Top 10 Penulis

Menemukan Keabadian dalam Ajaran Buddha

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

clouds, heaven, sky
Photo by TheFunkypixel

Dalam ajaran Buddha, konsep tentang keabadian atau keberlanjutan merupakan salah satu tema penting yang sering dibahas. Berbeda dengan konsep teologi dalam agama-agama lain, Buddha mengajarkan bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dan kekal, termasuk diri kita sendiri. Ajaran ini dikenal sebagai Anatta atau non-self.

Dalam sutta Dhammacakkappavattana (Khotbah Pertama Sang Buddha), Buddha mengajarkan:

“Idaṃ kho pana, bhikkhave, dukkhaṃ ariya-saccaṃ: jātipi dukkhā, jarāpi dukkhā, byādhipi dukkho, maraṇampi dukkhaṃ, appiyehi sampayogo dukkho, piyehi vippayogo dukkho, yampicchaṃ na labhati tampi dukkhaṃ – saṃkhittena pañcupādānakkhandhā dukkhā.”

Yang artinya:

“Inilah, para Bhikkhu, kebenaran mulia tentang penderitaan: kelahiran adalah penderitaan, ketuaan adalah penderitaan, penyakit adalah penderitaan, kematian adalah penderitaan, bersatu dengan yang tidak disukai adalah penderitaan, berpisah dengan yang disukai adalah penderitaan, tidak mendapatkan apa yang diinginkan juga adalah penderitaan – singkatnya, kelima kelompok kehidupan yang melekat adalah penderitaan.”

Dalam ajaran ini, Buddha menjelaskan bahwa segala sesuatu yang bersifat sementara dan tunduk pada perubahan tidak dapat disebut abadi. Kita sering terikat dan melekat pada hal-hal yang tampak permanen, padahal semua itu pada akhirnya akan berubah dan lenyap.

Konsep keabadian yang diajarkan Buddha adalah Nibbana, yaitu pelepasan dari segala bentuk penderitaan dan keterikatan. Nibbana bukanlah suatu tempat atau kondisi, melainkan pengalaman spiritual di mana kita dapat mencapai kebebasan dari segala bentuk penderitaan dan kelahiran kembali.

Untuk mencapai Nibbana, Buddha mengajarkan jalan mulia berunsur delapan, yang meliputi pandangan benar, niat benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar. Dengan melatih dan mempraktikkan ajaran ini, kita dapat melepaskan diri dari segala bentuk keterikatan dan mencapai keabadian sejati.

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

man, secret, face
Sammā-Vācā (Ucapan yang Benar) merupakan salah satu komponen dari Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya-Aṭṭhaṅgika-Magga) yang harus ditempuh oleh para pengikutnya
buddha, god, mythology
Sammā-Sankappo atau Pikiran yang Luhur merupakan salah satu unsur dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan

Tulisan Terkait