Sammā-Ājīvo, atau “Mata Pencaharian yang Benar”, merupakan salah satu komponen dari Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangika Magga) dalam ajaran Buddha. Sammā-Ājīvo mengajarkan kepada para pengikut Buddha untuk memperoleh mata pencaharian yang baik, etis, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam praktiknya, Sammā-Ājīvo berarti menghindari mata pencaharian yang tidak pantas, seperti perdagangan senjata, perdagangan budak, penjualan daging, penjualan minuman keras, dan penjualan obat-obatan terlarang. Sebaliknya, umat Buddha dianjurkan untuk memilih profesi yang membawa manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat, seperti menjadi petani, pengrajin, pedagang, atau profesional lainnya.
Sammā-Ājīvo juga mengajarkan prinsip kejujuran, integritas, dan transparansi dalam bekerja. Seorang umat Buddha yang menjalankan Sammā-Ājīvo tidak boleh menipu, berbohong, atau mencuri dalam pekerjaannya. Mereka harus bersikap adil, tidak manipulatif, dan tidak mengambil keuntungan yang tidak semestinya.
Dengan menjalankan Sammā-Ājīvo, umat Buddha diharapkan dapat menjalani kehidupan yang bermakna, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, dan mendukung perkembangan spiritual mereka sendiri. Praktik Sammā-Ājīvo juga diyakini dapat mengurangi penderitaan, meningkatkan keharmonisan sosial, dan membantu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.
Dalam keseluruhan ajaran Buddha, Sammā-Ājīvo memegang peranan penting sebagai salah satu elemen kunci untuk mencapai pembebasan dari penderitaan dan mencapai kebahagiaan sejati.

















