Top 10 Penulis

Parenting Tip: Ajari Anak Mengembangkan Kedisiplinan dan Konsistensi

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

grayscale photo of woman doing silent hand sign
Photo by Kristina Flour

“Parents who discipline their child by discussing the consequences of their actions produce children who have better moral development, compared to children whose parents use authoritarian methods and punishment.”

“Orang tua yang mendisiplinkan anaknya dengan mendiskusikan konsekuensi perbuatannya akan menghasilkan anak yang memiliki perkembangan moral yang lebih baik, dibandingkan dengan anak yang orang tuanya menggunakan metode dan hukuman yang otoriter.”

~ Simon Baron-Cohen ~

Secara umum, KEDISIPLINAN mengandung pengertian ketaatan atau kepatuhan kepada peraturan atau tata tertib yang berlaku. Dalam konteks kedisiplinan yang perlu dikembangkan dalam diri anak, kedisiplinan adalah untuk melakukan secara persis hal-hal yang baik dan benar. Sebelum bisa melakukan secara persis hal-hal yang baik dan benar, anak perlu diajarkan terlebih dahulu untuk bisa membedakan hal-hal yang baik dan buruk, serta yang benar dan salah.

Secara umum, KONSISTENSI mengandung pengertian perlakuan secara berulang-ulang, secara tetap, atau tidak berubah-ubah. Dalam konteks konsistensi yang perlu dikembangkan dalam diri anak, konsistensi adalah untuk terus berulang melakukan secara persis hal-hal yang baik dan benar.

Jadi PENGGABUNGAN antara “DISIPLIN dan KONSISTENSI” mengandung pengertian terus berulang melakukan secara persis hal-hal yang baik dan benar, kepada siapapun, kapanpun, di manapun, serta dalam situasi dan kondisi apapun. Artinya, tidak ada pengecualian orang, waktu, tempat, serta situasi dan kondisi bagi anak untuk terus melakukan hal-hal yang baik dan benar.

Contohnya “berlaku sopan kepada orang lain” adalah hal yang baik dan benar. Anak harus bersikap sopan kepada orang lain tanpa kecuali, baik kepada orang yang lebih di atas, maupun orang yang lebih di bawah misalnya kepada asisten rumah tangga alias mbak di rumah. Cara bersikap sopan bisa dengan mengangguk, tersenyum, berbicara dengan sopan atau ramah, dan lain-lain. Sikap sopan kepada orang lain ini harus dilakukan secara terus-menerus, di setiap kesempatan, baik saat orang tua mengawasi anak maupun tidak. Jika anak mampu melakukan itu semua, barulah anak dikatakan sudah disiplin dan konsisten dalam “berlaku sopan kepada orang lain”.

Jika dari kecil anak sudah diajarkan dan dilatih kedisiplinan dan konsistensi dalam melakukan hal-hal yang baik dan benar, yakinlah bahwa anak akan lebih mampu menghadapi tantangan kehidupan dan bisa meraih keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan. Sangat banyak contoh orang sukses dunia yang menerapkan kedisiplinan dan konsistensi dalam melakukan hal-hal yang baik dan benar sepanjang kehidupannya.

Prasyarat untuk dapat melakukan cara parenting mengembangkan kedisiplinan dan konsistensi ini adalah orang tua harus memiliki pengetahuan dalam membedakan hal-hal yang baik dan buruk, serta yang benar dan salah. Orang tua juga harus mempraktikkan hal-hal yang baik dan benar yang sudah diketahuinya. Akan jauh panggang dari api alias takkan mungkin berhasil jika orang tua tidak melakukan atau malah melakukan yang berbeda dengan apa yang dimintakan kepada anaknya untuk dilakukan. Dengan cara inilah orang tua dapat mengajarkan kedisiplinan dan konsistensi kepada anak.

Ingatlah wahai orang tua, ajarkanlah anak sejak dini untuk mengembangkan kedisiplinan dan konsistensi, yakni untuk terus berulang melakukan secara persis hal-hal yang baik dan benar tanpa kecuali. Niscaya anak akan dapat bertumbuh kembang secara maksimal dan bisa menjadi kebanggaan orang tua. Tentu saja tidak mudah untuk melakukannya. Juga membutuhkan berbagai upaya pantang menyerah, baik dari orang tua maupun anak. Tapi layak dan berharga untuk dilakukan.

“Orang tua harus mengajarkan anak sejak dini untuk mengembangkan kedisiplinan dan konsistensi, yakni untuk terus berulang melakukan secara persis hal-hal yang baik dan benar. Niscaya anak akan bertumbuh kembang secara maksimal dan bisa menjadi kebanggaan orang tua.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Raja berpikir sejenak tanpa merasa perlu berkonsultasi dengan para penasihat dan tukang ramal kerajaan. Bukannya menghukum anak remaja itu, tetapi...
Crop faceless young black male in casual outfit standing on city street and showing thumb up gesture
Efisiensi adalah melakukan sesuatu dengan benar; efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar. Peter Drucker

Tulisan Terkait