“In order to properly understand the big picture, everyone should fear becoming mentally clouded and obsessed with one small section of truth.”
“Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran.”
~ Xun Zi ~
Dalam banyak permasalahan yang kita hadapi di kehidupan, dengan mengetahui lebih lengkap, kita sebenarnya dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik. Bukan berarti kita harus terobsesi untuk selalu mengumpulkan fakta-fakta secara lengkap dan baru setelahnya mengambil keputusan. Tentu saja ada kasus-kasus dimana tindakan harus segera dilakukan tanpa menunggu terkumpulnya fakta-fakta secara lengkap.
Kisah berikut mengajarkan kita bahwa dengan mengetahui secara lengkap bisa membuat respon kita terhadap suatu hal atau kejadian menjadi berbeda dibanding hanya mengetahui sebagian saja.
***************************************************
Suatu ketika seorang ibu bersama dua anaknya yang masih kecil sedang menunggu kereta api di sebuah stasiun. Tidak lama kemudian tibalah kereta yang mereka tunggu. Mereka segera naik di salah satu gerbong kereta api terdekat. Ternyata penumpang di dalam gerbong tersebut sudah cukup banyak meskipun gerbong belum penuh. Beruntung si ibu dan kedua anaknya bisa mendapatkan tempat duduk.
Di awal perjalanan kereta api, kedua anak kecil itu duduk tenang. Namun tak lama kemudian mereka mulai bermain berdua di tempat mereka duduk. Ada berbagai permainan yang mereka lakukan. Suara mereka pun mulai berisik. Lama kelamaan mereka mulai berlari-larian di sekitar tempat duduk sampai ke ujung gerbong. Selanjutnya mereka mulai berteriak-teriak. Mereka juga mulai naik ke tempat duduk, menarik bacaan para penumpang, dan melakukan berbagai keisengan lainnya. Keduanya membuat gaduh suasana di gerbong tersebut. Para penumpang merasa tidak nyaman dan terganggu.
Setelah cukup lama menahan diri, seorang bapak yang duduk di sebelah si ibu dari kedua anak kecil tersebut menegur, “Kenapa Anda membiarkan saja kedua anak Anda ribut dan mengganggu seisi gerbong? Tidakkah Anda berpikir untuk segera menenangkan dan jika perlu memarahi mereka?”
Seakan baru tersadar, si ibu memaksakan diri tersenyum kecil, lalu menjawab perlahan, “Maafkan, saya masih bingung bagaimana menjelaskan kepada mereka begitu kami sampai di rumah sakit nanti.” Bapak itu dengan penuh keingintahuan bertanya, “Memangnya apa yang sudah terjadi?” Si ibu menjawab dengan sedih, “Kami ke rumah sakit untuk menjemput jenasah ayah mereka atau suami saya.”
Ternyata sebelumnya, si ibu mendapat pemberitahuan bahwa suaminya sudah menjadi jasad di rumah sakit. Suaminya meninggal karena tabrakan di jalan raya tanpa ada yang mengetahui penabrak dan kejadian yang sesungguhnya. Si ibu sekarang dalam perjalanan dengan anak-anaknya untuk mengambil jenasah suaminya di rumah sakit.
Seketika si bapak yang bertanya tadi terdiam. Apa yang didengarnya barusan dari si ibu sangatlah mengagetkan. Alih-alih tetap marah atas kelakuan kedua anak kecil tersebut, sekarang muncul perasaan kasihan di dalam dirinya setelah mengetahui secara lengkap apa yang sedang terjadi.
Orang-orang lain di gerbong itu juga memiliki keingintahuan yang sama atas apa yang sedang terjadi. Segera dari mulut ke kuping berlanjut informasi tersebut tersebar ke seluruh penumpang di gerbong itu. Mereka yang tadinya merasa terganggu, sekarang berganti menjadi iba dan bersimpati atas musibah yang telah menimpa si ibu dan kedua anaknya.
Alih-alih tetap marah kepada anak-anak yang gaduh dan ibunya yang terkesan cuek, sebagian penumpang sekarang malah mulai ikut bermain dan bercanda dengan kedua anak kecil itu. Setelah mengetahui secara lengkap apa yang terjadi, reaksi penumpang sekarang berbalik 180 derajat.
***************************************************
Demikianlah yang seringkali terjadi dalam kehidupan. Dengan mengetahui secara lengkap dibanding hanya mengetahui sebagian, sangat mungkin terjadi perbedaan respon seseorang terhadap suatu kejadian. Bisa jadi respon sebelum dengan setelah mengetahui kejadiannya secara lengkap akan bertolak belakang alias berbeda 180 derajat.
Di saat mau marah, cobalah menahan diri kita sejenak dan cobalah mencari tahu lebih banyak. Dengan bertambahnya informasi, sangat mungkin kemarahan kita menjadi buyar dan tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Demikian pula sebelum membuat keputusan apapun dalam kehidupan ini, jika memungkinkan, cobalah untuk melengkapi fakta-faktanya terlebih dahulu. Mudah-mudahan keputusan yang dibuat dengan fakta yang lebih lengkap bisa menjadi lebih baik.
Demikian pula, jangan beranggapan bahwa fakta atas diri kita sampai saat ini sudah mencerminkan diri kita yang terbaik. Diri kita sampai saat ini belumlah lengkap, belumlah yang terbaik. Masih ada potensi, bakat, dan kemampuan yang dapat dikeluarkan dari dalam diri kita. Pemikiran positif seperti inilah yang harus selalu kita pertahankan sepanjang menjalani kehidupan ini.
“Cobalah mengetahui lebih lengkap apa yang terjadi supaya terhindar dari keputusan buruk yang dibuat secara terburu-buru.”
(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

















