Top 10 Penulis

Parenting Tip: Orang Tua Jangan Pernah Mengabaikan Perkawinannya

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

family, chinese, asian
Photo by Hoi An Photographer

“Deciding together to have a child and sharing in child-rearing do not immunize a marriage. Indeed, collaborative couples can face other problems. They often embark on such an intense style of parenting that they end up paying less attention to each other.”

“Keputusan bersama untuk memiliki anak dan berbagi dalam membesarkan anak bukan berarti mengabaikan perkawinan. Pasangan kolaboratif akan menghadapi berbagai masalah. Mereka sering terbenam dalam pengasuhan anak yang intens sehingga akhirnya kurang memperhatikan satu sama lain sebagai pasangan.”

~ Stephanie Coontz ~

Jika orang tua mendapat pertanyaan, “Kapan terakhir kali Anda pergi berdua dengan pasangan, tanpa anak, menginap di suatu tempat, dan menghabiskan waktu berkualitas berdua saja?” Bisa jadi banyak orang tua akan kesulitan menjawab pertanyaan semacam ini karena sudah cukup lama mereka terakhir melakukannya.

Banyak alasan kenapa pasangan suami istri sudah lama tidak melakukan hal tersebut. Bisa jadi karena kesibukan kerja atau aktivitas sehari-hari. Bisa pula karena kesibukan dalam mengurus anak yang menguras sebagian besar waktu, pikiran, tenaga, uang, dan sumber daya keluarga lainnya. Sangat mungkin juga karena merasa tidak perlu lagi menghabiskan waktu berdua karena menganggap hal tersebut hanyalah dilakukan saat masih pacaran atau baru menikah dan belum memiliki anak, atau belum terlalu direcoki oleh anak. Mungkin pula karena alasan-alasan atau sebab-sebab lainnya.

Setiap pasangan orang tua seharusnya menjaga keseimbangan kehidupan mereka, termasuk kehidupan perkawinan. Jika kehidupan perkawinan orang tua tidak harmonis, selain terjadi pemborosan energi di diri masing-masing, juga mengirimkan pesan psikologis dan contoh kuat kepada anak untuk tidak perlu memprioritaskan perkawinan. Selain itu, ketika anak melihat dan merasakan hubungan perkawinan orang tuanya yang erat dan hangat, anak akan lebih mudah bertumbuh kembang dengan baik.

Perkawinan orang tua, yang merupakan penyatuan dua individu, harus dibina, dipelihara, dan disegarkan terus-menerus. Perkawinan ibarat tanaman, memerlukan siraman air, cahaya sinar matahari, pupuk, penyiangan dan pemangkasan rutin, dan seterusnya. Perkawinan yang tidak dirawat dengan baik dapat menjadi kering, meranggas, dan akhirnya mati. Tentu kematian perkawinan seperti ini tidak pernah diharapkan sewaktu perkawinan tersebut dimulai awalnya dulu.

Tentu saja orang tua terutama yang usia anaknya masih kecil dapat mengalami gejolak rasa bersalah jika meninggalkan anaknya meskipun sejenak. Tetapi jika yakin ada orang yang bisa mewakili mengasuh anak dengan baik, perlu ada kelonggaran bagi pasangan orang tua untuk memiliki waktu dan kesempatan berdua yang berkualitas secara rutin. Orang tua yang terlalu berfokus ke anak sehingga anak menjadi segala-galanya dan mengabaikan hal-hal lainnya termasuk perkawinannya, berarti mengundang masalah tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga bagi anak. Risiko karena tidak menjaga hubungan perkawinan pasangan orang tua sangatlah besar.

Namun orang tua yang sering meninggalkan serta mengabaikan anaknya, yang seringkali juga bukan demi kepentingan untuk mempertahankan dan memperkuat kehidupan perkawinannya, juga tidak sehat dan sangat berbahaya. Bahkan banyak orang tua yang meninggalkan dan mengabaikan anaknya sehari-hari tanpa memastikan pengasuhan yang baik atas diri anaknya. Tentu saja ini kesalahan yang sangat fatal.

Ingatlah wahai orang tua, anak memang teramat penting. Namun anak tidak boleh menjadi yang hanya satu-satunya bagi orang tua. Setiap orang tua juga memiliki kehidupannya sendiri, termasuk kehidupan perkawinannya. Selain mencurahkan diri untuk anak, orang tua juga harus mencurahkan diri untuk dirinya sendiri dan perkawinannya. Dengan cara inilah orang tua bisa menyelamatkan dua hal terpenting dalam kehidupannya, yakni tumbuh kembang anak dan juga tumbuh kembang perkawinannya.

“Setiap pasangan orang tua seharusnya menjaga keseimbangan kehidupan mereka, termasuk kehidupan perkawinannya. Orang tua yang terlalu berfokus ke anak sehingga mengabaikan hal-hal lain termasuk perkawinannya, berarti mengundang masalah besar.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

red apple fruit on four pyle books
Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran. Xun Zi
woman, field, happiness, thank you, terima kasih
Suatu ketika ada seorang pemuda yang merasa hidupnya sangat sulit. Seperti lazimnya manusia, dia ingin mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Tulisan Terkait