Top 10 Penulis

Parenting Tip: Bukan Sama, Namun Setimbang

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

child, girl, nature
Photo by ymyphoto

“It’s not politically correct to say that you love one child more than you love your others. I love all of my kids, period, and they’re all your favourites in different ways. But ask any parent who’s been through some kind of crisis surrounding a child – a health scare, an academic snarl, an emotional problem – and we will tell you the truth. When something upends the equilibrium – when one child needs you more than the others – that imbalance becomes a black hole. You may never admit it out loud, but the one you love the most is the one who needs you more desperately than his siblings. What we really hope is that each child gets a turn. That we have deep enough reserves to be there for each of them, at different times. All this goes to hell when two of your children are pitted against each other, and both of them want you on their side.”

“Tidaklah benar mengatakan bahwa Anda mencintai satu anak lebih dari anak-anak lainnya. Saya mencintai semua anak saya, dan mereka semua adalah favorit saya dengan cara yang berbeda. Tanyakan kepada orang tua mana pun yang pernah mengalami krisis seputar seorang anak – ketakutan akan kesehatan, gangguan akademis, masalah emosional – dan kebenaran akan terungkap. Ketika sesuatu merusak keseimbangan – ketika satu anak lebih membutuhkan Anda daripada yang lain – ketidakseimbangan itu akan menghasilkan keburukan. Anda mungkin tidak akan pernah mengakuinya, tetapi anak yang paling Anda cintai adalah anak yang paling membutuhkan Anda daripada saudara-saudaranya. Yang terbaik adalah setiap anak mendapat giliran. Kita mampu untuk ada bagi masing-masing anak, di waktu yang berbeda. Sangatlah buruk ketika dua anak Anda diadu satu sama lain, dan keduanya ingin Anda di pihak mereka.”

~ Jodi Picoult ~

Anak bisa menjadi sumber kekuatiran terbesar bagi orang tua. Namun anak juga bisa menjadi sumber kebanggaan bagi orang tua. Saat orang tua melihat salah satu anaknya “kurang” dibanding dengan anak lainnya, orang tua bisa merasa ada yang salah dengan anak tersebut, atau bisa juga merasa ada yang salah dengan dirinya sebagai orang tua.

Orang tua seharusnya menyadari bahwa setiap anak adalah unik. Anak-anak bertumbuh kembang secara berbeda, memiliki kepribadian yang berbeda, memiliki sifat dan karakter yang berbeda, memiliki kemampuan yang berbeda, dan memiliki berbagai perbedaan lainnya. Perbedaan-perbedaan itu umum terjadi meski anak-anak tersebut datang dari orang tua yang sama dan dilahirkan oleh ibu yang sama.

Oleh karenanya, wajar setiap anak membutuhkan dukungan yang berbeda dan bahkan perlakuan yang berbeda. Akan sangat salah jika orang tua memperlakukan sama kepada semua anaknya, apalagi jika perbedaan usia antar anak cukup jauh.

Setiap anak berkembang dengan kecepatan dan cara yang mungkin berbeda. Jangankan dengan saudara mereka sendiri yang pasti berbeda usianya, dengan teman mereka yang berusia sama, perbedaan di antara mereka sangat mungkin terjadi. Oleh karenanya, orang tua tidak usah merasa kuatir sekiranya ada di antara anaknya yang di usia tertentu menunjukkan tumbuh kembang yang berbeda dengan saudaranya di waktu berusia yang sama.

Perbedaan antar anak yang kasat mata sesuai perkembangan usia, misalnya untuk kebutuhan nutrisi. Bayi paling tidak sampai usia enam bulan perlu diupayakan mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif. Sedangkan bayi yang mulai aktif bermain, selain ASI dan susu formula, memerlukan asupan makanan bergizi seimbang untuk mendukung perkembangan dan aktivitasnya.

Berdasarkan potensi diri pun, anak-anak menunjukkan perbedaan. Secara umum, dikenal beberapa jenis potensi diri anak, yakni fisik (psikomotorik), intelektual (Intellectual Quotient/IQ), emosional (Emotional Quotient/EQ), spiritual (Spiritual Quotient/SQ), dan daya juang (Adversity Quotient/AQ).

Kenyataannya, banyak orang tua yang memperlakukan anak-anaknya secara mirip atau bahkan persis sama. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk menghindari munculnya kecemburuan atau iri hati di antara anak-anaknya. Lalu para orang tua tersebut bingung karena meski sudah memperlakukan anak-anaknya secara sama, namun anak-anaknya tidak memperlihatkan perilaku baik atau positif yang diharapkan, atau tidak menunjukkan kesamaan perkembangan dalam aspek-aspek yang diharapkan.

Yang benar seharusnya orang tua memperlakukan anak-anaknya secara SETIMBANG, yakni sesuai dengan kebutuhan yang setara (setimbang) bagi anak-anaknya. Apa yang dibutuhkan oleh anak yang satu belum tentu dibutuhkan oleh anak yang lain. Jika semua anak diberikan yang sama maka anak yang tidak membutuhkan pasti akan kecewa. Oleh karenanya, dibutuhkan pengamatan seksama dan kepekaan orang tua dalam memahami kebutuhan setiap anak.

Untuk mempermudah ilustrasi “setimbang”, bayangkan dua jenis benda berbeda diletakkan di piringan timbangan gantung yang berbeda. Untuk mendapatkan kesetimbangan piringan timbangan yang satu dengan yang lain, setiap benda belum tentu harus berjumlah sama karena berat jenisnya berbeda. Diperlukan kemampuan untuk menambah atau mengurangi sehingga kedua piringan timbangan bisa setimbang.

Ingatlah wahai orang tua, memperlakukan sama kepada semua anak seringkali merupakan perlakuan yang keliru karena setiap anak itu unik dan sangat mungkin berbeda satu sama lain. Seharusnya orang tua memperlakukan anak secara setimbang dengan menyesuaikan kepada kebutuhan masing-masing anak.

“Banyak orang tua yang memperlakukan anak-anaknya secara sama rata. Orang tua seharusnya memperlakukan anak-anaknya secara setimbang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Apa yang dibutuhkan oleh anak yang satu belum tentu dibutuhkan oleh anak yang lain. Jika semua anak diperlakukan sama, anak yang tidak membutuhkan pasti akan kecewa.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a close-up of a hand
Pernahkah Anda kenal dengan orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan hidupnya benar-benar bahagia?
woman in white shirt wearing eyeglasses
Dia terlihat bingung untuk menyeberangi sungai di depannya yang airnya cukup tinggi dan deras.

Tulisan Terkait