Top 10 Penulis

Parenting Tip: Cara Mengaktifkan Pikiran Bawah Sadar Anak

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Backview of Sad Child waiting on a Glass Window
Photo by Juan Pablo Serrano Arenas

“The best way to make children good is to make them happy.”

“Cara terbaik untuk membuat anak-anak menjadi baik adalah dengan membuat mereka bahagia.”

~ Oscar Wilde ~

Secara umum, manusia memiliki dua jenis pikiran, yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Kedua jenis pikiran ini tidak ada hubungannya dengan kesadaran manusia. Yang mana pun dari dua jenis pikiran ini yang aktif, orangnya tetap sadar. Perbedaannya terletak kepada potensi, kemampuan, dan kekuatan orang tersebut yang akan berbeda tergantung jenis pikiran mana yang aktif atau yang digunakan.

Potensi, kemampuan, dan kekuatan pikiran sadar manusia hanyalah sebesar 12%, sedangkan pikiran bawah sadarnya sebesar 88%. Artinya peran dan pengaruh pikiran bawah sadar manusia hampir delapan kali pikiran sadarnya. Jika seorang anak lebih sering menggunakan pikiran bawah sadarnya untuk belajar dan beraktivitas maka hasil yang diperoleh akan menjadi lebih baik. Pencapaian, prestasi, keberhasilan, dan kesuksesan anak akan lebih mudah diraih jika anak mampu lebih sering mengaktifkan dan menggunakan pikiran bawah sadarnya.

Pikiran bawah sadar anak kecil sebenarnya cukup sering aktif di keseharian. Semakin anak besar, secara alamiah pikiran bawah sadarnya semakin jarang aktif, digantikan oleh pikiran sadar. Pengaruh lingkungan dan pembelajaran yang diperoleh seiring berjalannya waktu akan memperbesar dan memperkuat pikiran sadarnya. Anak akan menjadi semakin analitis, rasional, dan manipulatif, tergantung kepada pembelajaran yang sudah dipelajari dan pengalaman yang sudah dialami.

Ada berbagai cara untuk mengaktifkan pikiran bawah sadar anak, di antaranya adalah buatlah anak merasa relaks dan nyaman, arahkan anak sehingga bisa berfokus dan berkonsentrasi dengan baik terhadap apa yang sedang dihadapi atau dikerjakan, munculkan emosi-emosi positif dalam diri anak (senang, gembira, bersemangat, dan lain-lain), buatlah anak mau mengulang atau melakukan repetisi, serta buatlah anak percaya dan yakin terlebih dahulu.

Dari berbagai cara mengaktifkan pikiran bawah sadar anak tersebut, salah satu cara yang terbaik dan relatif tidak sulit dilakukan oleh orang tua adalah dengan sering memunculkan emosi positif dalam diri anak sehingga anak merasa senang dan gembira. Contohnya, misalkan suatu ketika orang tua membuat kejutan (surprise) dengan membawakan sesuatu yang disukai oleh anak. Saat anak terkejut dan senang sekali (emosi positif kuat), orang tua lalu dengan penuh kasih menyampaikan berbagai nasihat. Atau orang tua bisa menyampaikan harapan akan kebiasaan baik apa yang orang tua inginkan anak untuk dilakukan atau kebiasaan buruk apa yang orang tua inginkan anak untuk tidak dilakukan.

Memberikan kejutan ini dapat dilakukan berulang-ulang secara kreatif, baik cara melakukannya maupun bentuk kejutannya. Setiap kali muncul emosi yang baik dan positif dalam diri anak, orang tua dapat menyampaikan nasihat dan atau harapan yang diinginkan agar anak melakukannya.

Emosi yang baik dan positif akan membuka atau mengaktifkan pikiran bawah sadar anak sehingga apapun yang orang tua katakan akan masuk sepenuhnya, tanpa halangan ke dalam pikiran bawah sadar anak. Jika yang dikatakan oleh orang tua semakin kuat tertanam dalam pikiran bawah sadar anak, semakin besar kemungkinan anak akan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ingatlah wahai orang tua, aktifkanlah lalu berkomunikasilah sesering mungkin dengan pikiran bawah sadar anak untuk mengurangi penolakan, perlawanan, dan penentangan dari anak. Anak juga akan lebih patuh dan menuruti apa yang dinasihatkan atau diminta oleh orang tuanya jika dikomunikasikan berulang-ulang saat pikiran bawah sadar anak aktif atau terbuka.

“Salah satu cara mengaktifkan pikiran bawah sadar anak adalah dengan sering memunculkan emosi positif dalam diri anak sehingga anak merasa senang dan nyaman. Berkomunikasi dengan anak saat pikiran bawah sadarnya aktif, akan mengurangi penolakan, perlawanan, dan penentangan. Anak akan menjadi lebih patuh dan menurut kepada orang tuanya.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Crop faceless young black male in casual outfit standing on city street and showing thumb up gesture
Efisiensi adalah melakukan sesuatu dengan benar; efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar. Peter Drucker
E-book ini berisi 48 petikan dialog antara Bhikkhu Nāgasena dengan Raja Milinda disertai dengan penjelasannya untuk meningkatkan kebijaksanaan.Raja Milinda melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai filsafat, psikologi, meditasi, praktik spiritual, dan etika Buddhisme. Bhikkhu Nāgasena memberikan jawaban-jawaban yang logis, sistematis, dan mudah dipahami; seringkali dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang indah.

Tulisan Terkait