Top 10 Penulis

Kelengangan tanpa Jerat sebagai Topangan Sang Jalan

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Long Exposure Photography White Dome Building Interior
Photo by gdtography

Kelengangan (viveka) adalah salah satu perihal penting dalam praktik Dhamma. Tidak hanya sekadar untuk dipahami, tetapi juga senantiasa ditopang, sehingga praktik Dhamma yang dilakukan bisa disebut sebagai maggaṅga.

Bahkan, disebutkan bahwa seseorang patut disebut sebagai kalyāṇamitta, jika mengembangkan segala unsur Sang Jalan dengan bertopang pada kelengangan (vivekanissita), bertopang pada ketiadanodaan (virāganissita), bertopang pada kepadaman (nirodhanissita), serta mengarah pada pelepasan (vosaggapariṇāmi) (S v 2). Namun, apakah yang dimaksud sebagai kelengangan di sini?

Secara umum, kelengangan adalah faktor utama dalam jhāna. Seseorang berdiam lengang dari kesenangan indriawi, lengang dari keburukan-keburukan lainnya, memasuki jhāna pertama, disertai vitakka dan vicāra, diliputi kegiuran dan kebahagiaan yang muncul karena kelengangan (Vbh 236). Melalui penjelasan ini, bisa dipahami bahwa lengang yang dimaksud ada lengang dari lima perintang (pañcanīvaraṇa).

Akan tetapi, merujuk Nimokkhasuttavaṇṇanā, viveka juga dapat dimengerti sebagai sinonim nibbāna. Disebutkan bahwa, setelah merealisasi nibbāna, makhluk-makluk lengang dari semua dukkha, maka nibbāna disebut sebagai viveka (SA i 21).

Pemilahan Kelengangan
Menurut objeknya, kelengangan dapat dipilah menjadi tiga, yakni: kelengangan tubuh (kāyaviveka), kelengangan cipta (cittaviveka), dan kelengangan kemunculan (upadhiviveka) (Nd1 i 140). Dari ketiga jenis tersebut, yang disebut sebagai persamaan dari nibbāna adalah upadhiviveka. Upadhi berarti pengotor-pengotor (kilesā), gugusan-gugusan (khandhā), dan pembentuk-pembentuk besar (abhisaṅkhārā).

Sementara itu, dalam sudut pandang lainnya, viveka juga bisa dipilah menjadi lima, yaitu: kelengangan dengan menekan (vikkhambhanaviveka), kelengangan dengan menempatkan bagiannya (tadaṅgaviveka), kelengangan dengan memusnahkan (samucchedaviveka), kelengangan dengan peredaman (paṭippassaddhiviveka), dan kelengangan dengan menanggalkan (nissaraṇaviveka)(Ps ii 221).

Vikkhambhanaviveka adalah sebutan untuk kelengangan yang dihasilkan melalui jhāna, terkait empat rūpajhāna dan empat arūpajhāna, sehingga ditotal menjadi delapan pemenuhan (aṭṭha samāpatti). Tadaṅgaviveka adalah sebutan untuk vipassanā, merupakan bagian pengetahuan langsung (nibbedhabhāgiya) yang ditempatkan dalam samādhi, sehingga teguh secara pandangan (diṭṭhigata).

Samucchedaviveka adalah sebutan untuk lokuttaramagga, sementara paṭippassaddhiviveka adalah lokuttaraphala. Nissaraṇaviveka merupakan nibbāna, yang telah melepaskan semua gambaran (sabbanimittanissaṭa).

Mengembangakan Pelatihan yang Bertopang pada Kelengangan
Melalui uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang bertopang pada kelengangan berarti pelatihan yang secara jelas mengarah langsung pada realisasi nibbāna, yakni dilandasi oleh pengetahuan vipassanā. Dalam sudut pandang lain, berarti segala praktik Dhamma yang dilakukan sepatutnya disertai pandangan bahwa tidak kekal, sukar bertahan, dan yang paling penting adalah bukan diri, karena memang sesungguhnya tidak ada diri di mana pun. Tidak ada entitas dalam bentuk apa pun. Ini semua dilandasi oleh pemahaman Empat Kebenaran Arya.

Daftar Rujukan:

Rujukan Utama:
Davids, R. (Ed.). (1978). The Vibhaŋga: the Second Book of the Abhidhamma Piṭaka. London: The Pali Text Society.
Feer, M. L. (Ed.). (1976). Saṃyutta-Nikāya: Mahā-Vagga (Vol. V). London: The Pali Text Society.
Feer, M. L. (Ed.). (1991). The Saṃyutta-Nikāya of the Sutta-Piṭaka: Sagātha-Vagga (Vol. I). Oxford: Pali Text Society.
Poussin, L. D., & Thomas, E. (Eds.). (1916). Niddesa I (Mahāniddesa) (Vol. I). London: Humphrey Milford, Oxford University Press.
Taylor, A. C. (Ed.). (1907). Paṭisambhidāmagga (Vol. II). London: The Pali Text Society.

Rujukan Pengulas:
Buddhaghosa. (1977). Sārattha-ppakāsinī: Buddhaghosa’s Commentary on the Saŋyutta-Nikāya: on Sagāthā-Vagga (Vol. I). (F. Woodward, Ed.) London: The Pali Text Society.
Kassapatthera. (1961). Mohavicchedanī Abhidhammamātikatthavaṇṇanā. (A. Buddhadatta, & A. Warder, Eds.) London: Luzac & Company, Ltd.

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

pile of scarecrow
Apakah itu tenggeran? Bagaimana caranya mewaspadai tenggeran? Apakah yang dimaksud dengan keluar dari rajutan penderitaan? Apakah hubungannya mewaspadai tenggeran dengan keluar dari rajutan penderitaan?
brown and green round area rug
Apakah yang dimaksud dengan keramat? Bagaimana cara menuju keramat?

Tulisan Terkait