Top 10 Penulis

Parenting Tip: Contoh Cara Melatih Anak Sejak Dini untuk Berjuang

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

two persons forming love fingers
Photo by Tyler Nix

“Educate your children to self-control, to the habit of holding passion and prejudice and evil tendencies subject to an upright and reasoning will, and you have done much to abolish misery from their future and crimes from society.”

“Dengan mendidik anak-anak Anda untuk mengendalikan diri, membiasakan diri menahan nafsu dan prasangka dan kecenderungan jahat sehingga tunduk pada keinginan yang lurus dan penalaran, Anda telah berbuat banyak untuk mengurangi penderitaan di masa depan mereka dan mengurangi kejahatan di masyarakat.”

~ Benjamin Franklin ~

Perjuangan merupakan ciri hakiki dari kemanusiaan. Anak perlu dilatih sejak dini untuk berjuang. Diperlukan kemampuan orang tua dalam memberikan latihan berjuang yang pas bagi anak, yakni di “jalan tengah”. Artinya, tidak di ekstrim kiri alias terlalu lunak atau mudah bahkan tidak perlu berjuang, pun tidak di ekstrim kanan alias terlalu keras atau sulit atau berlebihan.

Di tahun 1960-an, seorang psikolog universitas Stanford di Amerika Serikat bernama Walter Mischel melakukan penelitian mengenai dampak penundaan pemuasan pada anak-anak kecil. Mischel menyiapkan sekelompok anak-anak. Mischel lalu menyodorkan kudapan marsmallow di depan setiap anak, namun dengan persyaratan tertentu sebelum mereka boleh melakukan sesuatu atas kudapan tersebut. Hasilnya, anak-anak tersebut terbagi menjadi dua kelompok, yakni anak yang langsung memakan kudapan marsmallow begitu ditawari dan anak yang menunda memakan selama beberapa menit untuk mendapatkan kompensasi tambahan marsmallow.

Ternyata anak-anak kecil yang langsung memakan marsmallow, di kemudian hari menjadi orang dewasa yang jauh berbeda dengan kelompok anak yang memilih menunggu beberapa menit sebelum memakannya. Kelompok anak yang mampu menunda pemuasan, memperlihatkan kualitas untuk mampu menahan diri. Jika kualitas tersebut dipertahankan hingga mereka remaja dan dewasa, ternyata mereka memperlihatkan pencapaian prestasi yang lebih baik dibanding kelompok anak yang kurang mampu menahan diri. Mereka juga lebih bisa menyesuaikan diri secara emosional maupun sosial, jarang bermasalah, lebih disukai, dan lebih bahagia daripada kelompok yang memilih untuk memakan langsung marsmallownya.

Bagaimana cara melatih anak sejak dini sehingga memiliki kemampuan menunda atau menahan diri demi sedikit kesenangan, untuk mendapatkan kesenangan yang lebih banyak nantinya?

Dari sejak lahir hingga kira-kira berusia delapan belas bulan, kebutuhan bayi harus diberikan secara penuh. Hal ini untuk menjamin agar bayi dapat tumbuh dengan normal. Akan tetapi, di masa terakhir periode tersebut, barangkali dari bulan dua belas hingga delapan belas, anak dapat mulai dilatih berjuang untuk menunda kesenangan atau menahan diri.

Contohnya, orang tua tidak perlu segera atau langsung memenuhi semua kebutuhan bayi meskipun bayinya rewel atau menangis. Jika bayi secara rutin belajar dari pengalaman untuk menunggu sebentar, secara tidak sadar mereka belajar bahwa mereka tidak selalu langsung mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka belajar bahwa diperlukan perjuangan dan waktu untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Begitu sudah menjadi anak-anak lalu remaja, orang tua dapat menambah latihan berjuang ke anak dimana anak harus berupaya atau berusaha terlebih dahulu sebelum mendapatkan apa yang diinginkan.

Ingatlah wahai orang tua, anak perlu dilatih sejak dini secara pas untuk berjuang. Dengan cara ini, anak akan mengakumulasi kemampuan dan kekuatan berjuang yang dibutuhkan untuk bertumbuh kembang dengan baik dan benar. Pada akhirnya, anak akan mampu meraih berbagai keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Perjuangan merupakan ciri hakiki dari kemanusiaan.

“Anak perlu dilatih sejak dini untuk berjuang. Diperlukan kemampuan orang tua untuk memberikan latihan berjuang yang pas bagi anak, yakni di ‘JALAN TENGAH’. Artinya, tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Salah satu caranya adalah dengan membentuk sejak dini kemampuan anak untuk menunda atau menahan diri dari sedikit kesenangan sekarang demi kesenangan yang lebih banyak kemudian.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

red apple fruit on four pyle books
Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran. Xun Zi
woman, field, happiness, thank you, terima kasih
Suatu ketika ada seorang pemuda yang merasa hidupnya sangat sulit. Seperti lazimnya manusia, dia ingin mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Tulisan Terkait