Top 10 Penulis

Jangan Merasa Paling Benar Dan Paling Pintar

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

gray elephant playing with mud
Photo by Andrew Rice

Dahulu kala, ada festival besar yang digelar di sebuah stadion besar. Ada nyanyian dan tarian, akrobat, badut, musik, dan banyak lagi atraksi lainnya. Di puncak acara, terlihat seseorang katakanlah si “Gembul” menuntun gajah ke tengah arena. Di belakang gajah itu berjalanlah tujuh orang buta yang telah diketahui oleh khalayak ramai sebagai orang-orang yang buta sejak lahir.

Gembul meraih tangan orang buta pertama, menuntunnya untuk meraba belalai gajah itu dan memberitahunya bahwa itulah gajah. Gembul lalu membantu orang buta kedua untuk meraba gading gajah, orang buta ketiga meraba kuping gajah, yang keempat meraba kepala gajah, yang kelima meraba badan gajah, yang keenam meraba kaki gajah, dan yang ketujuh meraba ekor gajah. Gembul menyatakan kepada masing-masing orang buta bahwa itulah yang dinamakan gajah. Lalu Gembul kembali ke si buta pertama dan memintanya untuk menyebutkan dengan lantang seperti apakah gajah itu.

“Menurut pertimbangan dan pendapat saya yang ahli ini,” kata si buta pertama yang meraba belalai gajah, “Saya menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa seekor gajah adalah sejenis ular.”

“Sungguh omong kosong”, seru si buta kedua yang meraba gading gajah, “Seekor gajah terlalu keras untuk dianggap sebagai seekor ular. Saya biasa tidak pernah salah, gajah itu seperti bajak petani.”

“Jangan melucu,” cemooh si buta ketiga yang meraba kuping gajah, “Seekor gajah adalah seperti daun kipas yang besar.”

“Kalian idiot tak berguna!” tawa si buta keempat yang meraba kepala gajah, “Seekor gajah itu sudah pasti adalah sebuah gentong air yang besar.”

“Mustahil! Benar-benar mustahil,” cibir si buta kelima yang meraba badan gajah, ”Seekor gajah adalah sebuah batu karang besar.”

“Parah!” teriak si buta keenam yang meraba kaki gajah, “Seekor gajah adalah sebatang pohon.”

“Dasar orang-orang picik!” seringai si buta terakhir yang meraba ekor gajah, “Aku akan memberitahu kalian apa sebenarnya gajah itu. Seekor gajah adalah semacam pecut pengusir lalat. Aku tahu, aku dapat merasakannya.”

“Gajah itu seekor ular.” “Tidak bisa! Itu gentong air!!!” “Bukan! Gajah itu….” dan para orang buta itu pun mulai berbantah dengan sengitnya. Semuanya berbicara bersamaan sambil berteriak, yang menyebabkan kata-kata melebur menjadi teriakan-teriakan yang lantang dan panjang. Kata-kata penghinaan mulai mengudara, lantas muncullah jotosan satu sama lain. Para orang buta itu tidak yakin betul siapa yang mereka jotos, tetapi tampaknya itu tidak terlalu penting demi prinsip dan kebenaran yang masing-masing mereka yakini.

Bayangkanlah akan seperti apa jadinya jika ketujuh orang buta itu, alih-alih mempertentangkan pendapat mereka sendiri berdasarkan hasil rabaan masing-masing, malah menggabungkannya. Mereka akan menarik kesimpulan yang lebih lengkap bahwa seekor gajah adalah sesuatu yang seperti batu karang besar, yang ditopang oleh empat batang pohon. Di bagian belakang batu karang itu ada seutas pecut pengusir lalat, dan di depannya ada gentong air besar. Di setiap sisi gentong itu terdapat daun kipas, dengan dua bajak yang mengapit seekor ular piton panjang. Bukan gambaran yang buruk-buruk amat akan seekor gajah bagi orang yang belum pernah melihatnya.

*******

Demikianlah, seringkali kita jumpai dalam kehidupan, seseorang yang merasa dirinya paling benar dan paling pintar. Namun sesungguhnya dia hanya mengetahui sebagian saja, belum mengetahui secara lengkap.

Seperti cerita tujuh orang buta di atas, setiap orang buta tersebut hanya mengetahui sebagian dari tubuh gajah dan mereka langsung menyimpulkan dengan yakin apa itu gajah. Dan juga karena faktor lain bahwa mereka telah buta sejak lahir sehingga belum pernah melihat seperti apa gajah itu. Menganalisis sesuatu hendaknya dilakukan setelah “Mengetahui secara Lengkap” agar kita dapat mengungkapkan dan memberikan yang lebih sesuai dengan kenyataan dan objektivitas.

*******

Seringkali kita hanya mendengar sebagian dari cerita orang lain, kita langsung menanggapinya sesuai dengan apa yang kita ketahui dari sebagian cerita tersebut. Padahal jika kita telusuri, terkadang cerita sebagian itu belum tentu kejadian persisnya sama dengan apa yang hanya kita dengar secara tidak lengkap tersebut.

Mengetahui secara lengkap akan suatu kejadian akan membuat kita lebih bisa menanggapinya dengan lebih maksimal. Awal kejadian belum tentu akhirnya akan sama. Kejadian di awal yang tidak baik, belum tentu akhirnya akan tidak baik juga.

Jangan mengomentari orang lain jika kita belum mengetahui secara lengkap tentang orang tersebut. Terkadang kita mendengar cerita negatif atas diri seseorang. Cerita negatif tersebut belumlah tentu lengkap dan sebenarnya. Akan berbahaya untuk memori kita jika kita langsung menyimpan cerita negatif tentang orang tersebut. Belum tentu secara keseluruhan orang tersebut negatif seperti cerita belum lengkap yang kita terima itu.

Mengetahui secara lebih lengkap tentang banyak hal adalah sangat penting dalam proses memaksimalkan diri kita menjadi lebih baik. Kita juga perlu mengetahui diri sendiri secara lebih lengkap agar kita bisa mengeluarkan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik yang ada dalam diri kita. Niscaya kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih luas dalam kehidupan akan menjadi milik kita.

“Mengetahui secara lebih lengkap tentang banyak hal adalah sangat penting dalam proses pengambilan keputusan terbaik. Kita juga perlu mengetahui diri sendiri secara lebih lengkap agar bisa mengeluarkan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik yang ada dalam diri kita.”

(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Red and white lighthouse with waves crashing against rocks under a stormy sky.
Suatu hari, teman sekelasnya mengancam dia agar tidak mengisi lembar ulangan dengan benar supaya temannya tersebut bisa mendapatkan nilai terbaik. Dia pulang ke rumah dengan menangis namun tidak berani menceritakan apa yang terjadi

Tulisan Terkait