Beberapa waktu lalu penulis membaca Kompas yang terbit pada hari Jumat 12 Desember 2014 di rubrik Klass. Tertuang di sana sebuah judul dari kupasan buku terlaris di Amerika Serikat yaitu meredefinisi kesuksesan anda. Kupasan ini mengutip dari beberapa buku seperti Thrive karya Arianna Huffington dan How will you measure your life? Karya Clayton M., buku-buku ini membahas mengenai arti yang menyeluruh dari sebuah kehidupan yang bermakna. Para penulis buku ini telah mengalami masa-masa dimana mereka pernah mengalami masa keemasan atas harta dan kekuasaan, serta ketenaran yang menjadi idaman banyak manusia.
Tentu di antara kita yang masih belum mengalami pengalaman yang dialami oleh penulis buku di atas masih terus bermimpi dan berharap untuk dapat menuju puncak keberlimpahan harta, panggung ketenaran dan pangku kekuasaan karena bagi kita itu menjadi ajang dan target kehidupan dunia yang pantas dicapai sebagai sebuah arti kesuksesan hidup.
Namun terjadi kontradiksi jika kita menyimak kehidupan mereka yang terkenal dan berlimpah harta seperti Michael Jackson, Whitney Houston, Robin Williams, Alda, Lady Diana, Miss World 2014, dan lainnya yang telah mengakhiri hidup mereka dalam kematian yang tidak diharapkan. Walau ini bukanlah sebagai contoh yang tepat, namun kita dapat belajar dari mereka bahwa pencapaian kesuksesan dunia memiliki kerentanan yang patut kita pahami.
Belum lagi dapat kita lihat langsung bagaimana mereka yang berpangku kekuasaan yang telah tertangkap tangan atas perbuatan korupsi mereka yang saat ini mereka melanjutkan hidup mereka di balik jeruji besi. Kemudian ada juga manusia yang melukai bahkan membunuh diri mereka sendiri dengan aksi teror ke manusia lain demi memuliakan keyakinan mereka sendiri. Semua ini layak kita renungkan guna memahami bagaimana hidup menuju kehidupan yang tinggi yang memuliakan nilai-nilai kemanusiaan.
Sampel kehidupan di atas memberikan gambaran singkat betapa kesuksesan duniawi tidak merepresentasikan sukses hidup yang tinggi. Kesuksesan duniawi tidak dapat menjadi ukuran untuk kehidupan yang tinggi dan mulia. Kesuksesan duniawi tidak dapat memberi jaminan anda akan sukses hidup dan sukses menuju kematian anda.
Para bijaksana tidak menyalahkan kesuksesan duniawi yang dicita-citakan dan yang telah dicapai dalam kehidupan kita, mereka menekankan untuk lebih fokus kepada tekad yang luhur yang melekat di dalam setiap pilihan kesuksesan yang ingin kita raih. Tekad yang luhur adalah niat baik yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri anda dan untuk kebaikan orang lain dan lingkungan. Niat yang baik yang mengembangkan kualitas-kualitas ketuhanan seperti sukarela, diri yang terkendali dari nafsu raga, hidup yang sederhana, bijaksana, berdaya juang tinggi, jujur, sabar, penuh cinta kasih dan kasih sayang, serta terus melatih mental agar tidak terombang-ambing oleh keadaan.
Sukses duniawi atau sukses mental?
Beberapa kawan yang penulis kenal memberikan pandangan bahwa sukses duniawi penuh dengan lika liku serta cenderung menjerat manusia yang rentan akan pemberdayaan nafsu, maka ada baiknya kita lebih mementingkan sukses mental dahulu baru sukses duniawi. Pandangan ini tidak salah, penulis hanya menambahkan bahwa sukses apapun tidak bisa dipisahkan antara sukses duniawi dan sukses mental. Kedua jenis sukses ini perlu berpadu padan agar saling menlengkapi antara kebutuhan materi dan inmater, atau kebutuhan fisik dan kebutuhan mental.
Pandangan penulis bahwa sukses itu ya SUKSES. Sukses hidup itu adalah hidup yang layak secara mental dan material, secara rohaniah dan jasmaniah. Jika ada orang yang hidup dalam garis kemiskinan tidak bisa makan 2 kali sehari, ketika hujan kedinginan dan ketika panas kepanasan, maka tentu sulit bagi orang ini untuk mengoptimalkan fungsi mentalnya, namun ada juga sebaliknya jika seseorang hidup dalam kekayaan yang berlimpah, setiap hari sulit tidur, kemana-mana takut mati, di dalam keramaian hendak menyendiri, di dalam kesunyian ingin ditemani, bertemu orang khawatir akan ditipu, penuh amarah, kikir, menindas orang lemah, dan merampas hak orang lain maka orang tersebut sulit sekali hidup dengan layak walau hartanya berlimpah ruah.
Sukses adalah bagian kehidupan yang penuh harapan yang membuat manusia untuk terus sadar, penuh semangat, penuh perjuangan, penuh pengorbanan, penuh kecintaan atas hidupnya dan hidup orang lain. Untuk itu agarkata sukses lebih mudah dimengerti dan bermakna yang lebih baik, penulis ubah dengan KEHIDUPAN YANG TINGGI.
Mereka yang sedang berupaya sukses, maka sesungguhnya sedang berupaya mencapai kehidupan yang tinggi. Kehidupan yang tinggi sudah tentu bukan kehidupan yang biasa saja. Kehidupan menjadi tinggi ketika kita memberi sentuhan sesuatu yang luhur di dalamnya. Misalnya ketika anda memulai bekerja, mulailah dengan sebuah niat yang positif seperti,”Aku bekerja bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi dengan pekerjaan ku yang luhur aku dapat membantu banyak orang dari hasil pekerjaan ku ini”. Ketika hendak bersekolah, sentuhlah niat ke sekolah dengan tekad yang luhur misal,” Aku ke sekolah bukan hanya karena diminta oleh orang tua tetapi juga karena aku tahu dengan bersekolah minimal ada satu manusia yang bebas dari kebodohan yaitu aku sendiri, sehingga kelak aku bisa berguna untuk hidup ku dan hidup orang lain”.
SENTUHAN YANG LUHUR menjadi penting dibiasakan di dalam upaya-upaya kita untuk mencapai kehidupan yang tinggi.
KEHIDUPAN YANG TINGGI MERUPAKAN PILIHAN BUKAN TAKDIR
Kehidupan yang tinggi bukanlah suatu kehidupan yang hanya diperoleh oleh beberapa orang saja, namun kehidupan yang tinggi adalah pilihan hidup masing-masing orang. Siapapun yang memilih untuk hidup dengan kehidupan yang tinggi dapat memulainya untuk dicapai segera mungkin. Kehidupan yang tinggi adalah sebuah bentuk kehidupan yang perlu perjuangan yang tidak gratis, tidak mudah, perlu konsistensi, komitmen, keberlanjutan serta kewarasan. Buddha Gautama dan para nabi lainnya yang berkualitas telah memilih jalan hidup dalam bentuk kehidupan yang tinggi, mereka sangat konsisten, berkomitmen tinggi, terus melatih pikiran, ucapan dan tindakan jasmani mereka ke kualitas kehidupan yang tinggi.
Kehidupan yang tinggi bukanlah milik mereka yang berpendidikan formal yang tinggi, atau mereka yang terlahir dalam keluarga terhormat, terpandang, berlimpah ruah harta, namun kehidupan yang tinggi adalah milik mereka yang berlatih dengan memperhatikan kualitas mental yang terus menerus mengembangkan 4 kualitas mental yang luhur.
4 KUALITAS MENTAL SEBAGAI PONDASI KEHIDUPAN YANG TINGGI
4 kualitas mental merupakan sari pati dari beberapa ajaran kebijaksanaan yang penulis temukan dari Buddhisme dan tentu ajaran kebijaksanaan lainnya. Apa saja 4 kualitas mental tersebut? Kualitas mental yang pertama adalah niat-niat baik, niat-niat persahabatan, cinta kasih, menghargai kehidupan diri sendiri dan orang lain, mencintai setiap sel hidup, mengupayakan untuk senantiasa berujar dengan pengertian agar semuanya berbahagia. Niat positif yang dikembangkan ini memunculkan energi yang sehat yang dapat dirasakan oleh diri sendiri serta orang-orang di sekitarnya.
Adalah sia-sia jika kita berdoa panjang dan lebar, namun tidak mengembangkan niat yang positif, niat yang baik. Berdoalah dengan merasakan isi doa yang membawa niat anda untuk menjadi lebih positif, menimbulkan kebahagiaan untuk anda dan orang banyak. Jika doa anda belum membuat anda bahagia, anda dapat menyederhanakan doa anda menjadi, ”Semoga saya dan anda serta semua makhluk berbahagia”.
Kualitas mental yang kedua adalah mental yang menggerakan pikiran, ucapan dan tindakan jasmani ke sebuah tindakan yang penuh kasih sayang. Tindakan kasih sayang dapat anda lakukan kapan pun dimanapun tanpa perlu dibatasi oleh ruang dan waktu. Tindakan tersebut dapat berupa memberi waktu untuk mendengarkan cerita dari orang yang dekat, memberikan nasehat yang tepat untuk mereka yang membutuhkan, berbagi waktu berkualitas bersama pasangan atau suami/istri, anak, serta orang-orang yang membutuhkan, memberikan kepedulian secara pribadi atau kelompok, memberi sumbangan darah kepada yang membutuhkan, menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan, dan masih banyak lagi tindakan yang dapat dilakukan dengan kualitas mental kedua ini. Tindakan yang didorong oleh kualitas mental yang kedua ini tergerak dengan adanya kondisi yang membutuhkan.
Kualitas mental ketika yaitu kualitas mental yang melahirkan tindakan untuk simpatik, atau ikut bahagia atas kebahagiaan orang lain. Saat teman mendapatkan pekerjaan dan sang teman menjadi bahagia atas pekerjaan tersebut, kualitas mental ketiga ini mendorong kita untuk ikut bahagia dengan mengucapkan selamat, saat mereka yang menikah direstui oleh para keluarga dan sang mempelai sangat bahagia, maka kita dapat ikut berbahagia dengan memberi dukungan, mengucapkan selamat, memberikan donasi atau apapun bentuknya yang menunjukkan tindakan ikut bahagia. Tindakan ikut bahagia cenderung memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan tindakan belas kasihan.
Tindakan belas kasihan perlu diimbangi dengan tindakan ikut bahagia, agar tindakan belas kasihan menjadi lebih berkualitas. Mengapa demikian? Belas kasihan cenderung memunculkan bentuk mental yang merasa lebih, sehingga jika hal ini dibiasakan maka akan memunculkan ide tentang diri yang lebih. Anda dapat buktikan apakah mental anda lebih mudah mengucapkan hal demikian kepada teman anda yang dalam kesulitan, “Aduh kasihan ya mereka”, atau teman anda yang lebih sukses dari anda, “Selamat ya kamu atas keberhasilan mu”. Tidak mudah bukan mengucapkan selamat daripada kasihan? Demikianlah kita perlu untuk terus meningkatkan kualitas mental kita dari kualitas mental pertama hingga ketiga. Dari niat, lalu kasih sayang dan berikutnya simpati.
Kualitas mental keempat yaitu kualitas mental yang lebih stabil dalam mengambil keputusan. Penjelasanya dapat anda simak dalam kasus berikut ini. Suatu ketika ada seorang pencuri dikejar oleh masyarakat, dan tentu jika tertangkap maka sang pencuri akan menjadi bantalan tinju masyarakat bahkan mungkin saja bisa sang pencuri meninggal dengan cara keji seperti dipukul dengan benda tumpul atau tajam atau bahkan dibakar hidup-hidup.
Sang pencuri ini memohon bantuan kepada anda dengan meminta tempat untuk bersembunyi di rumah anda, apa yang akan anda lakukan? Menolong sang pencuri atau membiarkan sang pencuri ditangkap warga? Menjawab kasus ini diperlukan kualitas mental keempat. Kualitas mental keempat mengajak mental kita untuk dapat mengambil keputusan yang tidak berpihak hanya belas kasihan atau hanya niat baik atau simpatik semata, namun dengan melibatkan segala pertimbangan yang bijak yang memiliki dampak yang lebih baik dan tentu tidak menyalahkan atau berdampak buruk atas diri sendiri.
Secara teks kualitas mental keempat dapat dikatakan sebagai kualitas mental yang menyeimbangkan mental agar tidak bergejolak berlebihan atas kondisi yang ada. Kualitas mental ini diperoleh dari latihan mulai dari kualitas mental pertama, kedua, dan ketiga.
Keempat kualitas mental mulai dari kualitas mental berupa niat baik, niat yang memperhatikan kehidupan diri dan orang lain, dilanjutkan dengan kualitas mental kedua yaitu kualitas mental yang mengembangkan niat dengan tindakan kasih sayang dan belas kasih. Selanjutnya kualitas mental ketika kualitas mental untuk bersimpati juga empati atas kebahagiaaan dan kesulitan orang lain.
Terus berlanjut ke kualitas mental keempat yaitu kualitas mental yang tenang, seimbang, tidak goyah dalam mengambil tindakan serta tidak terpengaruh oleh kondisi yang ada. Semua kualitas mental ini dapat kita gunakan dalam segala hal dalam upaya pencapaian kehidupan yang tinggi.
LATIHAN 4 KUALITAS MENTAL MENUJU KEHIDUPAN YANG TINGGI
Mulailah semua bentuk latihan dari diri anda sendiri sebelum anda mempraktekkannya ke luar diri anda. Ketika anda mempraktekkan pengembangan niat-niat baik, anda dapat memulainya dengan mengembangkan niat baik terhadap diri anda terlebih dahulu. Katakan kepada diri anda,”Aku adalah manusia yang dapat bekerja, belajar, dan hidup lebih baik”.
Lalu lanjutkan dengan mematahkan pikiran-pikiran negatif yang berkembang, “Orang-orang boleh bilang aku orang yang kurang baik, kurang pintar, kurang dan kurang lainnya, tetapi aku boleh belajar dari kritik tersebut dan aku gunakan kritik tersebut untuk memperbaiki diri ku menjadi lebih baik dan lebih baik setiap saat”. Ini salah satu bentuk pelatihan untuk mengembangkan kualitas mental kita melalui landasan mental yang pertama. Lakukan, dan prakteklah setiap saat anda inginkan.
Anda juga dapat meneruskan niat-niat baik ini dengan menuliskannya, mengutarakannya, atau membuatnya menjadi sebuah poster atau lagu atau puisi apapun dapat anda buat untuk memperkuat niat baik anda berkembang. Setelah anda mengembangkan niat baik untuk diri anda maka anda akan lebih mudah untuk mengembangkan niat baik anda kepada orang yang anda pilih, barulah kepada banyak orang yang anda ingin bagikan niat-niat baik anda tersebut.
Melalui latihan dasar mental yang pertama ini, anda tentu akan menguatkan diri dalam latihan kemoralan yang dianut oleh masing-masing keyakinan kita. Dalam Buddhisme dikenal dengan Pancasilā yaitu 5 latihan kemoralan yang pertama adalah latihan untuk mencintai kehidupan makhluk apapun, yang kedua menghargai hak milik orang lain, yang ketiga setia terhadap pasangan, yang keempat berkata atau berucap yang benar, jujur, tepat waktu, sopan dan santun, serta yang kelima makan dan minum yang tepat agar kewaspadaan terus terjaga. Berlatihlah dengan memulai dari niat yang kuat agar anda senantiasa bangkit kapan pun dalam kondisi apapun.
Latihan anda dalam pengembangan kualitas mental memerlukan upaya yang total. Jika anda melakukan dengan parsial maka hasil yang anda capai pun tidak optimal. Anda dapat melihat analogi berikut untuk memahami tentang latihan yang total dan parsial. Ada dua tanaman A dan B yang mendapat perlakuan yang berbeda. Tanaman A diberi penyinaran matahari yang cukup saja sedangkan tanaman B diberi penyinaran yang cukup, penyiraman yang cukup dan pemberian pupuk yang cukup, maka tanaman B tentu akan lebih baik dalam pertumbuhannya daripada tanaman A.
Berlatihlah secara total untuk hasil yang optimal. Setelah anda melihat dampak yang baik dari latihan kualitas mental ini, tentu anda perlu menanamkan keyakinan bahwa kualitas mental ini akan membawa anda ke kehidupan yang tinggi, dengan demikian anda teguh dan kokoh dalam berlatih kapan pun dimana pun. Mulailah dari pengembangan niat-niat baik untuk diri anda dan orang sekitar anda. Setiap anda memulai dengan awalan yang baik tentu mendukung anda untuk melanjutkan latihan ke kualitas mental yang lebih tinggi lagi.
4 KEUNGGULAN DARI YANG SIAP UNTUK KEHIDUPAN YANG TINGGI
4 Keunggulan diri yang siap unTuK Kehidupan yang Tinggi 4 landasan mental di atas menjadi pondasi yang perlu dikembangkan lebih awal untuk membantu mental kita berkembang dengan sehat dan dewasa, namun peralatan kita di jaman yang terus berkembang saat ini kita memerlukan tools lainnya agar kita mampu mencapai kehidupan yang tinggi lebih cepat, lebih efisien dan tentu lebih efektif. Kita perlu tools yang penulis sebut keunggulan diri. keunggulan diri ada di dalam diri kita sendiri khususnya kita sebagai manusia yang merupakan alam kehidupan yang lengkap dengan 2 kondisi ekstrim seperti susah dan senang, gembira dan sedih, surga dan neraka. Kita dapat rasakan kedua kondisi ekstrim ini hanya di alam manusia, di alam kehidupan lain kita hanya dapat merasakan salah satu kondisi ekstrim yaitu susah saja atau senang saja. Keunggulan diri sebagai manusia tentu perlu kita gali agar kita dapat manfaatkan untuk kehidupan yang tinggi.
Keunggulan diri sebagai manusia di antaranya daya hidup, daya pikir, daya kreasi, daya rasa persis yang pernah diutarakan oleh Ki Hadjar Dewantara.
DAYA HIDUP
Setiap kehidupan manusia yang terjadi tentu melalui tahap kehidupan yang tidak mudah. Setelah satu sel sperma jutaan sel berhasil membuahkan sel telur ovum terjadilah proses kehidupan seorang manusia mungil. Perjuangan sang bayi mungil terus berlanjut hingga kelahirannya datang. Namun proses ini tidak berhenti terus berlanjut sampai sang bayi tumbuh sebagai seorang remaja yang mandiri. Ini adalah bagian dari hidup manusia yang patut menjadi penguat sebagai keunggulan diri manusia.
Menuju Kehidupan yang Tinggi 43
Daya hidup memberikan pengertian bahwa anda memiliki daya juang untuk terus bertahan hidup, anda menghargai kehidupan anda sehingga anda tetap hidup saat ini. Daya hidup memberikan dorongan semangat untuk anda agar anda tetap mempertahankan hal-hal baik yang mengoptimalkan kehidupan anda. Ketika anda sakit anda dapat melihat besarnya daya hidup anda. Saat anda sakit, tubuh anda sedang memberikan peringatan keras terhadap diri anda untuk segera istirahat, untuk segera menyuplai vitamin kehidupan yang lebih baik, agar sang tubuh kembali sehat.
Ketika anda memahami hal ini sebagai halnya yang penulis utarakan sebelumnya maka anda memiliki daya hidup yang kuat. Namun ketika anda sakit, anda tidak rawat sakit anda hingga sembuh, anda malah terus memaksa sang jasmani untuk bekerja menuruti keinginan anda, maka inilah yang menurunkan daya hidup anda. Pahamilah daya hidup sebagai energi positif untuk kehidupan anda. Sebagai energi, daya hidup diperoleh dari konversi energi dari berbagai tindakan yang anda perbuat.
Ketika anda berbuat baik dan sering berbuat baik seperti berdana yang tepat, membantu orang lain, memberikan nasehat, peduli, cinta kehidupan, menghargai perbedaan, mendamaikan, penuh kasih sayang, rajin dan tekun belajar, tanggung jawab, jujur, setia, berkata yang tepat, berlatih meditasi maka energi hidup anda tentu energi yang menguatkan hidup anda, namun sebaliknya jika anda berbuat kurang baik, penuh penipuan, kecurangan, kebohongan, kejahatan, iri hati, kebencian, kemalasan, keacuhan, kekikiran, kemarahan, maka daya hidup anda akan melemah, dan anda mudah untuk sakit fisik, sakit mental dan berujung kepada kehidupan yang tidak nyaman dan kematian yang tidak siap.
Memanage daya hidup sangat diperlukan untuk membantu hidup dan kehidupan kita menjadi lebih siap dan tentu lebih berani menerima segala perubahan hidup yang pasti terjadi. Daya hidup perlu dikelola dengan banyak cara di antaranya dengan menggunakan cara cicilan. Cicilan sungguh indah bagi mereka yang pernah membeli sesuatu dengan cicilan apalagi 0%. Barang apapun yang cukup dengan syarat yang berlaku dapat anda cicil tanpa bunga. Begitu juga daya hidup yang hebat dapat anda cicil dengan melakukan pembayarannya setiap hari, bukan setiap bulan.
Bahkan jika anda menghendaki daya hidup yang sangat hebat, maka anda perlu melakukan cicilan per momen, per saat anda menarik nafas, dan mengeluarkan nafas. Apa yang kita cicil dalam memperkuat daya hidup kita? Lakukanlah segala aktivitas anda dengan diselinggi perbuatan yang baik atau bajik. Ketika anda bekerja di sebuah kantor, pikirkan kebaikan apa yang dapat anda lakukan sebagai pegawai kantor, anda yang bersekolah, pikirkan kebaikan apa yang dapat anda lakukan sebagai pelajar, anda yang bertugas sebagai head of house atau ibu rumah tangga atau bapak rumah tangga pikirkanlah kebaikan apa yang dapat anda lakukan. Nilai sebuah kebaikan tidak terletak kepada besar kecilnya jumlah orang yang dibantu, namun lebih kepada niat baik anda yang anda kembangkan dalam melakukan perbuatan baik tersebut.
Perhatikanlah dan catatlah setelah anda melakukan pekerjaan anda dan anda menambah kebaikan di setiap pekerjaan anda, anda tentu akan menemukan bahwa anda bekerja lebih segar, lebih ringan, lebih bersemangat, lebih hidup. Inilah dampak dari penguatan daya hidup yang telah anda lakukan setiap saat. Berkembanglah dan teruslah berupaya menanamkan niat baik di setiap pekerjaan yang anda lakukan.
Temukan dan galilah, kebaikan ada di mana-mana. Bahkan ketika anda menemukan selembar plastik di sekitar anda terbuang di tempat yang salah, anda bisa mengambilnya dan membuangnya di tempat sampah, ini pun kebaikan. Seorang pramusaji (waiter) yang menemukan handphone mahal di sebuah hotel berbintang pun dapat melakukan kebaikan dengan mengembalikannya, dan ternyata kebaikan ini meningkatkan daya hidupnya dan sekarang beliau telah menjadi direktur salah satu hotel berbintang di Indonesia. Seorang mahasiswa pascasarjana yang sedang menyelesaikan tugas kuliahnya di sebuah sekolah yang baru berusia 2 tahun, dengan siswa sekitar 12 siswa, dengan itikad baik, tanggung jawab, jujur dan senang berbagi, merubah daya hidupnya dan beliau sekarang dipercaya sebagai kepala sekolah 2 jenjang sekaligus di sekolah tersebut.
Masih banyak cerita-cerita manusiamanusia yang menigkatkan daya hidupnya ketika mereka menyelipkan, menambahkan nilai (added value) ke dalam pekerjaan mereka dengan kebaikan-kebaikan yang tulus, saatnya anda membuktikannya. Anda tidak perlu menunggu hasil peningkatan daya hidup anda, anda cukup terus menambah nilai-nilai baik anda dalam setiap saat di pekerjaan anda, semakin anda tulus, tanpa pamrih, tanpa mengharap hasilnya, anda semakin dekat dengan hasil yang sesungguhnya daya pikir adalah kemampuan anda untuk berpikir di atas pikiran anda sendiri.
Daya pikir anda mampu menentukan kemana anda anda harus memilih, menentukan, dan menjalankannya. Daya pikir anda yang sehat dicirikan dengan kemampuan anda untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi pada hidup anda. Daya pikir yang sakit dicirikan dengan kebiasaan melarikan diri dari setiap masalah yang terjadi dengan pilihan tindakan yang tidak mengarah kepada penyelesaian masalah. Ketika masalah terjadi dan anda menyalahkan pihak lain termasuk sejarah perbuatan anda, Tuhan, takdir, bahkan anda menyalahkan orang tua anda, maka hal ini pun menjadi ciri daya pikir anda lemah.
Daya pikir perlu dikembangkan dengan menambahkan sebuah vitamin yang mampu meningkatkan daya pikir yaitu sebuah pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini tidaklah kekal (anicca), yang kekal hanya hukum ketidakkekalan itu sendiri. Tidak kekal berarti berubah, tidak konsisten, tidak ajeg, langgeng, penuh kondisi syarat yang mendukung, tergantung dengan banyak syarat. Daya pikir yang memahami ketidakkekalan sebagai bagian dari hidup maka daya pikir cenderung lebih luas dan berenergi lebih. Suatu saat ketika kematian datang dari keluarga yang mendapat kecelakaan, maka pemahaman ketidak kekalan ini dapat menstabilkan keadaan mental di saat menerima kabar kecelakaan tersebut.
Namun jika tidak maka daya pikir menjadi lemah dan meminta pertanggung jawaban dan memeras mereka-mereka yang menyebabkan kecelakaan tersebut, dan mungkin juga meraung-raung atas kecelakaan yang terjadi tersebut seraya memprotes kenapa kecelakaan itu terjadi pada keluarganya. Daya pikir yang tidak mendapat vitamin mengenai ketidakkekalan cenderung liar dan menyalakan orang lain atas keadaan yang diterimanya. Selain konsep anicca, daya pikir perlu vitamin lain agar daya pikir dapat lebih terarah yaitu vitamin pemahaman tentang segala sesuatu terjadi karena ada sebab yang mendahuluinya.
Tidak ada yang simsalabim, alias mukjizat. Bahkan sebuah sulap pun ada sebab yang mendahuluinya hingga bisa menghilangkan orang di dalam akuarium. Terkadang manusia mempermudah cara berpikir terhadap sesuatu sehingga apapun yang terjadi yang sulit dijelaskan maka manusia cenderung mengatakan itu sebagai mukjizat, hal ini bertolak belakang dengan para ilmuwan yang cenderung mencari tahu sebab di balik sebuah kejadian.
Saat ini pun ilmuwan telah menemukan kehidupan jauh sebelum 1 juta tahun lalu mengenai kehidupan bumi dan penemuan ini tidak menyenangkan beberapa ajaran yang bertentangan dengan hasil temuan ini. Namun jika ada ilmuwan yang menguatkan ajaran yang diajarkan, maka ilmu tersebut diakui. Inilah contoh bentuk-bentuk daya pikir manusia yang menjebak atas pikirannya sendiri. Saat daya pikir tidak memahami bahwa ada sebab di balik setiap kejadian, maka daya pikir tentu sangat liar dan lemah, dengan menyerahkan atas keadaan yang terjadi.
Namun sebaliknya ketika daya pikir dikuatkan dengan vitamin bahwa segala sesuatu terjadi karena ada sebab yang mendahuluinya maka daya pikir menjadi kuat dan siap menghadapi segala tantangan yang ada. Sebagai contoh negara Jepang yang pernah lumpuh akibat bom atom yang diluncurkan oleh Amerika, namun negara ini malah membalasnya dengan membangkitkan raksasa teknologi dan menjadi leader dalam perkembangan teknologi di dunia.
Selain itu negara ini pun termasuk negara yang sering dilanda bencana alam seperti tsunami dan gempa, namun negara ini tidak pernah lelah mencari solusi dan menemukan penyelesaian atas akibat gempa dan tsunami tersebut. Mereka tidak menyerah, dan membiarkan hidup mereka sia-sia hanya karena gempa dan tsunami, mereka mencari sebab, lalu menemukan solusi agar meminimalkan kerusakan dan kematian akibat gempa dan tsunami. Walau mereka belum dapat menghentikan gempa dan tsunami, namun mereka sudah dapat membaca gerakkan gempa dan tsunami.
Ini salah satu contoh betapa vitamin memahami sebab atas segala kejadian memperkuat daya pikir manusia. Musibah air asia baru-baru ini di negara kita, penerbangan dari Surabaya ke Singapura QZ 8501 tidak dapat kita hanya menyerahkannya dan menyimpulkan kecelakaan terjadi karena awan yang ditabrak, karena cuaca, karena angin, karena petir, namun kita juga perlu berpikir lebih dalam tentu semua ini ada sebab yang melandasi yang dimiliki oleh semua penumpang, awak kapal, pilot dan copilot nya. Pemahaman sebab memberikan kita pemahaman bahwa tiada hal yang instan dalam hidup ini, semua terjadi karena berproses. Sebab baik akan menghasilkan akibat yang baik, sebab yang buruk akan menghasilkan akibat yang buruk.
Melihat sebab tidak hanya dalam cakupan parameter hari ini saja, namun perlu kita jauh melihat cakupan sebab yang terjadi jauh sebelumnya, bahkan hingga kehidupan sebelumnya. Di saat anda binggung, seorang Bhante meninggal dalam sebuah kecelakaan, maka jika pikiran kita sempit kita akan mengatakan, “Kok bisa, khan Bhante itu orang yang baik, yang berusaha mencapai kehidupan suci, kok bisa meninggal karena kecelakaan”.
Saat pikiran terlintas seperti itu, maka itu menunjukkan pikiran kita hanya melihat sebab dari kehidupan hari itu saja, namun jika kita mampu melihat jauh sebelumnya, maka kita akan paham ternyata sang Bhante pernah melakukan tindakan yang mendorong sang Bhante untuk meninggal dalam kecelakaan. Dengan pemahaman seperti ini, kita cenderung akan melakukan instropeksi diri atau koreksi diri untuk berhati-hati atas perbuatan kita agar kita tidak mudah terjerat dalam perbuatan yang tidak baik, bukan menangis-nangis, memohon mohon, memarah-marahi keadan yang terjadi.
Daya Kreasi
Daya kreasi berkaitan dengan kemampuan manusia untuk memunculkan sebuah impian, harapan atau target yang kemudian direalisasikan dengan niat untuk mencapai impian, harapan atau target yang dicita-citakanya. Niat menjadi kunci sebuah kreasi. Niat yang dimunculkan menimbulkan daya upaya untuk mendekati cita-cita yang diharapkan. Daya kreasi memerluka vitamin yaitu sebuah pengertian mengenai buah dari sebuah tindakan yang diniatkan atau buah karma. Pengertian karma sering disalah artikan dalam dunia perfilman, masyarakat bahkan dalam tulisan penting seperti buku, novel.
Karma bukan sebuah hukum balas dendam, ketika anda pernah mencuri maka anda dicuri, ketika anda pernah melukai orang maka anda akan dilukai oleh orang lain. Hukum karma adalah hukum perbuatan yang dilakukan dengan dorongan niat. Jika diniatkan dengan niat baik maka akan menghasilkan karma baik, jika diniatkan dengan niat buruk maka akan menghasilkan karma buruk.
Buah dari masing-masing karma tidak terpisahkan antara karma baik dan karma buruk, mereka saling berpadu padan, saling terakumulasi dan menghasilkan campuran akibat yang belum tentu sama dengan karma atau perbuatan yang dilakukan sebelumnya. Misalnya seperti kejadian kematian massal atas siswa-siswa sekolah yang dikembangkan oleh kelompok militer di pakistan yang ditembak mati, dapat memiliki kemungkinan para siswa tersebut dahulu adalah sekolompok orang yang pernah melakukan tindakan kejahatan yang serupa sehingga berakibat kematian yang sama di kehidupan ini.
Buah karma mengikuti hukum akumulasi yang memperhatikan setiap elemen atau variabel atas perbuatan-perbuatan yang pernah dilakukan sebelumnya. Kematangan sebuah karma pun tidak dirata-rata, namun diukur berdasarkan faktor bobot, keseringan Bobot yang besar tentu akan menghasilkan buah yang cepat, kebiasaan atau keseringan juga mendatangkan buah yang juga cepat. Di dalam Dhammapada sang Buddha pernah mengatakan bahwa bukan karena kecil atau besar sebuah perbuatan baik itu dilakukan walau perbuatan baik itu kecil namun sering dilakukan maka akan membawa sang pembuat kebajikan terlahir di alam surga/dewa.
Pemahaman karma yang tepat memberikan dampak yang kuat dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak akan pernah komplain atas kehidupan yang terjadi kepada kita, kita tidak lagi terlalu berurusan dengan putus asa hingga bunuh diri. Kita tidak mudah untuk terseret arus dunia glamor yang tak berarah.
Pesimis, kikir, kejahatan, pencurian, korupsi, berkata bohong, melarikan diri dari tanggung jawab, memfitnah, merusak persahabatan, mencaci maki, marah-marah, dendam segala bentuk kejahatan tentu akan kita jauhi sejauh mungkin dan kita lebih fokus kepada bentuk-bentuk kebajikan seperti cinta dan kasih sayang, menghargai perbedaan, menghormati keberagaman, membantu mereka yang memerlukan, berdana ke ladang yang tepat, bicara yang tepat waktu, dapat dipercaya, tanggung jawab, setia, berani mengambil resiko, tangguh, gigih, ulet, tekun, bersahabat dengan alam kehidupan, wawasan yang luas.
Pemahaman karma yang mendalam mampu memperkuat daya kreasi kita lebih terarah dan lebih tepat sasaran. Kita tidak lagi hanya memandang hidup sebagai arena penderitaan tetapi kita memandang hidup sebagai arena peluang untuk memperbaiki yang telah salah, dan melanjutkan serta mengembangkan yang telah benar. Prinsip hukum karma adalah apapun yang kita perbuat baik melalui pikiran, ucapan, dan badan jasmani tentu yang dilandasi dengan niat pasti akan mendatangkan akibat. Karma tidak seperti dosa dalam konteks ajaran tertentu.
Karma tidak dapat dihapus atau dihilangkan, karma terus berbuah sesuai dengan kapasitasnya. Walau anda meminta maaf atas karma buruk anda terhadap seseorang, anda tidak akan dapat menghapus karma buruk yang telah anda lakukan sebelumnya, namun meminta maaf adalah karma baik yang baru anda tanam daripada anda hanya diam anda tidak melakukan karma baik yang lebih. Untuk itulah partisipan Buddhis sangat care dengan karma yang dilakukannya mereka berhatihati dalam mengambil tindakan khususnya yang mendatangkan karma buruk.
Mereka seperti memperhatikan perbuatan secara atomik, detail dan terperinci. Ketrampilan mereka yang telah terbiasa untuk mengamati karma secara atomik, memberikan kemampuan untuk peka terhadap lingkungan yang tepat untuk perkembangan spiritual atau tidak, mereka juga peka terhadap manusia lain yang memberi dukungan atau hanya layaknya lintah yang hanya menjadi parasit, mereka peka juga terhadap kesehatan fisik mereka yang sedang kurang sehat atau sedang kelelahan.
Daya Rasa
Daya rasa adalah kemampuan manusia untuk memiliki ketrampilan mengelolah emosi agar memperkuat daya hidup. Ketrampilan mengelolah emosi dapat ditunjukkan ketika kita belajar menumbuhkan kasih sayang terhadap putra atau putri mereka yang baru lahir, di saat kerabat dalam kesulitan kita tumbuhkan kepedulian, di saat sahabat kita berhasil mencapai kesuksesan kita tumbuhkan simpatik dengan ikut berbahagia.
Emosi yang dilatih dengan baik tentu akan sangat membantu memperkuat kinerja hidup kita lebih cepat daripada tidak. Sebagai contoh ketika kita bekerja dengan emosi keceriaan maka pekerjaan kita akan kita selesaikan lebih cepat, ringan dan tuntas. Namun sebaliknya pekerjaan apapun yang kita lakukan, jika kita kembangkan emosi kecewa maka kita sering melakukan kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut, kita merasa terbebani oleh pekerjaan tersebut, dan akhirnya mungkin pekerjaan itu selesai namun tidak berkualitas.
Pembelajaran emosi berkaitan erat dengan pemilihan bentuk pikiran yang dikembangkan. Pembiasaan anda cenderung menentukan emosi anda ketika anda bersikap. Jika anda terbiasa murung maka anda akan beremosi negatif terhadap kegiatan yang lakukan, namun jika anda terbiasa dengan riang gembira maka anda akan beremosi positif terhadap pilihan kegiatan yang anda lakukan. Awali hari anda setelah anda bangun dari tempat tidur untuk terbiasa diingatkan tersenyum dengan gembira, anda dapat memanfaatkan handphone anda yang menjadi alarm dengan suara tersenyum atau menggunakan icon gambar tersenyum di wallpaper hp anda. Apapun anda dapat lakukan agar anda teringat untuk senyum setelah anda bangun tidur dan sebelum anda tidur.
Kebiasaan ini akan memancing emosi positif anda untuk berkembang dan bertahan satu hari penuh selama anda beraktivitas. Jika emosi ini kurang kuat bertahan, maka lakukan terseyum lagi dengan rekan kerja, teman-teman yang bertemu, anakanak yang di rumah dengan tanaman, dengan benda-benda yang dilihat, sadarilah senyuman yang anda buat digunakan untuk ungkapan bersyukur atas kehidupan anda hari ini.
Latihan emosi lainnya adalah dengan menonton sinetron atau film motivasi dari kisah-kisahnya nyata orangorang yang tertindas namun dapat bangkit dari ketindasannya. Melalui film yang ditonton cenderung kita lebih mudah memahami emosi positif yang berkembang dan dapat mempraktekkannya di kehidupan nyata yang kita hadapi sehari-hari.
Membaca novel pun dapat meningkatkan pembelajaran emosi kita, khususnya novel-novel yang berceritakan tentang kehidupan manusia. Amatilah emosi-emosi yang muncul dan catatlah arah dari emosi yang muncul, apakah emosi yang positif atau emosi negatif. Ciri emosi positif cenderung membangkitkan emosi positif berikutnya dan memberi dorongan untuk lebih ulet, tekun, berdaya tahan untuk terus maju, pantang menyerah, tenang dan gembira sedangkan ciri emosi negatif cenderung melemahkan, mengajak untuk mundur, mengalah karena minder, takut untuk mencoba, menghindar terhadap hal-hal yang bertantangan, mengucilkan diri.
Guna memahami keberadaan sang emosi, anda perlu waktu untuk berlatih dalam meditasi. Meditasi dapat diterjemahkan lebih sederhana adalah kegiatan memahami pikiran anda melalui pikiran anda sendiri. Berilah waktu dan ruang khusus untuk anda yang hendak berlatih mengamati pikiran anda sendiri yang sedang berkembang, jika anda berniat belajar lebih dalam, ikutilah latihan meditasi yang serius dan teruji dengan bimbingan para guru yang terlatih agar anda memahami bagaimana pikiran anda menentukan emosi anda selama anda beraktivitas.
Objek indera juga sangat mempengaruhi kondisi emosi anda. Ketika anda bekerja di dalam sebuah ruangan yang tertata rapi, udara sejuk mengalir, warna cat dinding yang cerah tentu akan menentukan suasana emosi anda lebih mudah menjadi lebih positif dibandingkan anda bekerja di ruangan yang tidak tertata rapi, berkas-berkas bertumpuk-tumpuk, penuh serangga, warna cat dinding kusam, penerangan gelap, udara berbau tak sedap, maka suasana emosi anda cenderung terpacing ke arah negatif.
Cara anda memilih busana, cara anda memilih makanan, serta cara-cara hidup anda lainnya juga menentukan emosi yang anda tampilkan ke luar diri anda. Mereka yang cenderung menggunakan pakaian satu warna umumnya memiliki emosi yang stabil, tegas, dan kaku. Mereka yang menggunakan pakaian berwarnawarni cenderung memiliki suasana emosi yang dinamis, berubah terkendali namun cenderung kurang tegas, mereka yang berbusana kombinasi cenderung emosinya pun kombinasi. Mereka yang cenderung makan makanan yang berminyak cenderung memiliki emosi yang temperamen, mereka yang makan makanan sering berkuah cenderung emosi mereka tenang, damai, cenderung tidak ingin beradu argumen, mereka yang makan makanan yang pedas cenderung mendominasi dan mengatur serta mudah tersulut kemarahan. Pahamilah kondisi-kondisi anda, dan anda akan peka atas emosi yang hadir di dalam keseharian anda.
Setiap elemen daya yang telah penulis paparkan mulai dari daya hidup, daya pikir, daya kreasi dan daya rasa merupakan kekayaan yang selalu ada di dalam kehidupan manusia khususnya. Jika kita pahami hal ini sebagai kekayaan atau harta utama kita, maka kita mudah untuk menjadi manusia-manusia yang memiliki kehidupan yang tinggi, bukan kehidupan yang biasa-biasa saja. Lihatlah, temukanlah, bersatulah dengan daya-daya ini, dan anda tentu akan hidup lebih baik dari sebelumnya.
Permata kehidupan ini dapat anda pahami selama anda melakukan aktivitas bukan hanya duduk diam dan hanya melafalkan doa. Pahamilah semua ini dalam bentuk praktis yang anda lakukan di dalam kehidupan anda sehari-hari. Anda tidak perlu pintar dan berpendidikan tinggi untuk memahami daya-daya kehidupan ini, anda cukup berlatih mengamati hidup anda dan memperbaiki yang kurang baik, mengembangkan yang sudah baik serta terus berbagi kepada mereka yang belum tahu dan mau untuk tahu.
MerdeKalah, Karena MeMang KeMerdeKaan MiliK anda
Di awal telah penulis ungkapkan bahwa kehidupan tinggi adalah sebuah pilihan hidup. Anda tidak perlu repot-repot memilih kehidupan tinggi jika anda sudah puas dengan kehidupan anda saat ini, anda tidak perlu belajar lagi, anda cukup duduk, jalan, berdiri, berlari, makan, tidur, jalan-jalan, menghabiskan waktu anda untuk kesenangan pribadi dan keluarga anda hingga kematian menjemput anda.
Ini pun pilihan hidup anda. Namun demikian jika anda ingin naik kelas dalam kehidupan anda berikutnya maka anda perlu kerja lebih giat, lebih cerdas, lebih gigih, lebih kuat agar anak naik kelas ke kehidupan yang tinggi. Buddhisme tidak pernah memberikan pembelajaran tentang doktrin kehidupan setelah kematian yang harus dicapai. Buddhisme memahami tidak semua manusia mau dan mampu untuk naik kelas ke kehidupan yang tinggi, untuk itulah Buddhisme menawarkan banyak pilihan ajaran agar kita dapat memahami kemerdekaan dalam memilih bentuk kehidupan dan siap dengan segala resiko yang diberikan atas pilihan bentuk kehidupan yang kita pilih sendiri.
Kemerdekaan ini dipahami sebagai pemahaman yang luas bukan sempit. Kemerdekaan ini berarti tidak ada yang dapat memastikan kehidupan anda, tetapi anda sendirilah yang memastikan kehidupan anda. Bentuk kehidupan yang anda pilih baik sebagai seorang Bhikkhu, samana, anagarika, upasaka, upasika, itu hanyalah kendaraan yang anda gunakan untuk bergerak, namun kemudi kendaraan itu ada pada anda sendiri, hendak dibawa kemana kendaraan tersebut. Begitu juga pekerjaan anda saat ini, dari mulai pekerja bawahan hingga memangku jabatan itu hanyalah kendaraan saja, semua kendali anda yang tentukan.
Tidak sedikit mereka yang berjabatan mengalihkan kendaraannya ke jurang kehidupan dengan korupsi, manipulasi ke arah menguntungan diri dan keluarganya seorang diri, juga tidak sedikit mereka yang tanpa jabatan dapat menjadi orang-orang yang memberi inspirasi kepada orang lain untuk tegar, sabar, kekar, dan gahar menghadapi hidup.
Kehidupan ‘Brutal’ Di Era Digital
Perayaan penyambutan tahun baru 2015 sudah dilewati dengan beragam perasaan yang muncul. Sebagian besar umat manusia menyambutnya dengan pesta, hingga turun ke jalan, namun beberapa lagi sedang mengalami duka, air mata dan tangisan menjadi hiasan penderitaan. Terdapat satu berita yang cukup mengejutkan yang terjadi di salah satu area teramai Chen Yi Square Shanghai yang menjadi pusat perayaan malam menjelang tahun baru 2015 (Kompas, 2 Januari 2015). 36 orang diberitakan tewas terinjak-injak lantaran berebut uang yang dilontarkan dari ketinggian tertentu dan malangnya uang yang diperebutkan itu adalah uang palsu. Selain terdapat korban meninggal, juga terdapat korban yang luka sebanyak 47 orang dengan jenis luka beragam hingga luka berat.
Insiden ini sungguh menjadi sebuah pembelajaran yang perlu diselami. Mereka yang mengikuti perayaan malam menjelang tahun baru 2015 itu, bukanlah orang biasa. Mereka rata-rata berpendidikan, berusia tentu usia produktif alias muda. Namun mereka masih saja terjajah dari berlembar-lembar uang yang gratisan, dan melupakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Penulis yakin mereka bukanlah orang yang miskin, sehingga perlu berebut layaknya pembagian zakat di negara kita. Jika kondisi benar sesuai dengan asumsi penulis, maka mereka telah masuk di arus keserakahan dan kebodohan mental yang membuat mereka gelap batin sehingga pikiran positifnya melemah dan muncullah pikiran negatif. Adalah mungkin kondisi ini dapat terjadi dikarenakan munculnya gejala-gejala ‘brutal’ dari dampak kemajuan teknologi dunia.
Perkembangan kemajuan jaman digital saat ini benar-benar menimbulkan banyak perubahan. Umumnya manusia saat ini telah dapat mengakses dunia dengan cepat, mudah, dan murah. Komunikasi antar manusia pun kini cenderung berkurang secara verbal, lebih banyak secara elektronik baik melalui pesan singkat, atau sosial media. Banyak orang yang mudah untuk menunjukkan kemarahannya, kesukaannya secara ‘blak-blakkan’ tanpa peduli orang lain kecewa atau terganggu. Kecepatan manusia berpindah pun saat ini sangat cepat, mudah, dan murah. Dahulu untuk menempuh jarak 30 KM saja kita memerlukan waktu 1 s/d 1.5 jam, saat ini kita bisa lebih cepat hingga 30 s/d 45 menit. Lokasi-lokasi perkampungan yang sulit ditempuh dahulu, saat ini menjadi mudah dicapai. Dahulu sepeda bertenaga manusia bersandar di depan rumah, sekarang sepeda bertenaga mesin telah bersandar hampir di setiap rumah di kota bahkan di desa.
Teknologi berkembang sangat pesat sekali di akhir-akhir tahun ini. Bagaimana dampaknya bagi perkembangan kualitas hidup manusia? Penulis mengamati seberapa besar apapun dampak positif dari teknologi, akan merapuhkan manusiamanusia penggunanya yang tidak terdidik, tidak terlatih mentalitasnya dan yang tidak waspada akan gejalagelaja ‘brutal’ yang terjadi.
Gejala brutal yang dapat anda amati yang sering terjadi saat ini adalah mudahnya mental tersulut kemarahan baik ketika di jalan raya, di tempat kerja, di rumah atau lingkungan rumah. Kemarahan bisa dimulai dari hal yang sepeleh, namun bisa terbakar menjadi bara kemarahan yang besar. Kemarahan dapat terjadi ketika adanya kondisi atau situasi yang tidak sesuai dengan yang anda inginkan. Misal ketika anda ingin mengejar waktu masuk kerja, ternyata terjadi kemacetan harapan anda perjalanan anda ke kantor lancar tanpa macet maka anda dapat memunculkan kemarahan di dalam diri anda.
Gejala brutal lainnya yaitu kemalasan. Umumnya manusia yang menggunakan berbagai teknologi menjadi mudah untuk melakukan banyak aktivitas. Kemudahan ini menimbulkan efek untuk malas. Berjalan kaki sudah bukan kebiasaan lama, namun menjadi hal yang aneh. Banyak orang yang enggan berjalan kaki walau jarak yang ditempuh hanya beberapa puluh meter saja perlu menggunakan sepeda motor atau mobil. Ada juga beberapa orang yang ingin bertanya kepada kakaknya yang berbeda dalam kamar di dalam rumah yang sama, menggunakan mobile phone-nya untuk berkomunikasi. Mengutip artikel saat ini sudah biasa menggunakan search engine yang berbasis internet, sudah tidak biasa mengutip melalui membaca buku referensi yang lebih bermutu. Ideide kreatif saat ini menjadi langka lantaran muncul kebiasaan baru yaitu copy paste (copas). Budaya copas ini jika berakar kuat maka memunculkan kebiasaan untuk kurang menghormati ide orang lain, melemahkan otak kreatif.
Gejala brutal yang tidak kalah seru adalah budaya materialistik, alias matre. Mereka yang terbenam dalam budaya matre ditandai dengan gejala kurang percaya diri jika tidak menggunakan barang-barang yang tidak bermerek mahal, mereka bangga jika menggunakan barangbarang bermerek mahal, mereka malu jika berjalan kaki atau naik sepeda sedangkan teman-temannya menggunakan mobil atau sepeda motor.
Mereka merusak citra hidup mereka sendiri dengan melakukan perbandingan-perbandingan dirinya dengan orang lain melalui apa yang digunakan, apa yang dipakai, apa yang dikendarakan, apa yang ada digelarnya, apa yang dipunyai. Gejala brutal ini cukup merusak semangat hidup dan sulit sekali bagi mereka yang terbenam dalam kebrutalan ini untuk keluar dari lingkaran penderitaan hidupnya. Setiap saat mereka dihantui oleh tembok mental negatif mereka sendiri yang selalu membanding-bandingkan.
Mereka yang terbenam dalam gejala ini pun menjadi sulit untuk bertemu dengan teman sejati yang tulus membantu, mendukung dan bekerjasama untuk keuntungan bersama. Gejala ini pun dapat memunculkan keserakahan yang tak pernah selesai. Keserakahan ini dalam bentuk persaingan barang yang dimiliki oleh seseorang dengan orang lain. Mereka saling bersaing untuk menunjukkan kelebihan mereka dalam kemampuan membeli (walau kredit) barang yang lebih muahaaal, lebih berkelas, dan lebih bermerek terkenal.
Gejala brutal yang juga dapat dimunculkan akibat terlena dengan kemajuan teknologi adalah gejala responsif alias kurang tenang. Hal ini dapat kita pelajari dari pengalaman kita ketika kita sedang dalam mengerjakan sesuatu yang penting, kita tidak pernah lepas dengan mobile phone kita, selalu saja ada di sisi kita. Bahkan ketika anda sedang berurusan dengan pembuangan anda, anda tidak segan-sengan membawa sang HP ke dalam toilet.
Ketika suara sms masuk, tak segan-segan anda menjawabnya walau anda dalam posisi sedang bicara dengan orang lain. Bahkan ketika anda sedang melakukan kegiatan sakral seperti puja bakti di Vihara pun, anda sulit tenang karena anda membiarkan diri anda untuk membalas sms, membaca status teman, dan lainnya. Keheningan malam yang khusuk sulit sekali diperoleh saat ini, setiap menit bahkan detik terdengar ring tone berbunyi atau bergetar. Dampak dari kebrutalan ini dapat berimbas kepada perilaku sulit tidur, jika tidur penuh mimpi, tergesa-gesa, mudah bicara sendiri yang tak berarti, dan senyumsenyum sendiri jika dilanjutkan bisa mengarah ke OMG (orang mulai gila). Sungguh ini mungkin terjadi dan sangat dapat terjadi.
Era Digital Sebagai Era Mental
Gejala ‘brutal’ di era digital yang penulis tulis di atas belumlah tentu terjadi di setiap orang yang hidup di era digital saat ini. Kita masih mungkin untuk menggunakan era digital sebagai era mental, yaitu era melatih mental kita agar seperti metal yang kuat, gagah, kokoh yang tangguh menghadapi arus dunia yang menggoda untuk menjadi brutal. Teknologi yang berkembang sangat membantu kita untuk menjelajahi dunia dengan mudah dan cepat serta murah. Kita dapat mendapatkan informasi pengembangan mental di belahan dunia.
Kita juga dapat mempromosikan kebajikan-kebajikan kepada banyak orang dengan lebih cepat, mudah dan murah. Misalnya melalui buku ini, adalah salah satu media yang dapat memberikan kesempatan orang banyak untuk belajar bersama di tempat yang berbeda di waktu yang sama. Waspadalah selalu dan teruslah cari fasilitas-fasilitas teknologi yang dapat membantu kita dalam pengembangan mental, dengan demikian maka kita dapat menggunakan era digital untuk era mental. Ketika era digital dikembangkan untuk pengembangan mental, maka perjalanan kita menuju kehidupan tinggi menjadi lebih mudah, cepat dan murah.
Anda dapat meningkatkan downline kebajikan anda kelebih dari 2 kaki saja, tetapi dapat kepada banyak kaki. Seperti misalnya ketika anda menggunakan media sosial facebook, dan anda dapat mengorganisasikan facebook anda menjadi facebook yang laris dikunjungi karena di dalamnya anda memberikan sentuhan niat baik, kasih sayang, simpatik dan tentu 4 daya kekuatan kehidupan maka anda telah menanam benih-benih yang siap tumbuh menuju kehidupan yang tinggi.
Tiada waKTu unTuK Menunda, laKuKanlah seKarang ! Bangkitkanlah semangat anda untuk hidup lebih dari yang dulu, stop hidup yang biasa-biasa saja. Kembangkanlah potensi-potensi yang anda miliki sekarang atau yang belum anda miliki sekarang. Gunakan segala fasilitas yang ada untuk memancing kehidupan anda agar lebih gemilang. Stop mengeluh, stop mengadu, stop mengkritik, stop berdebat, segeralah ambil tindakan arahkan kehidupan anda ke arah kehidupan yang tinggi, agar anda dapat hidup lebih baik, keluar dari ketepurukan hidup, lepas dari berbagai pendiritaan, dan tentuknya anda segera menciptakan kebahagiaan yang utuh untuk hidup anda dan banyak orang.
Lingkungan boleh menjelek-jelekkan upaya anda, lingkungan juga boleh mendukung anda, teman, sahabat, musuh, orang tua, siapapun boleh mengkritik anda, namun mereka juga boleh mendukung anda. Yang terpenting adalah anda memahami apa yang anda pilih, anda paham resiko atau tantangan yang akan anda hadapi dan tentu anda siap bertanggung jawab atas pilihan anda sendiri. Tiada waktu untuk anda memilih dukungan dan menjauhi kritikan, tugas anda bukan memilih dukungan dan menjauhi kritikan, tugas anda adalah memilih cara anda hidup yang lebih tinggi, lebih berkualitas, lebih dari sebelumnya, bukan hidup yang biasa-biasa saja, egois, tidak memikirkan kehidupan orang banyak.
Bangunlah komunitas yang positif yang dapat saling memotivasi untuk lebih maju dalam hidup dan kehidupan. Jadilah pioner atau perintis yang terus memberikan inspirasi untuk hidup anda sendiri dan orang banyak. Kembangkan 4 landasan mental dan 4 daya kehidupan agar anda menjadi manusia yang tidak menyia-nyiakan kehidupan manusia anda yang tidak mudah didapat ini.
Sang Buddha mengibaratkan peluang kelahiran sebagai manusia yang sehat, waras, dan mengenal ajaran benar seperti peluang seekor kura-kura buta di samudra luas yang sesekali mengangkat kepalanya lalu memasukkan kepalanya di sebuah gelang karet yang mengapung di samudra tersebut. Bayangkan betapa sulitnya kehidupan sebagai manusia yang sehat, waras dan mengenal ajaran benar. Jika anda memahami betapa sulitnya atau betapa kecilnya peluang terlahir sebagai manusia yang sehat, waras, dan mengenal ajaran benar maka tentu anda sudah pasti akan meningkatkan kelas hidup anda ke kehidupan yang tinggi terus tinggi hingga tiada kelahiran lagi yang akan datang kepada hidup kita.
Berbahagialah penulis atas kesempatan yang diberikan untuk menulis hal-hal yang dapat membantu penulis sendiri tergugah, berbagi pengetahuan, berbagi waktu, berbagi cerita, berbagi cinta dan kasih sayang, berbagi kepedulian, berbagi kebahagiaan kepada para pembaca yang juga tentunya bukan manusia biasa, manusia luar biasa yang hidup bukan hanya untuk menunaikan nafsu keserakahan, nafsu kebencian dan kebodohan semata, namun untuk mengembangkan cinta kasih dan kasih sayang, kesukarelaan dan keikhalasan, pengetahuan dan pengertian.

















