Top 10 Penulis

Parenting Tip: Manfaatkan Semaksimal Mungkin Momen Singkat Pikiran Bawah Sadar Anak Aktif

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

Child Sleeping on Bed
Photo by Minwoo SEO

“Active listening influences the child to be more willing to listen to the parents’ thoughts and ideas. It is a universal experience that when someone will listen to one’s own point of view, it is then easier to listen to his. Children are more likely to open themselves up to receive their parents’ messages if their parents first hear them out. When parents complain that their kids don’t listen to them, it’s a good bet that the parents are not doing an effective job of listening to the kids.”

“Orang tua yang mau mendengarkan dengan aktif membuat anak lebih mau mendengarkan pikiran dan gagasan orang tua. Ini adalah pengalaman universal bahwa ketika seseorang mau mendengarkan sudut pandang orang lain, akan lebih mudah orang lain untuk mendengarkan sudut pandangnya. Anak-anak lebih cenderung membuka diri untuk menerima pesan orang tua jika orang tua mau mendengarkan mereka terlebih dahulu. Ketika orang tua mengeluh bahwa anak-anak tidak mendengarkan mereka, kemungkinan besar sebelumnya orang tua tidak mendengarkan anak-anak mereka secara efektif.”

~ Dr. Thomas Gordon ~

Secara umum, manusia memiliki dua jenis pikiran, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Potensi, kemampuan, dan kekuatan pikiran sadar manusia hanyalah sebesar 12%, sedangkan pikiran bawah sadarnya sebesar 88%. Artinya peran dan pengaruh pikiran bawah sadar terhadap kehidupan manusia hampir delapan kali pikiran sadarnya.

Pikiran bawah sadar anak kecil cukup sering aktif dalam kehidupan sehari-hari. Semakin anak besar, pikiran bawah sadarnya semakin jarang aktif atau terbuka. Ada momen-momen alamiah dalam keseharian anak dimana pikiran bawah sadarnya aktif meskipun tidak lama. Momen singkat ini jika dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh orang tua, akan membawa banyak manfaat positif dalam diri anak.

Salah satu momen alamiah pikiran bawah sadar anak aktif adalah saat anak MENGANTUK, yakni di periode antara anak sadar sepenuhnya dengan tertidur pulas. Sepanjang periode mengantuk ini, yang seringkali durasinya singkat, pikiran bawah sadar anak dalam kondisi aktif. Diawali saat anak mulai mengantuk, pikiran bawah sadarnya mulai membuka atau aktif. Semakin anak mengantuk, semakin terbuka pikiran bawah sadarnya. Saat anak menjelang tertidur sepenuhnya alias menjelang tidak sadar sepenuhnya, pikiran bawah sadar anak terbuka sepenuhnya atau sebesar-besarnya.

Dalam periode anak mengantuk inilah orang tua dengan penuh kasih dan hati-hati dapat menyampaikan berbagai nasihat atau harapan kepada anaknya. Sebaiknya dilakukan dengan cara dibisikkan ke telinga anak. Supaya tidak lupa dan bisa berjalan lancar, boleh saja orang tua menyiapkan catatan apa saja yang mau disampaikan ke anak. Kalimat-kalimat yang digunakan sebaiknya adalah kalimat aktif dan dalam kondisi sekarang, bukan nanti. Misalnya, kalau menginginkan anak menjadi orang yang jujur, maka kalimat yang dapat digunakan contohnya, “Andi adalah anak yang jujur” (misal nama anaknya adalah Andi).

Semakin sering nasihat atau harapan disampaikan dengan penuh kasih dan hati-hati oleh orang tua saat anaknya dalam kondisi mengantuk, semakin kuat nasihat atau harapan tersebut tertanam dalam pikiran bawah sadar anak, yang akan membuat anak menjadi lebih baik.

Jika sewaktu orang tua menunggu pikiran bawah sadar anak terbuka sebesar-besarnya alias saat anak benar-benar dalam kondisi mengantuk berat menjelang tertidur pulas, anak terlanjur tertidur, tidak usah kuatir kehilangan kesempatan emas tersebut. Orang tua bisa perlahan dan berhati-hati memanggil anaknya secara halus. Caranya adalah dengan memanggil anak dengan nama panggilannya atau sapaan lain yang akrab atau disukai oleh anak. Setelah anak memberikan respon meski sedikit, yang menandakan anak sudah naik sedikit kesadarannya dari level tertidur pulas, orang tua boleh mulai menyampaikan nasihat atau harapannya.

Kuncinya terletak pada kesabaran dan ketelitian orang tua dalam mengenali kondisi anak apakah pikiran bawah sadarnya sudah terbuka atau belum. Kalaupun sudah terbuka, seberapa besar terbukanya supaya nasihat atau harapan orang tua bisa masuk sepenuhnya secara leluasa ke dalam pikiran bawah sadar anak.

Ingatlah wahai orang tua, berkomunikasilah sesering mungkin dengan pikiran bawah sadar anak untuk mengurangi penolakan, perlawanan, dan penentangan dari anak. Anak juga akan lebih patuh dan menuruti apa yang dinasihatkan atau diminta oleh orang tua. Periode anak mengantuk adalah salah satu momen pikiran bawah sadar anak terbuka atau aktif.

“Ada berbagai momen alamiah dalam keseharian anak dimana pikiran bawah sadarnya aktif meskipun singkat. Jika momen-momen ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh orang tua, akan membawa banyak manfaat positif dalam diri anak. Salah satunya di saat anak mengantuk, orang tua dengan penuh kasih dapat menyampaikan berbagai nasihat dan harapannya.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Crop faceless young black male in casual outfit standing on city street and showing thumb up gesture
Efisiensi adalah melakukan sesuatu dengan benar; efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar. Peter Drucker
E-book ini berisi 48 petikan dialog antara Bhikkhu Nāgasena dengan Raja Milinda disertai dengan penjelasannya untuk meningkatkan kebijaksanaan.Raja Milinda melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai filsafat, psikologi, meditasi, praktik spiritual, dan etika Buddhisme. Bhikkhu Nāgasena memberikan jawaban-jawaban yang logis, sistematis, dan mudah dipahami; seringkali dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang indah.

Tulisan Terkait