Suatu hari secara kebetulan pimpinan sebuah perusahaan, kita sebut saja John, mengunjungi gudang kantor. Kunjungan ini bersifat mendadak karena ada suatu keperluan dan secara tidak disengaja alias tanpa rencana sebelumnya. John sampai di gudang pukul 16.15 waktu setempat. John sempat kaget dan karyawan yang ada di gudang juga kaget karena memang sebelumnya tidak ada informasi bahwa pimpinan perusahaan akan datang.
Jadi kunjungan ini adalah sesuatu yang di luar dugaan. Saat John tiba di gudang, hampir 75 persen karyawan di gudang tersebut sudah dalam posisi di atas kendaraan bermotornya masing-masing. Helm sudah terpasang karena mereka sudah bersiap untuk pulang. John sama sekali tidak menyangka kejadian tersebut karena baru pukul 16.15 sedangkan jam operasional gudang adalah sampai dengan pukul 16.30.
Yang lebih tidak masuk akal lagi adalah di gudang tersebut terpasang alat perekam CCTV dan ada satpam yang khusus menjaga gudang. Menjadi tanda tanya besar mengapa karyawan gudang begitu berani sebelum jam pulang sudah bersiap untuk pulang.
Saat itu John berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi dan John tidak mengatakan sepatah katapun dengan para karyawan yang sudah berada di atas motornya maupun sebagian karyawan yang masih bekerja di dalam gudang. John tetap ke tujuan awal, yakni membahas beberapa masalah yang perlu diperhatikan untuk kepentingan pengiriman barang.
Singkat cerita, setelah rapat sebentar dengan kepala gudang dan menjelaskan prosedur yang harus dilaksanakan untuk proses pengiriman barang, John pun meninggalkan gudang.
Sesampai di rumah John berpikir, “Kok bisa kejadian seperti itu terjadi? Tidak ada yang memberitahu kondisi seperti itu di gudang. John mencoba bersikap positif. John mempertimbangkan apa solusi atas temuan di gudang hari itu dan agar kondisi gudang berjalan sesuai prosedur yang biasa sudah dijalankan sebelumnya.
Setelah John mendapatkan solusi apa yang harus dilakukan, keesokan harinya pagi-pagi pas jam gudang buka, John sudah sampai di gudang. John lalu memanggil kepala gudang untuk berdiskusi solusi apa atas kejadian di gudang kemarin.
Kebetulan John ditemani oleh anaknya yang memang sudah beberapa waktu membantu John di kantor. Mereka bertiga berada dalam ruangan rapat. Awalnya, kepala gudang masuk ke ruangan rapat dengan muka pucat pasi karena merasa bersalah. Mungkin dalam hatinya membatin bahwa pagi ini pasti dia dipanggil untuk diberikan sanksi atau bahkan dipecat.
John membawa selembar kertas. Kepala gudang berpikir bahwa kertas itu adalah surat peringatan atau slip gaji terakhirnya untuk kemudian tidak boleh masuk kerja lagi.
Ketika kepala gudang sudah duduk, John memulai pembicaraan dengan kalimat pembukaan, “Melanjutkan permasalahan kemarin di gudang, saya ingin mengatakan kepadamu bahwa tindakan kemarin dengan membiarkan karyawan gudang seperti itu bukanlah dirimu. Kamu yang saya kenal selama ini tidaklah seperti itu orangnya.” Memang kenyataannya kepala gudang ini sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 25 tahun sehingga John sangat mengenal karakter dan kepribadiannya.
Kepala gudang itu mulai berkeringat dan terlihat sekali jantungnya berdetak kencang dari dadanya yang naik turun dengan keras. Badan dan tangan kepala gudang juga gemetar. Kejadian ini turut disaksikan oleh anak John.
Kepala gudang tidak mampu menjawab kata-kata John. Kemudian John melanjutkan dengan pertanyaan, “Dimana dirimu yang dulu, yang selalu membuat saya bangga, membuat saya selalu memuji kedisiplinan dan keuletanmu? Kamu sekarang ini bukanlah orang yang dulu saya kenal, orang yang penuh tanggung jawab dan penuh perhatian. Kenapa kamu berubah?”
John lalu menyambung, “Saya sangat menyayangkan kejadian buruk oleh para karyawan gudang yang menjadi tanggung jawabmu. Saya mengenal kamu dulu sebagai sosok yang begitu baik sebagai seorang karyawan, penuh welas asih, bertanggung jawab, selalu membela perusahaan, dan mengatur para karyawan lain dengan disiplin.”
John kemudian menegaskan bahwa kepala gudang tersebut tidak dipecat, bahkan tidak akan dikenakan sanksi apapun asalkan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan berjanji untuk melakukan perbaikan yang dibutuhkan, serta memastikan semua karyawan dan pekerjaan di gudang berlangsung dengan baik kembali.
Akhirnya kepala gudang itu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan berjanji bahwa kejadian buruk tersebut tidak akan terulang kembali. Dia juga berjanji akan menjadi dirinya yang dulu lagi, yang dapat dibanggakan oleh perusahaan.
Singkat cerita, pertemuan dengan kepala gudang itu akhirnya selesai. John dan anaknya kembali ke kantor. Kepala gudang bertindak cepat dengan mengadakan rapat khusus dengan semua karyawan gudang. Ditegaskannya semua peraturan perusahaan yang harus dipatuhi dan sanksi yang akan diterapkan jika ada yang melanggar. Kepala gudang tetap menjadi atasan yang baik bagi semua namun sekarang dilengkapi kembali dengan ketegasan yang dibutuhkan sebagai seorang pimpinan yang baik.
Suasana kerja di gudang akhirnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kejadian tidak baik yang pernah terjadi, hingga sekarang tidak pernah terjadi lagi. Kondisi gudang sekarang malah terlihat lebih rapi dan semua karyawan berdisiplin dan bertanggung jawab.
*******
Kejadian yang sering terjadi dalam suatu perusahaan, terkadang di luar dugaan dan bisa membuat fatal perusahaan jika tidak diambil tindakan yang tepat terhadap karyawan yang tidak benar. Menjadi hal yang positif jika kita mengingat kebaikan, tanggung jawab, dan hasil kerja sebelumnya dari karyawan yang kemudian berbuat kesalahan. Dengan cara ini, kita bisa mengambil tindakan yang tidak terburu-buru dan keputusan yang diambil juga akan lebih bijaksana.
Ada saatnya kita mengkirik tanpa orang yang dikritik merasa dikritik. Ini penting kita lakukan karena orang yang kita kritik tanpa merasa dikritik, akan membuat orang tersebut bisa berubah menjadi lebih baik. Kita tidak usah sampai berbantah-bantahan apalagi hingga harus mengadu otot. Sampaikan segala sesuatunya dengan tegas, jelas, dan dengan perkataan yang disertai senyum. Niscaya akan membuat orang yang dikritik lebih bisa menerima dan mau berubah.
Orang yang kita kritik dengan cara-cara yang tidak membuat dia merasa dikritik, dapat membuatnya merasa dihargai sehingga bisa berubah menjadi lebih baik sesuai dengan yang kita harapkan.
“Mengkritik tanpa membuat orang yang dikritik merasa dikritik adalah salah satu keterampilan yang penting untuk dikembangkan. Jika mampu melakukannya, akan lebih mudah menaklukkan hati orang lain dan membuatnya melakukan apa yang diinginkan atas dirinya.”
(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

















