“If you are a parent, open doors to unknown directions to the child so he can explore. Don’t make him afraid of the unknown, give him support.”
“Jika Anda adalah orang tua, bukalah pintu-pintu ke arah yang belum diketahui bagi anak Anda sehingga dia bisa menjelajah dan mengetahui lebih banyak. Jangan membuatnya takut pada hal yang belum diketahui, berilah dia dukungan.”
~ Osho ~
Orang tua bisa dan harus membantu mengenali bakat (talent), minat (interest), dan hasrat (passion) anaknya sejak dini. Namun, banyak orang tua yang merasa kesulitan untuk melakukannya meskipun sebenarnya tidaklah sulit untuk mengenali ketiganya dalam diri anak. Tentu saja diperlukan upaya dan ketelitian dalam melakukannya.
Bakat anak berhubungan dengan kemampuan alami yang dibawa sejak lahir. Bakat adalah anugerah. Dipercaya bahwa setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana mengenali bakat anak sejak dini karena banyak orang dewasa bahkan orang yang sudah tua sekalipun belum tahu apa bakatnya. Jika anak bisa melakukan yang sesuai dengan bakatnya, anak akan lebih mudah meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan.
Minat anak berhubungan dengan ketertarikan atau kemauan terhadap sesuatu. Jika anak berminat terhadap sesuatu maka anak akan suka dan senang melakukannya. Tetapi belum tentu anak mau mengorbankan segala sesuatu demi minatnya tersebut.
Hasrat anak merupakan bentuk minat yang sangat besar atau kuat. Jika anak memiliki minat terhadap sesuatu sedemikian besar sehingga menjadi sangat asyik dan melupakan hal-hal lainnya, minat tersebut sudah menjadi hasrat. Demi hasratnya, anak akan mendahulukan sesuatu tersebut, bahkan mau mengorbankan segala sesuatu yang lain.
Sayangnya, belum tentu bakat anak sesuai dengan minatnya, apalagi sesuai dengan hasratnya. Demikian sebaliknya, minat atau hasrat anak belum tentu sesuai dengan bakatnya. Yang baik adalah anak memiliki minat yang sesuai dengan bakatnya, selain hasilnya akan bagus, anak juga akan merasa suka dan senang dalam melakukannya. Yang terbaik adalah anak memiliki hasrat yang sesuai dengan bakatnya. Selain hasilnya akan (sangat) bagus, juga anak akan merasa sangat suka, sangat senang, dan akan begitu asyik menikmati sewaktu melakukannya. Tidak hanya keberhasilan dan kesuksesan, kebahagiaan dalam kehidupan anak pun akan lebih mudah terwujud.
Lalu bagaimana panduan umum bagi orang tua supaya bisa membantu mengenali bakat, minat, dan hasrat anak sejak dini? Dimulai dengan orang tua harus berpikiran lebih terbuka dan luas (open- and broad-minded), serta tidak terlalu menguatirkan anak. Orang tua perlu mengenalkan anak dengan berbagai hal dan aktivitas, atau kegiatan yang baru. Lalu membiarkan anak mengenal lebih jauh atau mencoba beberapa kali hal dan aktivitas, atau kegiatan baru tersebut. Ini dikenal sebagai “MENGEKSPOS” anak dengan hal dan aktivitas, atau kegiatan yang baru.
Tentu saja orang tua harus mempelajari dan menyeleksi terlebih dahulu hal dan aktivitas, atau kegiatan baru yang mau diekspos ke anak. Tentunya harus hal dan aktivitas, atau kegiatan yang baik atau positif. Jadi tidak semuanya diekspos atau “dicobakan” ke anak. Orang tua harus jeli dalam mengamati respon atau reaksi anak sewaktu proses ekspos tersebut berlangsung (untuk mengenali minat atau hasrat anak). Orang tua juga harus teliti mengamati hasil yang diperoleh anak dari proses ekspos tersebut (untuk mengenali bakat anak).
Ingatlah wahai orang tua, semakin dini anak mampu mengenali bakat, minat, dan hasratnya, lalu melakukan yang sesuai dengan bakat, minat, atau hasratnya tersebut, semakin mungkin anak meraih berbagai keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Jika ini dapat terwujud, orang tua sudah memenuhi kewajibannya dalam menumbuhkembangkan anak.
“Orang tua bisa dan harus membantu anak mengenali bakat (talent), minat (interest), dan hasrat (passion)nya. Caranya adalah dengan mengekspos anak dengan berbagai hal dan aktivitas, atau kegiatan yang baru. Tentu saja orang tua harus mempelajari dan menyeleksi terlebih dahulu yang baru itu sebelum diekspos ke anak. Lalu biarkan anak mengenal lebih jauh atau mencoba lebih banyak yang baru itu.”
(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

















