Kau yang ajari aku mengenal akan arti cinta,
dan beruntungnya aku menemukan yang sejati,
pertama di sepanjang langkah yang telah kulalui,
sejak pertemuan yang tak disengaja itu,
saat kau menyentuh lembut hati ini,
hidupku pun bagai bertabur cahaya terang,
kau beriku contoh sejuknya kasih pada sesama,
pada dunia dengan tulus tanpa memilih,
yang membuatku merasakan damai hatimu,
hingga ku menerima segala hadirmu,
untuk berjalan bersama dalam ikatan janji suci,
menghabiskan sisa hidup dengan kau yang kucintai,
untuk berlindung pada Triratna dengan sama keyakinan,
memupuk kebajikan dengan sama laku moralitas,
saling mengerti dengan sama kemurahan hati,
pasti kita kan berbahagia dalam sama kebijaksanaan,
dalam jalan Dhamma tetap bersatu meski tiada yang kekal,
hingga akhir saling mencintai dan mejaga kesetiaan.
Sang Penakluk Sejati
Kabar buruknya adalah bodi mobilku kembali mengalami luka baru dikarenakan sel kankernya berjalan-jalan dari rongga nasofaring ke mulutku, alias ‘metastasis’ dalam dunia kedokteran. Bagaimana daku bisa bertahan kali ini?
Read more
















