Sebagai perumah tangga berjuang untuk terus melatih diri tidaklah mudah. Walaupun hanya bertekad untuk mempraktekkan lima sila atau meditasi tidaklah mudah. Apalagi dengan lingkungan yang tidak mendukung dalam berlatih. Dengan berbagai alasan pikiran yang sudah dimotivasi untuk berlatih setiap hari. terkadang kebutuhan hidup mengalahkan komitmen, disiplin dan tekad yang sudah dibangun setiap hari. suasana batin, rasa sakit tubuh juga dapat yang merapuhkan semua semangat untuk berlatih. untuk berlatih terus menerus dan disiplin diri sangat dibutuhkan untuk kemajuan batin yang lebih baik.
Bagi perumah tangga butuh dukungan keluarga, motivasi dari guru dan teman yang se-frekuensi. Perumah tangga yang belum mapan atau sudah mapan melatih diri sangat penting walaupun terkadang kalah dengan kesibukan dan kebutuhan materi. Mengelola batin sama dengan mengisi asupan nutrisi tubuh ini. Apa yang kita makan sangat menentukan baik buruknya kesehatan kita, demikian juga mengelola batin ini.
Untuk itu sangat pentingnya sebagai perumah tangga yang sedang berlatih untuk terus motivasi diri. Dalam menghadapi perubahan dan problem kehidupan yang tidak pernah usai ini. Lingkungan keluarga yang nyaman dan teman yang mendukung sangat dibutuhkan dalam latihan diri. Tentu tekad yang kuat, kontinuitas, semangat dan displin sangat menentukan kualitas perkembangan batin setiap orang.
Ketika semangat sudah mulai kendor akan kesibukan pekerjaan, maka perlu memotivasi diri sendiri untuk terus berlatih. Untuk memotivasi diri sendiri perlu perenungan diri yang mendalam dengan diri sendiri. Penulis sering bertanya kepada diri sendiri tujuan awal melatih diri untuk apa sih? Tentu setiap orang punya jawaban yang berbeda. Bagi penulis melatih diri untuk mengembangkan kualitas batin untuk menjadi lebih baik dan bijaksana yang menjadi fokus.
Akan tetapi, hal tersebut tak semudah yang diharapkan. Dalam prakteknya dimana pikiran cepat sekali berubah dan suka beralasan. Melawan rasa malas, keinginan, kekhawatiran, ketakutan dan keragu-raguan menjadi penghambat yang paling dominan.
Untuk memotivasi diri penulis sering merenung apa sih yang harus kita lakukan selama 24 jam setiap hari? apakah hanya bangun tidur kemudian untuk bekerja mengumpulkan uang. Ketika apa yang kita inginkan tidak tercapai akan timbul kecewa, tetapi ketika apa yang kita inginkan tercapai akan timbul kesenangan untuk mendapatkan lagi dan lagi. Jika demikian maka cepat atau lambat akan timbul kebosanan dan kehampaan diri. Tentu hal ini bukanlah suatu kehidupan yang diinginkan.
Selanjutnya, pada dini hari biasanya ada pengumuman tetangga yang meninggal dunia. Disitu kadang perlu direnungkan sejenak untuk memotivasi diri. bahwa kita sebenarnya tinggal menunggu antrian kematian juga. hidup ini terasa cepat dan singkat. Sangat berharga untuk disia-siakan. Hanya untuk mengejar kesenangan sesaat yang tak pernah usai. Terkadang kita belum bisa memaknai kehidupan ini yang sesungguhnya.
Kita terbiasa membiarkan detik demi detik untuk merespon apa yang sudah dan belum dilakukan orang lain di media sosial. Terus kapan kita mulai mengorek dan melihat kedalam diri sendiri. jika demikian sia-sialah kehidupan ini.
Lantas, bagaimana kita mengisi kehidupan lebih baik lagi.
Membangunkan tubuh dini hari untuk duduk hening, melihat kedalam diri, merefreskan pikiran dari ketegangan-ketegangan mental yang datang silih berganti, dengan berlatih meditasi merupakan aktivitas yang mulia sekaligus membangunkan semangat dan suasana batin yang damai sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Menjaga ucapan dan perilaku dengan moralitas yang luhur agar tiada penyesalan disetiap langkah.
Memaknai detik demi detik dengan kebajikan walaupun kecil. Kedamaian batin ada disini dan sekarang, bukan yang lalu atau dimasa depan. Teruslah memotivasi untuk melatih diri untuk mengembangkan kualitas diri agar bahagia dikehidupan sekarang.

















