Top 10 Penulis

Kerelaan itu indah

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

green leaf tree on shore
Photo by Todd Quackenbush

Tiap manusia bebas menentukan tujuan hidupnya masing-masing. Tak ada yang memaksa, tak ada yang melarang. Tiap orang secara kreatif dipersilahkan untuk menggoreskan tintanya di buku kehidupannya sendiri. Oleh sebab itu, tidak aneh jika akhirnya terjadi perbedaan bahkan pertentangan tentang apa yang penting dalam hidupnya. Di dunia materialisme saat ini kebanyakan manusia menjadikan uang, harta, takhta, dan kuasa sebagai kompas dalam hidupnya. Keputusan yang mereka ambil didasarkan pada hitung-hitungan untung rugi semata. Nilai hidup ditentukan oleh rupiah. Jika ada rupiah, semua hal dikerjakan tanpa peduli itu hitam dan hidup orang banyak jadi susah.

Rupiah kita tak selalu perkasa di kantong kita. Kadang ia berlimpah ruah, terkadang ia tak kunjung datang jua. Saat rupiah sedang meringis, apakah bisa tetap melakukan yang kita ingin lakukan. Bahkan jika perlu, ngotot dan harus berbayar (terkadang) untuk melakukannya. Jawabannya sudah jelas adalah Ya.

Berbagi melalui mengajar dan mendidik adalah pilihan hidup banyak orang. Ini profesi yang peminatnya sudah semakin langka. Indonesia kekurangan pendidik dan berlebihan koruptor. Minat untuk menjadi guru semakin surut seiring dengan semakin surutnya nilai rupiah untuk guru. Tetapi itu tidak membuat langkah menjadi surut. Meskipun pundi-pundi dari hasil mengajar tidak akan pernah mampu bersaing dengan bonus dan komisi agen asuransi, kepuasan dan kebahagiaan guru tak kalah besarnya. Ingat, orang kaya adalah orang yang punya hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kesenangan karena murid mengerti pelajaran, penghormatan dan penghargaan dari orang tua murid dan sekolah, serta kepuasan karena mampu mengajar dengan efektif tidak bisa dibeli di mana pun juga. Itulah passion hidup, energi yang membuat semangat tak kunjung habis meski uang semakin menipis.

Hidup tidak melulu soal materi. Memang betul kita tidak bisa hidup tanpa uang. Tetapi ingat bahwa banyak manusia mati karena uang dan pada saat mati-matian mencari uang. Hidup ini teramat boros dan sia-sia jika setiap langkah di dalamnya hanya untuk kesenangan. Hidup perlu energi untuk bekerja, berkarya dan berbagi dengan segenap energi yang didapatkan dari passion. Saat passion sudah ditemukan, uang sudah bukan dorongan. Membayar pun rela, apalagi tidak dibayar. Oleh sebab itu sahabat, apa yang membuatmu bisa bekerja dan melayani tanpa niat mendapatkan sepeser pun adalah passion kamu. Temukan, jalani dan sambutlah hidup penuh suka cita sampai ajal menjemput dan kita bisa pergi dengan rela dan penuh suka cita.

****

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

brown statue
Perilaku sombong merugikan karena umat tidak suka pandita yang sombong, dan tidak menghormati mereka. Kesombongan membangun tembok yang memisahkan pandita dengan umat sedangkan kerendahan hati adalah jembatan yang menghubungkan pandita dengan umat.

Tulisan Terkait