Top 10 Penulis

Memberi dan Berbuat untuk Orang Lain

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

persons hand forming heart
Photo by Andrew Moca

“The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others.”

“Cara terbaik untuk menemukan diri Anda sendiri adalah dengan menyibukkan diri dalam pelayanan kepada orang-orang lain.”

~ Mahatma Gandhi ~

Dunia ini berisikan berbagai tipe orang. Ada tipe orang yang sangat pelit, kikir, dan hanya mementingkan diri sendiri alias egois. Ada tipe orang yang sangat memperhatikan orang lain bahkan sampai mengabaikan dirinya sendiri. Dan ada tipe orang yang mampu menjaga keseimbangan antara memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan orang lain.

Kisah berikut memberikan teladan bagi kita tentang seseorang yang mampu bertransformasi dari sebelumnya sebagai orang yang hanya mementingkan diri sendiri menjadi orang yang mau memperhatikan dan menolong orang lain. Dalam proses transformasi ini ternyata dia tidak hanya menolong orang lain melainkan juga menolong dirinya sendiri sehingga mampu hidup sangat lama di dunia ini.

***************************************************

Pria ini pernah menjadi salah satu orang terkaya di Amerika dan dunia. Dia berhasil mengumpulkan uang jutaan dolar untuk pertama kalinya pada usia 33 tahun. Pada usia 43 tahun dia berhasil membangun monopoli paling besar di dunia saat itu, yakni perusahaan “Standard Oil Company” yang bergerak di industri perminyakan. Semula dia dianugerahi kondisi tubuh yang sehat dan kuat karena dia dibesarkan di daerah pertanian. Tubuhnya kekar, dadanya lapang, bahunya tegap. Sewaktu berjalan, langkahnya pun sangatlah mantap.

Namun karena sifatnya yang egois, sangat kikir, dan pencemas akut, di usia 53 tahun kondisi fisiknya menjadi sangat memprihatinkan. Bertolak belakang dengan kondisi fisiknya di waktu muda. Di usia 53 tahun tersebut, fisiknya sangat rapuh, dengan kepala hampir botak, punggung bongkok, dan mata yang kekurangan semangat hidup. Namun dia dianggap bisa “memperpanjang” usianya selama 45 tahun dari sewaktu berusia 53 tahun dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan sampai akhirnya meninggal di usia 98 tahun.

Di sebagian besar kehidupannya sampai berusia 53 tahun, dia sangatlah kikir dan sering dilanda kecemasan mengenai harta yang sudah dimiliki dan tingginya harapan untuk bisa mengumpulkan harta lebih banyak lagi. Dia benar-benar egois dan hidupnya hanya untuk mengumpulkan harta.

Dikisahkan pada suatu pagi si kaya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di atas lantai kantor oleh rekan bisnisnya. Kondisi ini terjadi karena dia merasa demikian cemas mendapat berita semalam bahwa kapalnya yang penuh dengan muatan akan tetapi tanpa asuransi sedang berjuang keras melewati badai dahsyat di lautan. Si rekan bisnis menawarkan untuk mencoba membeli asuransi bagi muatan kapal tersebut. Melihat kesempatan untuk tidak rugi besar karena karamnya kapal akan membuat pihak asuransilah yang harus membayar harga muatannya, dia segera mengiyakan.

Si rekan bisnis segera pergi meninggalkan kantor mereka. Tidak terlalu lama dia sudah kembali dengan sangat gembira karena berhasil membeli dan menutup asuransi yang dibutuhkan. Akan tetapi yang didapati setibanya dia di kantor adalah kondisi pria tersebut yang semakin sekarat di atas lantai. Ternyata begitu ditinggalkan, pria tersebut menerima kabar bahwa kapalnya selamat sedangkan dia tidak berdaya untuk mencegah temannya membeli asuransi sehingga pria tersebut begitu nelangsa harus kehilangan uang untuk membeli asuransi!!

Setelah kejadian itu, pria tersebut yang bernama John D. Rockefeller lebih bermurah hati dan menggunakan kemampuannya terutama dalam hal finansial untuk lebih banyak memberi dan berbuat bagi banyak orang. Sangat mungkin perbuatan-perbuatan baik yang sudah banyak dilakukannya berkontribusi dalam membawa lebih banyak kebahagiaan di kehidupannya sehingga bisa memperpanjang usianya sampai sangat lanjut.

***************************************************

Sudahkah kita menggunakan hal-hal baik dan kemampuan yang kita miliki saat ini untuk memberi dan berbuat baik lebih banyak lagi kepada orang lain? Seringkali kita menikmati semua yang kita miliki untuk diri sendiri tanpa mau mengingat bahwa masih banyak orang yang menderita di sekitar kita dan memerlukan uluran tangan kita.

Perbuatan baik tidak harus besar dan mentereng, cukup dengan kebaikan-kebaikan kecil namun dilakukan secara rutin atau terus-menerus. Dengan lebih banyak memberi dan berbuat baik bagi orang lain, kebahagiaan dalam kehidupan akan lebih mudah kita raih.

Orang bijaksana mengatakan, ”Jika kita masih belum puas dengan apa-apa yang kita jalani dan terima sampai saat ini, sangat mungkin kita belum cukup memberi dan berbuat baik bagi orang lain.” Artinya, jika kita ingin mendapatkan yang lebih lagi dalam kehidupan ini maka memberi dan berbuat baiklah lebih banyak lagi bagi orang lain.

Teruslah berupaya berbuat baik bagi orang lain karena perbuatan baik mempermudah kita dalam mengeluarkan diri kita yang terbaik. Dengan mampu mengeluarkan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik yang ada dalam diri kita, memungkinkan kita untuk berbuat baik lebih banyak lagi bagi diri sendiri dan sesama sepanjang kehidupan ini. Kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih luas dalam kehidupan niscaya akan menjadi milik kita.

“Jika kita menginginkan yang lebih dalam kehidupan ini, perbanyaklah memberi dan berbuat baik terlebih dahulu kepada orang lain.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

red apple fruit on four pyle books
Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran. Xun Zi
woman, field, happiness, thank you, terima kasih
Suatu ketika ada seorang pemuda yang merasa hidupnya sangat sulit. Seperti lazimnya manusia, dia ingin mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Tulisan Terkait