“Parenting is not something you do so much as who you are. You don’t ‘do’ mothering. You don’t ‘do’ fathering. You are a mother. You are a father. You are in the process of shaping a life and leaving a legacy.”
“Pengasuhan anak bukanlah sesuatu yang Anda lakukan untuk menjadikan anak seperti diri Anda. Anda tidak ‘melakukan’ menjadikan anak seperti ibu. Anda tidak ‘melakukan’ menjadikan anak seperti ayah. Anda memang seorang ibu. Anda memang seorang ayah. Namun Anda berada dalam proses membentuk kehidupan dan meninggalkan warisan karya.”
~ Mandi Hart ~
Banyak cara sederhana dan mudah namun bisa sangat berkesan dalam mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang baik kepada anak. Cara-cara sederhana dan mudah tersebut seringkali bisa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun diperlukan kecermatan, kreativitas, dan pengulangan dalam melakukannya sehingga bisa menjadi kebiasaan yang baik dari orang tua. Kreativitas seperti ini lebih menjamin hasil yang diinginkan dibanding dengan cara tradisional dimana orang tua menggunakan otoritasnya untuk menjejali anak dengan berbagai nasihat.
Jika cara sederhana dan mudah ini sering dilakukan oleh orang tua, bisa jadi anaknya lebih cepat menemukan “moment of truth” yang dapat mengubah diri anak secara drastis menjadi jauh lebih baik dan positif. Dampak baik lainnya adalah sangat mungkin anak juga lebih cepat mengenali bakat, minat, dan hasratnya dalam kehidupan ini.
Contohnya bersumber dari pengalaman kami sekeluarga. Suatu ketika kami harus mengurus visa sekeluarga di sebuah kedutaan besar. Meskipun anak-anak tidak ikut, visa mereka sebenarnya tetap bisa diurus dengan diwakilkan kepada kami sebagai orang tuanya. Namun dengan pertimbangan bahwa anak-anak sedang liburan sekolah dan akan menjadi pengalaman bagus bagi mereka jika diikutkan dan dijelaskan tentang pengurusan visa, kami memutuskan untuk mengajak serta mereka.
Sambil menjalani tahap demi tahap dalam proses pengurusan visa, kami berupaya memberikan penjelasan dan nasihat kepada anak-anak. Karena semua penjelasan dan nasihat tersebut dilakukan dengan menggunakan kasus nyata, hasilnya sangat berkesan dan berdampak baik bagi mereka. Inilah contoh experiential learning, yakni pembelajaran melalui pengalaman langsung.
Beberapa pelajaran baik dan positif bagi anak-anak kami dan dari momen apa mendapatkannya adalah:
* Harus melalui security dan detektor logam sebelum bisa masuk ke dalam kedutaan: selalu berhati-hati dan waspada dimanapun berada supaya aman dari hal-hal yang tidak diinginkan.
* Harus mengantri dalam melakukan setiap tahapan pengurusan visa: perlu tertib dan teratur supaya lancar, dan tidak menyerobot hak orang lain.
* Setiap service officer visa, termasuk security officernya, bersikap ramah dan melayani: perlu bersikap ramah dan melayani orang lain dalam situasi dan kondisi yang sesuai sehingga akan lebih diterima dan mendapat dukungan orang lain.
* Hampir semua service officer visa (meskipun orang Indonesia) menguasai bahasa asing dari negara kedutaan tersebut: perlu penguasaan bahasa asing karena akan memberikan nilai tambah diri.
* Sebelumnya kami sudah mengecek dan mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan (cukup banyak) sehingga proses pengurusan visa kami sangat lancar dan tanpa kendala berarti: perlu melakukan persiapan yang memadai supaya hasil yang diinginkan bisa tercapai.
* Beragam orang dengan berbagai gaya yang datang mengurus visa: di dunia ini terdapat banyak sekali jenis orang sehingga keberagaman itu harus diterima dengan baik. Perbedaan sangat mungkin terjadi sehingga kemampuan mengelola perbedaan sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan.
Ingatlah wahai orang tua, mengajari anak sebenarnya tidaklah sulit. Dengan sedikit kecerdasan, kreativitas, dan kesabaran, berbagai kejadian dan peristiwa sehari-hari bisa “dibingkai” (framing) menjadi bermakna bagi pembekalan tumbuh kembang anak. Akan lebih mudah bagi anak untuk menerima dan mempraktikkan apa yang dipelajari dari pembelajaran melalui kejadian sehari-hari.
“Mengajari anak sebenarnya tidaklah sulit. Banyak cara sederhana dan mudah dalam mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang baik kepada anak. Dengan sedikit kecerdasan, kreativitas, dan kesabaran, berbagai kejadian dan peristiwa sehari-hari bisa ‘dibingkai’ (framing) sehingga bermakna sewaktu disampaikan ke anak.”
(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

















