Top 10 Penulis

Memahami Akatam: Keutamaan Tanpa Perbuatan dalam Ajaran Buddha

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

a group of monks sitting at desks in a room
Photo by Chinmay B

Dalam ajaran Buddha, konsep Akatam atau “yang tidak dibuat” merupakan salah satu prinsip fundamental. Akatam merujuk pada keadaan spiritual murni, abadi, dan tanpa kondisi, yang melampaui segala bentuk perbuatan, pembentukan, atau penciptaan.

Ajaran ini ditemukan dalam Sutta Nipata, salah satu kumpulan khotbah tertua dalam Kanon Pali. Berikut adalah sutta yang membahas mengenai Akatam:

Dari Sutta Nipata:

Terjemahan:
“Tidak ada konseptualisasi tentang yang tidak dibuat, tidak ada perbuatan dalam hal yang tidak dibuat;
Kedua-duanya, yang akhir dan yang tengah, mengarah ke sana, ke manapun sang bijak pergi.”

Dalam sutta ini, Buddha mengajarkan bahwa Akatam berada di luar jangkauan konseptualisasi dan perbuatan. Ia melampaui dualitas antara “yang ada” dan “yang tidak ada”, antara “yang dibuat” dan “yang tidak dibuat”. Sang bijak, yang telah mencapai pemahaman tentang Akatam, dapat bergerak dengan bebas ke manapun, tanpa terikat pada konsep-konsep dan perbuatan.

Pemahaman akan Akatam dapat membebaskan kita dari belenggu pemikiran dan tindakan yang terbatas, membuka jalan menuju ketenangan batin dan pencerahan. Dengan menyadari keabadian dan kesempurnaan Akatam, kita dapat melepaskan diri dari kemelekatan dan penderitaan, mencapai kebahagiaan sejati.

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Man Showing Wristwatch
Sammā-Ājīvo juga mengajarkan prinsip kejujuran, integritas, dan transparansi dalam bekerja.

Tulisan Terkait