Segala Kejahatan di Dunia adalah Wujud Ketidakmahiran
Sejak lama, makhluk-makhluk di dunia belum sepenuhnya lepas dari kejahatan, apakah berupa pembunuhan, pencurian, tindak asusila, penipuan, dan sebagainya. Secara umum, munculnya kejahatan sering disangkutpautkan dengan supremasi hukum yang berlaku. Apakah benar demikian?
Dalam perspektif Dhamma, ragam-ragam kejahatan biasa dijuluki sebagai tindakan akusala yang merupakan antonim dari kusala. Merujuk Saddanītippakaraṇa, salah satu permaknaan kusala adalah upaya memangkas bagian-bagian pengotor yang sudah muncul dan akan muncul, seumpama memangkas rumput liar.
Upaya ini membutuhkan sikap cekatan atau kemahiran tertentu, yang dibentuk oleh pelatihan-pelatihan. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa ketika seseorang terbiasa melakukan kejahatan, bisa disebut sebagai orang yang tidak mahir.
Ragam Jenis Ketidakmahiran dan Pangkal Ketidakmahiran
Secara umum, ketidakmahiran bisa diperinci menjadi sepuluh hal, yaitu: tindak membunuh, mencuri, asusila, berdusta, mengadu domba, berkata kasar, omong kosong, ketamakan, kebencian, serta pandangan keliru (M i 47). Kesepuluh hal ini sesungguhnya memiliki tiga pangkal, yakni: keserakahan (lobha), kejengkelan (dosa), dan kesesatan (moha).
Keserakahan berarti bersifat tamak, menginginkan, atau mendambakan yang mengarah kepada cara-cara untuk selalu mendapat lebih. Kejengkelan berarti cipta yang tergerogoti sehingga iritasi yang berujung membenci. Kesesatan seumpama seseorang yang tersesat arah, tidak tahu jalan yang sesuai. Ketiga hal inilah yang perlu dipangkas dengan usaha tertentu mengembangkan kebalikannya, yaitu ketidakserakahan, ketidakjengkelan, dan ketidaksesatan (cf. DA iii 985; D-ṭ iii 238).
Dalam uraian lebih lanjut, pangkal ketidakmahiran bisa termanifestasi dalam dua belas pemilahan cipta berdasarkan pembentuknya, antara lain: delapan cipta yang dibentuk oleh keserakahan sebagai pangkal (lobhamūlacitta), dua cipta yang dibentuk oleh kejengkelan sebagai pangkal (dosamūlacitta), serta dua cipta yang dibentuk oleh kesesatan sebagai pangkal (mohamūlacitta) (cf. Dhs 258; Vbh 297). Pemilahan seperti ini, jika dipegang dengan benar, bermanfaat untuk membantu meluruskan cara pandang dalam praktik, sehingga mantap dalam mengembangkan pemahaman terkait ciri-ciri umum, yakni: ketidakkekalan, kesukarbertahanan, serta ketanpadirian.
Ragam-Ragam Kualitas yang Menghancurkan Ketidakmahiran
Jika diselisik lebih lanjut, pangkal ketidakmahiran adalah saling terkait satu sama lainnya. Bila salah satu pangkal ketidakmahiran muncul, pangkal yang lainnya bisa turut muncul dan berkembang. Sehingga, membuat redam pangkal-pangkal kemahiran.
Sebaliknya, bila salah satu dari pangkal kemahiran muncul, pangkal kemahiran lainnya bisa turut muncul dan berkembang. Ini yang mengondisikan pangkal ketidakmahiran redam. Selain itu, disebutkan juga kualitas-kualitas lain yang membantu memunculkan kualitas mahir sekaligus menghancurkan kualitas tidak mahir, di antaranya: kegigihan (vīriyārambha), sedikit keinginan (appicchatā), keberpuasan (santuṭṭhitā), perhatian sesuai seluk-beluknya (yonisomanasikāra), serta pemahaman menyeluruh (sampajañña) (A i 12–13).
Daftar Rujukan:
Rujukan Utama:
Davids, R. (Ed.). (1978). The Vibhaŋga: the Second Book of the Abhidhamma Piṭaka. London: The Pali Text Society.
Müller, E. (Ed.). (1885). The Dhammasaṅgaṇī. London: Oxford University Press.
Morris, R., & Warder, A. (Eds.). (1961). Aṅguttara-nikāya: Ekanipāta, Dukanipāta, and Tikanipāta (2nd Edition ed., Vol. I). London: Luzac & Company, Ltd.
Trenckner, V. (Ed.). (1979). Majjhima-Nikāya (Vol. I). London: The Pali Text Society.
Windisch, E. (Ed.). (1889). Iti-Vuttaka. London: Oxford University Press.
Rujukan Pengulas:
Aggavaṁsa. (2001). Saddanīti: La Grammaire Palie D’Aggavaṃsa: Dhātumālā (Pariccheda XV–XIX) (Vol. II). (H. Smith, Ed.) Oxford: The Pali Text Society.
Buddhaghosa. (1971). The Sumaṅgala-Vilāsinī: Buddhaghosa’s Commentary on the Dīgha-Nikāya (Vol. III). (W. Stede, T. Davids, & J. Carpenter, Eds.) London: Luzac & Company, Ltd.
Dhammapāla. (1970). Dīghanikāyaṭṭhakathāṭīkā Līnatthavaṇṇanā (Vol. III). (L. d. Silva, Ed.) London: Luzac & Company, Ltd.

















