Top 10 Penulis

Parenting Tip: Disiplinkan Anak Maka Dunia Akan Lunak Kepadanya

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

girl wearing black top while standing and holding flower on green grass
Photo by Leo Rivas

“It’s not our job to toughen our children up to face a cruel and heartless world. It’s our job to raise children who will make the world a little less cruel and heartless.”

“Bukan tugas kita untuk menguatkan anak-anak kita dalam menghadapi dunia yang kejam dan tidak berperasaan. Tugas kita untuk membesarkan anak-anak yang akan membuat dunia menjadi lebih sedikit kekejaman dan lebih berperasaan.”

~ L.R. Knost ~

Ada kalimat bijaksana yang mengatakan, “Jika kita lunak kepada diri sendiri maka dunia akan keras kepada kita. Namun jika kita keras kepada diri sendiri maka dunia akan lunak kepada kita.” Tentu saja kata-kata “lunak” dan “keras” ini harus dimengerti dengan tepat sehingga kalimat bijaksana tersebut bisa dipraktikkan secara tepat.

“Lunak kepada diri sendiri” berarti tidak mempersiapkan dan tidak menempa diri dengan baik, bermalas-malasan, tidak bersemangat, membuang-buang waktu, dan tidak melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas diri. “Keras kepada diri sendiri” berarti mempersiapkan dan menempa diri dengan baik, rajin, bersemangat, mengisi waktu dengan sebaik-baiknya, dan melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas diri.

“Dunia akan keras kepada kita” berarti kehidupan kita akan relatif sulit dan keras. Kita akan lebih sulit dalam bersaing (berkompetisi) maupun berkolaborasi dengan orang-orang lain karena kita tidak memiliki kemampuan atau keahlian, dan tidak ada nilai tambah diri.

“Dunia akan lunak kepada kita” berarti kehidupan kita akan relatif mudah dan lancar. Kita akan lebih mudah dalam bersaing (berkompetisi) maupun berkolaborasi dengan orang-orang lain karena kita memiliki kemampuan atau keahlian, dan ada nilai tambah diri.

Demikian juga dalam praktik parenting, orang tua perlu berlaku “KERAS” kepada anak supaya kehidupan anak dan dunia yang dihadapinya akan lebih “lunak”. Orang tua berlaku “keras” kepada anak dalam pengertian “TEGAS” menegakkan disiplin dalam hal atau kebiasaan yang baik.

Ketegasan orang tua kepada anak diperlukan untuk membentuk sikap (attitudes), karakter (characters), dan kepribadian (personalities) yang baik dalam diri anak. Orang tua berlaku “keras” kepada anak juga dalam pengertian mempersiapkan dan menempa diri anak dengan sebaik-baiknya; membuat anak menjadi rajin, bersemangat, mengisi waktu dengan sebaik-baiknya, dan melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas diri.

Ketegasan dalam penegakan disiplin ini perlu dilakukan oleh orang tua sejak dini pada anak. Tentu saja harus dilakukan secara bertahap, mulai dari hal kecil dan meningkat ke yang sedang, dan seterusnya sampai ke yang besar. Orang tua harus menyesuaikan penegakan disiplin dengan perkembangan fisik dan mental anak.

Orang tua juga perlu menyediakan ruang untuk toleransi bahwa kedisiplinan merupakan hal yang harus dibina dan ditempa, tidak akan terjadi secara cepat dan instan. Ketidakdisiplinan awal anak jangan membuat orang tua emosi dan menghukum anak berlebihan. Jangan sampai upaya untuk mendisiplinkan anak malah menjadi kontra produktif, yang malah membuat anak menyimpan kemarahan, kebencian, dan dendam kepada orang tua. 

Ketegasan dalam penegakan disiplin ini mensyaratkan pengorbanan, baik dari orang tua maupun anak, yang seringkali terasa pahit di awal namun manis setelahnya. Percayalah, jika penegakan disiplin ini dilakukan dengan baik dan benar, anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding anak lain yang tidak atau kurang disiplin.

Ingatlah wahai orang tua, anak yang sudah menjalani penegakan disiplin secara tegas dari sejak kecil akan lebih siap, baik dalam berkompetisi maupun berkolaborasi dengan orang-orang lain dalam kehidupan ini. Lebih besar kemungkinan anak yang berdisiplin untuk bertumbuh kembang dengan baik. Pada akhirnya, anak berdisiplin akan lebih mudah dalam meraih berbagai keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupan ini.

“Orang tua perlu berlaku keras (tegas) kepada anak untuk menegakkan disiplin dalam hal atau kebiasaan yang baik. Ketegasan dalam penegakan disiplin ini perlu dilakukan sejak dini pada anak. Untuk berhasil, diperlukan pengorbanan orang tua dan anak yang seringkali terasa pahit di awal namun manis setelahnya.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

red apple fruit on four pyle books
Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran. Xun Zi
woman, field, happiness, thank you, terima kasih
Suatu ketika ada seorang pemuda yang merasa hidupnya sangat sulit. Seperti lazimnya manusia, dia ingin mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Tulisan Terkait