Top 10 Penulis

Parenting Tip: Kembangkan ‘K-E-S-A-N’ Sebagai Bekal Kesuksesan Anak

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Three Toddler Eating on White Table
Photo by Naomi Shi

“If a child sees something in a parent that the child aspires to, he or she will copy that parent and be content. If a child feels that a parent is living a life that shows compassion and understanding, patience and love, that child will not have to reach a stage of rebellion against that parent. Why rebel against someone who has listened to you and wants to help you fulfil your dreams? A parent who has proven time and again that growth and happiness of his or her children is priority number one does not have to worry about where these children are heading in life. They will be sensitive and productive members of society for as long as they live.”

“Jika anak melihat sesuatu dalam diri orang tuanya yang dia inginkan, dia akan meniru orang tuanya dan menjadi puas. Jika seorang anak merasa bahwa orang tuanya menjalani kehidupan yang menunjukkan belas kasih dan pengertian, kesabaran dan cinta, anak itu tidak akan memberontak melawan orang tuanya. Mengapa memberontak terhadap orang yang telah mendengarkan dan membantu mewujudkan impiannya? Orang tua yang telah berulang kali membuktikan bahwa pertumbuhan dan kebahagiaan anak-anaknya adalah prioritas nomor satu, tidak perlu khawatir ke mana arah kehidupan anak-anaknya. Mereka akan menjadi anggota masyarakat yang sensitif dan produktif sepanjang kehidupan mereka.”

~ Alice Ozma ~

Mengapa seseorang terlihat menarik bagi kita, namun orang lainnya sama sekali tidak menarik bagi kita? Atau diri kita menarik bagi seseorang namun sama sekali tidak menarik bagi orang yang lainnya? Hal ini ada hubungannya dengan “KESAN”, yakni persepsi seseorang atas orang lain. Karena merupakan persepsi (yang ada di dalam benak atau pikiran), kesan bersifat subyektif dan relatif. Artinya, dapat berbeda-beda antar orang, tidak akan sama antar semua orang.

Namun umumnya, jika kesan atas seseorang di dalam pikiran orang lain baik dan positif, misalnya sopan, ramah, jujur, bertanggung jawab, bersemangat, suka menolong, serta kesan-kesan baik dan positif lainnya, orang tersebut akan mudah diterima dan didukung oleh orang-orang lain tersebut.

Selain berhubungan dengan persepsi, kesan juga memiliki kepanjangan yang sangat penting. Jika seseorang mengerti, menerapkan, dan menguasai dengan baik kepanjangan dari kesan tersebut, maka pintu keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan akan terbuka lebar baginya.

Kepanjangan “K-E-S-A-N” (dalam bahasa Inggris) yang dimaksud adalah:

* “K” adalah kepanjangan dari “Knowledge” (pengetahuan). Di zaman teknologi maju sekarang ini, pengetahuan berlimpah tersedia di internet secara mudah dan murah. Berbagai penelitian tentang kemampuan otak menemukan bahwa otak manusia biasa (tidak perlu sampai yang jenius), sebenarnya mampu mempelajari dan menyimpan banyak pengetahuan.

* “E” adalah kepanjangan dari “Enthusiasm” (antusiasme, semangat). Orang yang bersemangat dalam melakukan sesuatu akan memungkinkan hasil yang diperoleh menjadi lebih baik dibandingkan orang yang tidak atau kurang bersemangat.

* “S” adalah kepanjangan dari “Skills” (keahlian, keterampilan). Keahlian atau keterampilan adalah sesuatu yang mampu dilakukan dengan baik karena sudah dilatih berulang-ulang.

* “A” adalah kepanjangan dari “Attitudes” (sikap). Sikap yang baik menjadi pendorong munculnya perilaku yang baik pula.

* “N” adalah kepanjangan dari “Networks” (jaringan). Jaringan bukanlah seberapa banyak orang yang kita tahu tetapi seberapa banyak orang yang mengenal kita, terutama apa yang bisa kita lakukan atau kemampuan apa yang kita miliki.

Jika seorang anak memiliki kesan yang baik, berarti orang-orang lain memiliki persepsi yang baik atas diri anak tersebut. Anak memiliki kesan yang baik, harus juga berarti anak memiliki pengetahuan yang luas, semangat atau antusiasme yang tinggi, keahlian atau keterampilan yang banyak, sikap dan perilaku yang baik, dan jaringan yang luas.

Ingatlah wahai orang tua, salah satu tujuan dalam upaya menumbuhkembangkan anak adalah agar anak memiliki kesan yang baik dan positif, dimana dirinya dipersepsikan orang lain sebagai seorang yang baik dan positif. Anak juga harus memiliki pengetahuan (knowledge) yang luas, semangat atau antusiasme (enthusiasm) yang tinggi, keahlian atau keterampilan (skills) yang banyak, sikap dan tingkah laku (attitudes) yang baik, dan jaringan (networks) yang luas untuk bisa meraih keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.

“Selain harus memiliki kesan yang baik dan positif di mata orang lain, anak juga harus memiliki K-E-S-A-N (Knowledge = pengetahuan, Enthusiasm = semangat/antusiasme, Skills = keahlian/keterampilan, Attitudes = sikap, dan Networks = jaringan) untuk meraih keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

a close-up of a hand
Pernahkah Anda kenal dengan orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan hidupnya benar-benar bahagia?
woman in white shirt wearing eyeglasses
Dia terlihat bingung untuk menyeberangi sungai di depannya yang airnya cukup tinggi dan deras.

Tulisan Terkait