa memberikan hasil yang maksimal untuk kehidupan kita sekarang dan nanti. Perjuangan dan pengorbanan hidup tidaklah akan sia-sia. Pada akhirnya kita akan melihat hasil dan potensi diri kita sebagaimana adanya, diiringi dengan kepuasan batin atas kehidupan yang sudah kita jalani.

Teruslah menjadi diri yang lebih baik dari waktu ke waktu untuk memaksimalkan diri kita menjadi versi yang terbaik dalam kehidupan ini. Dengan melakukannya, mudah-mudahan kita dapat membawa kebanggaan dan kebahagiaan bagi diri kita sendiri, orang-orang terdekat, dan juga orang-orang lain. Kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih luas dalam kehidupan pasti akan menjadi milik kita.

“Jika ada kesempatan untuk melakukan hal yang baik dan benar, ambil tindakan dan keluarkan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik yang dimiliki. Jangan menunda untuk mengambil tindakan karena kesempatan belum tentu datang untuk kedua kalinya. Jangan sampai muncul penyesalan di kemudian hari.”

(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Red and white lighthouse with waves crashing against rocks under a stormy sky.
Suatu hari, teman sekelasnya mengancam dia agar tidak mengisi lembar ulangan dengan benar supaya temannya tersebut bisa mendapatkan nilai terbaik. Dia pulang ke rumah dengan menangis namun tidak berani menceritakan apa yang terjadi

Tulisan Terkait