Oktober 2023, kamu sekeluarga berkunjung ke Xinjang. Sebuah daerah otonomi yang sangat luas (1.6 juta km2), luasnya setengah dari India, delapan kali luas Inggris. Berada di ujung Barat China. Bandingkan dengan Indonesia yang luasnya 1.905 juta km² dengan penduduk 278 juta, sedangkan penduduk Xinjang hanya sekitar 26 juta.
Xinjang merupakan salah satu daerah otonomi dari 5 daerah otonomi yang ada di sana, kalau kita biasa disebut daerah khusus.
China memiliki 5 daerah otonom, yang merupakan daerah dengan tingkat otonomi yang tinggi dan penduduk minoritas etnis.
- Xinjiang, terletak di barat laut Tiongkok, dengan mayoritas penduduk Uighur.
- Tibet, terletak di barat daya Tiongkok, dengan mayoritas penduduk Tibet.
- Mongolia Dalam, terletak di utara Tiongkok, dengan mayoritas penduduk Mongol.
- Guangxi, terletak di selatan Tiongkok, dengan mayoritas penduduk Zhuang.
- Ningxia, terletak di barat laut Tiongkok, dengan mayoritas penduduk Hui.
Pada saat dinasty Qin, Kaisar Qin Shi Huang mengambil keputusan politik yang berpengaruh sampai sekarang. Menghapus sistem feodal, sehingga tidak ada raja-raja kecil di sana, semua pimpinan daerah ditugaskan dari pusat. Di seluruh wilayah kerajaan harus menggunakan tulisan yang sama, mata uang yang sama, ukuran panjang & berat yang sama. Keputusan politik ini sampai sekarang masih berlaku, bahkan selanjutnya menjadi prinsip di seluruh dunia. Ada teori yang mengatakan bahwa kata “China” berasal dari dinasty pertama Qin.
***
Dari Jakarta kami tiba di Shanghai, naik pesawat langganan Garuda Indonesia, selama sekitar 5 jam lebih. Setelah beristirahat, kami menuju Uruqi dengan waktu perjalanan 5 jam, ya tidak salah 5 jam. Sangat jauh dari Shangai, kalau naik kendaraan butuh waktu 2 hari.
Dari atas pesawat kami melihat gurun yang luas sekali, lebih dari satu jam hanya gurun tanah kosong tidak ada penghuninya, lalu di atas pengunungan salju, lebih dari satu jam, lalu melewati lagi gurun pasir lagi. Benar-benar jauh. Barulah pesawat mendarat di Urumqi, kalau di China disebut sebagai Urumuqi, ada tambahan kata “mu”.

Koleksi pribadi, pemandangan dari jendela pesawat dalam perjalanan Shanghai menuju Urumqi.
Karena luasnya, secara umum Xinjang dibagi menjadi 2 bagian, Utara dan Selatan. Kami berkunjung ke bagian Selatan, selama 12 hari. Inipun mereka katakan masih belum cukup, mungkin butuh lebih lagi.
***
Di Xinjang Selatan harus berkunjung pada musim gugur (Oktober-November), sehingga dapat melihat pemandangan unik di sana. Daun-daun yang kuning, gunung bersalju dan lainnya. Tetapi cukup dingin, selama 12 hari kami selalu berpakai tebal.
Kalau ke Xinjang Utara, harus berkunjung pada musim semi (Mei-July), akan melihat pemandangan padang rumput, pegunungan yang indah dan lainnya.
***
Xinjang ada di bagian Barat China, yang berbatasan dengan beberapa negara Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Afghanistan, and Pakistan.
Tidaklah mengherankan hal ini Xinjang memiliki lokasi sebagai daerah transit perdagangan selama jalur Sutra.
Fakta sejarah di Xinjang dahulu pada abad ke tiga, masyarakat di Xinjang banyak menganut agama Buddha, di sana ada seorang tokoh yang sangat terkenal yaitu Kumārajīva, yang berjasa menterjamahkan beberapa sutra dari bahasa Sansekerta menjadi bahasa China, daerah ini dahulu adalah sebuah kerajaan Kucha.

Monumen Kumārajīva
Kumārajīva adalah seorang biarawan Buddhis, cendekiawan, dan penerjemah dari Kerajaan Kucha, yang sekarang menjadi bagian dari Xinjiang, Tiongkok. Dia terkenal karena menerjemahkan banyak teks Buddhis dari bahasa Sanskerta ke bahasa Tionghoa, dan memperkenalkan aliran Mādhyamaka dari filsafat Buddhis ke Tiongkok. Dia lahir pada tahun 344 M dan meninggal pada tahun 413 M12
Beberapa sutra yang diterjemahkan oleh Kumārajīva ke dalam bahasa Tionghoa adalah:
- Sutra Hati, yang merupakan intisari dari Sutra Kesempurnaan Kebijaksanaan, yang mengajarkan tentang sunyata atau ketiadaan esensi dari semua fenomena3
- Sutra Amitabha, yang menggambarkan Tanah Murni dari Buddha Amitabha, yang dapat dicapai oleh siapa saja yang memuja nama-Nya dengan tulus4
- Sutra Intan, yang merupakan salah satu teks utama dari aliran Huayan, yang mengajarkan tentang saling ketergantungan dari semua fenomena dan kekosongan dari semua konsep5
Terdapat goa-goa tempat para Bhiksu bermeditasi, sekarang peninggalannya sudah rusak, baik karena perang maupun karena faktor usianya.

Kizil Cave
***
Sebuah kota yang sekarang dikenal dengan Hotan, dahulu adalah sebuah kerajaan dengan nama Hetian. Berdasakan temuan sejarah, penduduknya juga penganut Buddha. Raja Hetian berhubungan erat dengan Kaisar Dinasty Tang.
Daerah ini penghasil giok warna putih seperti lemak kambing yang sangat mahal harganya. Hal ini sudah berlangung sejak lama. Sekarang daerah ini juga merupakan salah satu penghasil minyak.
Di museum kota Hotan terdapat sebuah peninggalan yang sangat langka, sebuah kain sutra yang masih sempurna, bertuliskan aksara mandarin, seperti gambar di bawah ini.

Walaupun hanya sepotong kain, peninggalan ini dianggap harta negara penting di China. Karena makna tulisan yang ada di kain tersebut, menurut guide, tersirat bahwa suatu saat 5 bintang akan mengalami kejayaan. Lima bintang di sini mereka anggap adalah simbol bintang yang ada di bendera negara China sekarang.
***
Menurut catatan Xuanzang yang kita kenal dalam dongeng Sungokong, pernah berkunjung ke Xinjiang pada zaman itu, pada tahun 629-645, mencatat banyak kerajaan di sana, yang umumnya penganut Buddha.
Novel Sungokong , adalah novel yang terinspirasi dari pejalanan Xuangzang tersebut, sedangkan novel tersebut ditulis pada abad ke 16, sembilan ratus tahun kemudian.

Koleksi pribadi.
Sekembalinya Xuanzang dari India, beliau sempat menetap di sebuah kerajaan kecil di kota Tashkurgan untuk mengajar. Sekarang kota kecil ini berdekatan dengan perbatasan Pakistan.
Daerah kota tersebut tidak banyak batu-batuan untuk membuat sebuah bagunan, sehingga untuk membangun kota penduduk setempat membawa batu dari berbagai tempat, sehingga terbentuklah sebuah kota yang dikelilingi tembok batu. Sekarang yang tersisa hanyalah reruntuhannya saja. Kota ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang puncaknya diselimuti salju, sehingga ketika keluar hotel sudah terlihat bukit-bukit tersebut, pemandangan yang indah dan menarik sekali.
Penduduk setempat adalah suku Chinesse Tajiks, nenek moyang mereka berasal dari Persia, sehingga mereka memiliki ciri fisik yang berbeda dari ras Mongoloid kebanyakan. Mereka memiliki mata lebar berwarna coklat, hidung mancung, kulit putih dengan alis dan rambut yang tebal. Mereka juga dikenal sebagai suku yang berwajah rupawan.
Chinese Tajiks memiliki kebudayaan yang kaya dan unik. Mereka memeluk agama Islam Sunni, tetapi juga mempertahankan beberapa tradisi primitif, seperti menyembah elang sebagai totem mereka. Mereka berbicara bahasa Sarikoli, yang termasuk dalam rumpun bahasa Iran Timur. Mereka juga bisa berbahasa Mandarin, Uyghur, dan Kyrgyz. Mereka hidup dari bertani, beternak, dan berdagang. Mereka memiliki pakaian tradisional yang berwarna-warni dan berperhiasan

Pernikahan suku Chinese Tajiks, sumber
Sebagian besar keluarga Chinese Tajiks yang tinggal di Tashkurgan memang ada yang bekerja sebagai penjaga perbatasan. Hal ini karena mereka tinggal di daerah yang strategis dan rawan konflik, yaitu di perbatasan antara China, Tajikistan, Afghanistan, dan Pakistan. Daerah ini juga merupakan jalur penting bagi Jalur Sutra, yang merupakan rute perdagangan kuno antara Asia dan Eropa.
Namun, menjadi penjaga perbatasan juga memberikan kebanggaan dan penghargaan bagi Chinese Tajiks, karena mereka merasa berkontribusi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara mereka.
***
Dengan berlangsungnya Jalur Sutra, maka Xinjang menjadi tempat penting pedagangan, perutukaran penduduk budaya dan lainnya.
Karena posisi ini maka Xinjang dihuni oleh banyak suku yang berbeda-beda. Jika China ada 56 suku , 40 di antaranya ada di Xinjang
Jumlah populasi Xinjang sebesar 25.89 juta berdasarkan sensus 2021, dengan kompisisi, suku Uyghur: 44.96%, suku Han: 42.24%, sisanya adalah suku-suku lainnya.
Ada suku yang populasinya hanya 33 ribu orang, yaitu suku Chinese Tajik, walaupun suku ini sedikit tapi terkenal di China, karena mereka sangat setia pada negara. Hampir setiap keluarga di sana salah satu anggota mereka adalah tentara penjaga perbatasan. Ada yang kakeknya penjaga satu daerah, diteruskan ke anaknya, lalu ke cucunya.
Hal ini terjadi karena mereka tinggal di dataran tinggi Tashkurgan, dimana oksigen tipis, dingin, ditutupi salju bisa lebih dari 6 bulan, sehingga tidak semua orang mampu bertahan di daerah ini sebagai penjaga perbatasan.
Kami sempat berkunjung ke rumah mereka, ternyata hampir banyak rumah ada guest house yang dibagun pemerintah untuk menambah penghasilan mereka.

Koleksi pribadi, sebuah danau di kaki gunung salju abadi dalam perjalanan menuju Tashkurgan, kota yang berdekatan dengan perbatasan Pakistan.
***
Dengan terbukanya Jalur Sutra, maka banyak pedagang datang dari berbagai negara, sehingga tidak mengherankan kalau di Xinjiang terdapat 40 suku yang berbeda, temasuk ada suku Rusia.
Ketika daerah yang ramai di Urumqi, ada orang yang wajahnya seperti orang barat, tetapi berbahasa mandarin, ada yang berwajah seperti orang persia dan macam-macam.
Tentunya menetapnya mereka, juga membawa kepercayaan dan agamanya, sehingga tidak mengherankan Xinjang pada pendatang beragama Islam.
Mesjid disana banyak yang indah-indah. Banyak di antaranya sudah rusak, tetapi masyarakat atau pemerintah disana membangun ulang. Sempat berkunjung ke mesjid paling terkenal, sayang waktu tiba sedang tutup, karena penjaganya sedang istirahat. Karena mengejar waktu, kami tidak dapat menunggu

Pasti banyak yang kenal mesjid ini (koleksi pribadi).
***
Makanan di sana dominan terkait dengan daging kambing. Tidak seperti di Indonesia kambing tidak terlalu banyak jenisnya, di sana banyak jenisnya. Dan yang penting rasanya enak, tidak bau dan empuk.
Salah satu yang paling luar biasa di sana adalah rasa buah-buahannya. Semuanya manis, benar-benar manis. Melon rasanya manis sekali, semangka juga manis, delima manis, apalagi anggur.
Waktu keluar hotel, ada pedagang kaki lima yang menjajakan buah-buahan, saya menghitung ada lebih dari 10 jenis anggur. Dan banyak rumah perkarangannya ditanami anggur, Selain rimbun, juga menghasilkan buah.
Karena anggur mudah ditanam, jadi tidak heran kalau di sana banyak sekali kismis. Anggur yang dikeringkan, cemilan kesukaan saya waktu kecil.
Di sana juga penghasil susu, jadi tidak heran kalau di sana banyak cemilan dari susu/yogurt. Ada kacang, almon dibungkus dengan yogurt, seperti telur isinya ayam kecil. Es krim di sana juga enak, rasanya alami, dibuat dari susu asli.
Daging kambing di sate, tapi tentu bumbunya berebeda. Saya sempat mencicipi satenya, empuk, karena bumbu nya tidak manis, tidak bikin kenyang. Sate ditusuk pakai semacam kawat besi.

Si om lagi sibuk bikin sate.

Es krim susu asli, bikin ngiler, 15 ribu dapat segelas.

Mesin pembuat es krim, karena daeranya dingin, es krim gak gampang mencair.

Berbagai cemilan dari susu, di botol adalah madu alam

Jus delima, hanya 30 ribu rupiah, dijamin gak sepet, warna delimanya bikin kesel, gak akan ketemu di sini. Kalau ke sana jangan lupa coba melon dan semangkanya.

Penjual kopi pinggir jalan, gelasnya warna-warni, eh disampingnya ada penyewaan power bank. Penyewaan power bank di sana merajalela, dimana aja ada.

Penjual yogut, saya gak suka yogut. Tapi katanya enak, jagungnya juga jagung ketan, agak lengket kalau dimakan.

Macam-macam mie, di sana mie adalah salah satu makanan pokok selain naan (roti mirip roti untuk buat pizza)

Ini bukan spaghetti, tapi biangmien, salah satu makanan hari-hari orang Xinjang, rasanya mirip spaghetti tapi bukan.
Bumbu terdiri dari daging kambing, tomat, paprika, daun bawang rasanya enak.
Ketika Marcopolo mampir ke Xinjang, mungkin ketagihan biangmien, lalu diubah namanya jadi spaghetti.
***
Di bawah ini foto-foto istana dengan pengharuh seni Islam yang kuat




Bangunan ini aslinya dapat dikatakan sudah hancur, berdasarkan data yang ada pemerintah setempat membangun ulang, sehingga menjadi bentuk yang seperti yang sekarang. Sekarang menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan.
***
Pemandangan di Xinjang Selatan di dominasi pengunungan diliputi salju abadi, padang pasir yang dingin dan musim gugur yang indah.

Danau di kelilingi gunung salju

Gunung yang diliputi salju abadi di pinggir jalan.

Gunung es di mana-mana, danau selalu berdekatan dengan gunung es abadi.

Yak, salah satu hewan yang diternak di Xinjang, warnanya unik, menjadi bahan foto yang bagus di pinggir danau. Hmmm, harus bayar ke penduduk setempat kalau mau foto bersama.

Lagi-lagi gunung es.

Gurun pasir yang dingin.
Xinjang banyak ditutupi oleh gurun pasir dingin (cold desert), padang pasir kalau musim dingin ditutupi oleh salju, selalu dingin, berada ada di ketinggian. Bahkan musim panas suhu hanya mencapai 38 derajat. Anginnya dingin, bahkan bisa mencapai dibawah 0 derajat.
Pada salah satu perjalanan, kami melewati padang pasir lebih dari 6 jam tanpa henti, pemandangan hanya seperti di atas.
***
Walaupun Xinjang banyak yang indah, secara umum area nya ditutupi oleh salju yang dingin atau pengunungan salju. Perlu extra keras untuk bercocok tanam di sana.
***
Jalan raya di Xinjang sangat baik, lebih baik dari jalan toll kita, tidak begelombang, marka jalan terawat, pengemudi juga disiplin. Foto terlampir di bawah


Anggur sepertinya mudah tumbuh, banyak rumah yang menanam anggur. Karena anggur tanaman yang merambat, jadi bisa sebagai peneduh selain buahnya enak.

Tanaman anggur menjadi daya tarik tersendiri, kombinasi warna daun dan temboknya menjadi unik.

Anggur terus merambat ke atas, tapi mereka membiarkan, sepertinya liar, tapi menambah keunikan bangunannya.

Gambar di atas, buah kering hasil perkebunan di Xinjang, di kota Kashgar. Salah satu yang terbanyak adalah anggur kering, atau kismis.
Buah-buahan kering ini tidak dijemur, cukup diangin-anginkan saja akan kering, karena udara di sana kering, tidak seperti di Indonesia yang umumnya lebab. Karena udara kering, malam cuci baju, pagi sudah kering, padahal diangin-anginkan di dalam kamar hotel.
Karena udara kering dan dingin, maka kulit juga mudah kering. Apalagi kalau setiap hari mandi dan sabunan, mandi dengan sabun, akan membuat minyak di kulit bersih, sehingga mudah kering. Karenanya kalau mandi pakai sabun, sebaiknya pakai body lotion.
Sebenarnya tidak harus mandi tiap hari, karena tidak berkeringat sama sekali. Cukup bagian penting saja disabuni.

Jus anggur
Karena begitu banyak anggur, anggur menjadi murah, di hotel saya menemui jus anggur. Sesuatu yang sangat mewah kalau di Indonesia, karena anggur harganya mahal. Pernah ada tamu dari Barat, ketika di Bali terkagum-kagum melihat jus pepaya, karena di negaranya pepaya mahal.
***
Saya mencicipi beberapa jenis teh yang jarang kita kenal.

Teh bunga krysan, bunganya kecil-kecil, diminum sedikit ditambahkan madu, rasanya unik, alami.

Teh dengan daun mint segar, daunnya banyak sekali. Rasa mint sangat kuat, rasanya seperti sedang sikat gigi.

Teh dengan berbagai bunga kering, ada lengkeng kering dengan kulitnya dan buah lainnya, teh tapi rasanya kaya ada buah.

Nasi kambing, nasi dimasak dengan wortel, daging kambing. Dagingnya empuk dan guriiiih. Nasinya berminyak pulen rasanya, di kota Kasghar, penjualnya keluarga Uyghur, restorannya luas, pengunjung ramai, boleh nambah nasi tapi tidak boleh nambah daging :).

Sate kambing, harus dicoba. Dagingnya empuk, harganya hanya 7 ribu pertusuk, dagingnya besar-besar. Bahan sate daging, hati, ginjal, jantung, jeroan, tinggal pilih yang mana. Sate makanan yang umum di sana, banyak restoran dan kaki lima.

Kambing di pangang, mirip sate, tapi rasanya lebih enak.

Walaupun Xinjang jauh dari laut, di sana ada danau air asin, jadi ikan diternak di sana. Ikan masak tomat, rasanya enak, entah gimana cara masaknya kayanya mereka jago-jago masak ikan. Restoran ini memang spesial masak ikan.

Naan, roti khas Xinjang, mirip pizza tanpa topping, makanan hari-hari. Mungkin Marcopoli ketika berkunjung ke Xinjang terinspirasi, lalu di rebrand menjadi Pizza.

Obat kuat khas Xinjang, campuran berbagai telur dan herbal diaduk, langsung dimakan.
***
Perjalanan ke Xinjang cukup melelahkan, karena daerah wisata banyak yang berjauhan, harus ditempuh dengan kendaraan berjam-jam. Ada beberapa perjalanan yang butuh waktu 6 jam lebih.
Setelah berkunjung ke banyak daerah, Xinjang adalah salah satu tempat yang paling menarik, selain sejarah, budaya dan alamnya yang unik dan indah. Di China sering dikatakan bahwa jika sudah pergi ke Xinjang, tidak perlu pergi ke tempat lain di China. Karena semua daerah yang indah di China, dapat di temukan di Xinjang. Danau, hutan, gunung, padang rumput, padang pasir, gunung salju dan lainnya.

















