Top 10 Penulis

Kenyataan yang Terlupakan

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

selective focus photography of man wearing red top
Photo by Andreas Kind

“Always do your best. Your best is going to change from moment to moment; it will be different when you are healthy as opposed to sick. Under any circumstance, simply do your best, and you will avoid self-judgement, self-abuse, and regret.”

“Selalu lakukan yang terbaik. Yang terbaik dari Anda akan berubah dari waktu ke waktu; akan berbeda sewaktu Anda sehat dengan sewaktu sakit. Dalam keadaan apapun, selalu lakukan yang terbaik, dan Anda akan terhindar dari penghakiman diri, penyalahgunaan diri, dan penyesalan.”

~ Don Miguel Ruiz ~

Kehidupan ini kaya akan makna. Berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan seringkali mengandung makna yang lebih dalam daripada apa yang terlihat. Makna kehidupan tidak hanya bisa ditemukan dalam kejadian yang menimpa diri kita sendiri, melainkan juga diri orang lain, maupun lingkungan. Yang diperlukan hanyalah kepekaan dan kemauan untuk membuka pancaindra lebih lebar. Namun kenyataannya, kita sering mengabaikan makna yang terkandung dalam kejadian di kehidupan sehari-hari.

Kisah berikut menggambarkan kegagalan dalam memaknai kejadian yang sebenarnya merupakan kenyataan umum dalam kehidupan. Hal ini berujung kepada penyesalan dan penderitaan setelah meninggal.

**********

Suatu ketika terjadi percakapan antara seorang penjaga neraka dengan salah satu penghuni neraka. Penjaga neraka bertanya kepada penghuni neraka, “Apakah kamu pernah melihat tiga kenyataan khusus selama kehidupanmu sebagai manusia?” Penghuni neraka menjawab, “Tidak. Saya tidak tahu dan tidak pernah melihat tiga kenyataan khusus tersebut.”

Penjaga neraka kemudian bertanya lebih lanjut, “Tidakkah engkau pernah melihat orang tua, orang sakit, dan orang mati?” Penghuni neraka segera menjawab, “Oh kalau itu sih tentu saja saya sering melihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada hal yang aneh dengan ketiganya. Menjadi tua saya alami sendiri bahkan menjadi sakit sering terjadi pada diri saya.” 

Penjaga neraka kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa ketiga kenyataan khusus yang dia maksud adalah kiasan untuk usia tua, penyakit, dan kematian. Barulah penghuni neraka menyadarinya.

Walaupun penghuni neraka sewaktu menjadi manusia, pernah atau malah sering melihat ketiga kenyataan khusus tersebut, dia tidak pernah merenungkan secara sungguh-sungguh bahwa ketiga hal tersebut juga bisa terjadi pada dirinya. Oleh karenanya, dia tidak menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya sebelum mengalami ketiga kenyataan khusus untuk melakukan banyak perbuatan baik melalui pikiran, ucapan, dan tubuhnya.

Sepanjang kehidupannya sebagai manusia, dia telah lalai melakukan perbuatan-perbuatan baik walaupun sebenarnya sudah sering diingatkan melalui tiga kenyataan khusus. Malahan dia lebih banyak melakukan perbuatan buruk sepanjang hidupnya. Alhasil, setelah meninggal dia harus menerima akibatnya menderita di neraka.

***********

Orang yang sudah tua, orang yang sedang sakit, dan orang mati adalah kenyataan umum yang sering dijumpai dalam kehidupan manusia. Menjadi sakit adalah sesuatu yang umum menimpa setiap manusia. Menjadi tua belum tentu dialami oleh setiap manusia. Menjadi mati adalah tak terelakkan karena siapapun yang pernah dilahirkan, suatu ketika akan mengalami kematian.

Karena tua, sakit, mati sudah demikian lumrahnya dalam kehidupan ini, banyak dari kita mengabaikannya. Kenyataan yang sudah umum ini menjadi tidak berkesan sama sekali. Kebanyakan manusia tidak mengambil pelajaran dari ketiga kenyataan tersebut, tidak hanya sewaktu melihat orang lain mengalaminya, tetapi juga sewaktu terjadi pada diri sendiri. Inilah yang disebut sebagai “kenyataan yang terlupakan“.

Setelah kita menyadari “kenyataan yang terlupakan“ ini, bagaimana sikap bijaksana selanjutnya dalam menyikapi ketiganya?

Sewaktu menyaksikan orang lain sakit atau diri kita yang sakit, ingatlah bahwa sepanjang kehidupan ini akan ada berbagai sakit kita derita. Ingatan ini seharusnya menjadi pendorong diri kita untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya. Dengan demikian, sakit akan menjadi sesuatu yang jarang menimpa kita. Selanjutnya, kesadaran akan sakit ini harus digunakan untuk memacu diri berbuat baik lebih banyak lagi melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan selagi masih sehat, selagi masih ada kesempatan.

Orang tua atau lanjut usia yang kita jumpai seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk mengisi waktu sebaik-baiknya dengan hal yang berguna. Juga menjadi motivasi diri guna menyebarkan pengaruh baik dan positif kepada lingkungan kita seluas-luasnya, selagi usia memungkinkan. Sebelum kita memasuki usia senja, mulailah dari sekarang membuat persiapan sedikit demi sedikit, baik dari sisi finansial maupun non finansial, sisi duniawi maupun spiritual.

Pada waktu kita mendengar atau melayat sanak keluarga kita atau orang-orang lain yang meninggal, seharusnya bukan hanya duka cita dan sedih hati yang kita tampilkan. Seyogianya memperkuat tekad kita untuk memanfaatkan dan mengisi sisa kehidupan, yang kita sendiri tidak tahu berapa lama. Perbanyaklah melakukan kebaikan dan membawa kedamaian bagi sesama. Kita tentunya ingin dikenang sebagai orang dengan hal baik yang lebih banyak dibandingkan yang kurang baik. Kita ingin meninggalkan jejak positif pada orang-orang yang kita kenal, yang harus kita tinggalkan sewaktu tiba saatnya nanti.

Karenanya, sebelum sakit mendera, sebelum usia tua menjelang, dan sebelum kematian menjemput, keluarkan seluruh potensi, bakat, dan kemampuan terbaik dari dalam diri kita untuk membawa lebih banyak kebaikan bagi diri sendiri, orang-orang terdekat, dan sesama.

“Mengalami sakit, menjadi tua, dan mati adalah kenyataan umum dalam kehidupan. Selagi ada waktu, sebelum sakit mendera, sebelum usia tua menjelang, dan sebelum kematian menjemput, pergunakan diri dan segenap kemampuan kita untuk membawa lebih banyak kebaikan bagi diri sendiri dan sesama.”

(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a close-up of a hand
Pernahkah Anda kenal dengan orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan hidupnya benar-benar bahagia?
woman in white shirt wearing eyeglasses
Dia terlihat bingung untuk menyeberangi sungai di depannya yang airnya cukup tinggi dan deras.

Tulisan Terkait