Dalam ajaran Buddha, salah satu konsep fundamental yang sering dibahas adalah dukkha, yang dapat diartikan sebagai “penderitaan” atau “ketidakpuasan”. Memahami asal mula dukkha merupakan kunci untuk dapat mengatasi dan menghentikan penderitaan tersebut.
Menurut ajaran Buddha, dukkha memiliki tiga manifestasi utama:
- Dukkha-dukkha: Penderitaan yang jelas terlihat, seperti sakit, sedih, dan nyeri.
- Viparinama-dukkha: Penderitaan yang timbul karena perubahan dan ketidakpastian dalam hidup.
- Sankhara-dukkha: Penderitaan yang melekat pada semua fenomena yang terkondisikan, termasuk kebahagiaan dan kenikmatan.
Asal mula dukkha dijelaskan dalam Sutta Pitaka, kumpulan khotbah-khotbah Buddha yang termuat dalam Tripitaka, kitab suci agama Buddha. Salah satu sutta yang membahas hal ini adalah Dhammacakkappavattana Sutta, yang merupakan khotbah pertama Buddha setelah Pencerahan.
Dalam Dhammacakkappavattana Sutta, Buddha menyatakan:
“Idaṃ kho pana, bhikkhave, dukkhaṃ ariyasaccaṃ: jātipi dukkhā, jarāpi dukkhā, byādhipi dukkho, maraṇampi dukkhaṃ, appiyehi sampayogo dukkho, piyehi vippayogo dukkho, yampicchaṃ na labhati tampi dukkhaṃ, saṃkhittena pañcupādānakkhandhā dukkhā.”
Terjemahan dalam bahasa Indonesia:
“Inilah, para bhikkhu, Kebenaran Mulia tentang Penderitaan: Kelahiran adalah penderitaan, Usia tua adalah penderitaan, Penyakit adalah penderitaan, Kematian adalah penderitaan, Berpisah dari yang dicintai adalah penderitaan, Tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah penderitaan, Singkatnya, lima kelompok kehidupan yang melekat adalah penderitaan.”
Dalam sutta ini, Buddha menjelaskan bahwa sumber utama dukkha adalah kelekatan (upadana) terhadap lima kelompok kehidupan yang melekat (pañcupādānakkhandhā), yaitu bentuk fisik, perasaan, persepsi, kondisi-kondisi mental, dan kesadaran. Kelekatan terhadap hal-hal yang bersifat sementara dan terkondisikan ini menjadi akar penderitaan.
Memahami asal mula dukkha adalah langkah awal untuk dapat melepaskan diri dari penderitaan dan mencapai pembebasan sejati, yang dikenal sebagai Nibbana dalam ajaran Buddha.

















