“The foundation for security and well being of a family is often built from a parent going extra miles to achieve it, doing mundane tasks to ensure it, standing up to injustice to protect it, and having the heart to listen and then express through embrace and action to each member of that sacred ohana how much they are deeply valued, unconditionally. And all the while, from birth, encouraging the other members to do the same. And often, from that foundation you have a home, well founded.”
“Fondasi untuk keamanan dan kesejahteraan sebuah keluarga sering kali dibangun dari orang tua yang bekerja ekstra keras untuk mencapainya, melakukan tugas-tugas biasa untuk memastikannya, melawan ketidakadilan untuk melindunginya, dan memiliki hati untuk mendengarkan dan kemudian mengekspresikannya melalui pelukan dan tindakan kepada setiap anggota keluarga untuk menunjukkan bahwa mereka sangat dihargai, tanpa syarat. Dan tentu saja, dari sejak lahir, mendorong setiap anggota keluarga melakukan hal yang sama. Dan seringkali, dari dasar tersebut akan terbentuk rumah yang sesungguhnya dengan dasar yang kokoh.”
~ Tom Althouse ~
Permasalahan satu anak dalam keluarga tidak hanya menjadi permasalahan orang tua saja. Permasalahan seorang anggota keluarga juga menjadi permasalahan semua anggota keluarga. Jika satu anggota keluarga membuat hal yang memalukan di luar rumah maka yang malu bukan hanya anggota keluarga tersebut dan orang tuanya, melainkan semua anggota keluarga. Pemahaman ini hendaknya ditanamkan dan dimiliki oleh semua anggota keluarga. Oleh karenanya, semua anggota keluarga harus berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh satu anggota keluarga.
Oleh sebab itu, orang tua harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membangun komunikasi dan kerja sama tim. Minimnya pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam dua aspek ini rentan memunculkan anak-anak bermasalah dalam keluarga. Selain itu, masalah anak yang timbul menjadi tidak terselesaikan dengan baik. Anak bermasalah pada akhirnya akan sulit untuk bertumbuh kembang secara maksimal.
Komunikasi sangat diperlukan dalam keluarga karena anggota keluarga merupakan makhluk sosial yang memerlukan interaksi. Tentu saja cara dan gaya komunikasi harus disesuaikan dengan generasi dominan dalam keluarga dan kebutuhan yang dirasa. Juga tidak boleh mengabaikan kemajuan teknologi dalam hal media yang digunakan untuk berkomunikasi. Cara, gaya, dan media komunikasi yang baik untuk generasi yang lebih tua sangat mungkin sudah tidak efektif lagi jika digunakan untuk generasi sekarang.
Orang tua perlu menerapkan komunikasi antar anggota keluarga yang bertumpu kepada prinsip “REACH”. Makna dari prinsip REACH ini adalah Respect (penghargaan), Empathy (turut merasakan), Audible (dapat terdengar dengan jelas jika komunikasi dilakukan secara lisan), Clarity (jelas inti atau poin yang ingin disampaikan), dan Humble (disampaikan dengan rendah hati tanpa kesombongan atau tanpa merasa memiliki otoritas atau kekuasaan).
Kerja sama tim dalam keluarga sangat diperlukan. Keluarga termasuk ke dalam kriteria “kelompok” karena pasti terdiri dari minimal dua orang atau lebih. Yang harus dipahami adalah kelompok belum tentu menjadi sebuah tim. Keluarga hanya dapat dikategorikan “TIM” jika hasil secara keseluruhan lebih besar daripada penjumlahan hasil anggota keluarga jika dilakukan secara sendiri-sendiri.
Orang tua harus membangun tim yang kompak dalam keluarga. Jika ada anggota keluarga yang bermasalah, anggota keluarga lainnya harus menjadi “SEKUTU” untuk saling berkolaborasi dan berkongkalikong memberikan motivasi dan dukungan bagi anggota keluarga yang bermasalah tersebut sehingga masalahnya bisa terselesaikan.
Orang tua harus menjelaskan secara tepat kepada semua anggota keluarga bahwa jika ada anggota keluarga yang bermasalah, tidak hanya citra dia saja yang buruk tetapi seluruh anggota keluarga akan terkena getahnya. Perlu dibangun kesadaran yang kuat akan hal ini sehingga setiap anggota keluarga bisa menjaga diri sendiri dan saling menjaga dengan semua anggota keluarga lainnya.
Ingatlah wahai orang tua, setitik nila bisa merusak warna susu sebelanga. Meskipun hanya satu anak yang bermasalah, seluruh anggota keluarga bisa terkena getahnya. Oleh karenanya, seluruh anggota keluarga harus bersekutu, berkolaborasi, dan berkongkalikong guna menjaga keutuhan dan nama baik keluarga.
“Permasalahan satu anak dalam keluarga tidak hanya menjadi permasalahan orang tua saja, namun juga semua anggota keluarga. Oleh karenanya, seluruh anggota keluarga harus bersekutu, berkolaborasi, dan berkongkalikong menyelesaikan masalah tersebut guna menjaga nama baik dan keutuhan keluarga.”
(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

















