Top 10 Penulis

MasterChef dan Panca Bala

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

man in white chef uniform cooking
Photo by Johnathan Macedo

“Hari ini anda akan mengeksekusi hidangan yang pernah saya sajikan 20 tahun yang lalu. Acara hari ini untuk merayakan 10 tahun MasterChef dan 20 tahun restoran Gordon Ramsay”. Demikian dialog pembuka acara Masterchef.

“Dengar, fokus, dan pastikan bukan anda yang keluar lewat pintu tersebut” kata Gordon Ramsay kepada tiga peserta MasterChef Australia yaitu Ben, Chloe dan Michelle. Mereka akan mengikuti cara Gordon Ramsay membuat ulang hidangan marron dengan sup lobster dan vinaigrette.

“Jadi, hidangan dibungkus dengan saran. Bagaimana Anda memulai di awal, akan menentukan hasil akhirnya. Setiap langkah adalah penting”.

MasterChef merupakan acara yang asyik untuk ditonton. Tidak hanya menarik tetapi juga menjadi pengalaman belajar menyenangkan. Gordon Ramsey selalu membuat kejutan dalam menghadirkan keahlian memasaknya. Meskipun saya bukan seorang koki atau pemilik restoran, saya selalu mendapatkan informasi yang bermanfaat mengenai dunia masak dan lika-liku bisnis kuliner yang menarik.

“Memasak hidangan yang sudah dilakukan Gordon sejak 20 tahun yang lalu? Dia pasti sudah tahu benar komposisi hidangan. Jadi walaupun ada kesalahan sangat kecil saja dia akan mengetahuinya dengan sangat jelas” ujar Michelle salah satu peserta.

“Saya seperti tinggal dengan makhluk asing. Biasanya kalau kita masak kita sudah ada ide seperti apa hasil akhirnya tapi kali ini tidak ada gambaran” kata Ben.

Chloe, peserta lainnya mengalami kesulitan membuka lobster saat mengikuti instruksi yang dicontohkan Gordon. “Saya tidak tahu bagaimana membuka cangkang dan mengeluarkan dagingnya. Saya kehilangan banyak waktu membuka ini.”

Mendengar komentar para peserta tersebut menunjukkan bahwa kompetisi yang dihadapi tidaklah mudah. Mereka harus mengerahkan segala bakat dan daya upaya agar dapat tampil sebagai pemenang.

MasterChef menjadi menarik karena mengajak kita mengikuti perjuangan para kontestan bertahan sampai pada putaran akhir.

Resep menjadi pemenang

Para kontentan harus memiliki persiapan yang baik dan sikap mental yang positif. Buddha mengajarkan kita ada Lima kekuatan atau Panca Bala untuk dapat mencapai keberhasilan.

Panca Bala ini terdiri dari Saddha (keyakinan), Viriya (semangat), Sati (perhatian), Samadhi (Konsentrasi) dan Panna (kebijaksanaan)

Keyakinan

Kita harus yakin dengan diri kita sendiri. Kita dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang ada dalam diri kita. Ketika kita yakin, kita akan melakukan sesuatu dengan mantap dan tidak ragu-ragu. Kita melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan. Seperti contoh di atas, walaupun para peserta belum pernah memasak hidangan tersebut, mereka dengan penuh keyakinan mengikuti instruksi yang diberikan Gordon.

Semangat

Walaupun tangan Michelle terpotong pisau, dia tetap bersemangat mengikuti instruksi yang diberikan sambil diobati tangannya. Chloe tetap berusaha melepaskan daging lobster dari cangkangnya walaupun berkali-kali tidak berhasil. Chloe minta bantuan Ben cara membuka cangkang dan tetap semangat mengejar ketinggalan.

Perhatian Penuh.

Semua peserta memberikan perhatian penuh terhadap instruksi yang diberikan Gordon. Proses demi proses diperhatikan dengan seksama agar tidak ada terlewatkan.

Konsentrasi

Saat melakukan suatu proses peserta hanya fokus pada proses yang dilakukan saat itu. Saat memasak lobster yang diperhatikan apakah kematangannya sudah cukup, apakah bumbu yang digunakan sudah tepat takarannya. Mereka hanya konsentrasi terhadap apa yang mereka sedang kerjakan. Tidak terpengaruh oleh suara dan komentar para pemirsa.

Kebijaksanaan

Awalnya Chloe tidak dapat mengupas cangkang dengan baik. Namun dengan pengetahuan akhirnya dia berhasil mengupas cangkang dengan baik. Demikian juga Gordon Ramsay menjadi koki terkenal karena dia terus belajar dan berlatih sehingga menjadi piawai dalam memasak.

Pekerjaan apapun yang dilakukan dengan percaya kemampuan diri sendiri, keuletan, ketekunan, terus belajar dan berlatih akan memberikan hasil yang maksimal. Mari kita gunakan Panca Bala yang ada dalam diri kita untuk mencapai apa yang kita cita-cita kan.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

man in white chef uniform cooking
Kita harus yakin dengan diri kita sendiri. Kita dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang ada dalam diri kita. Ketika kita yakin, kita akan melakukan sesuatu dengan mantap dan tidak ragu-ragu.
red and white flag under blue sky during daytime
Mari dukung Gerakan Revolusi Mental. Menangkan pertempuran melawan kilesa.

Tulisan Terkait