Top 10 Penulis

Parenting Tip: Memuji dan Menjaga Perasaan Orang Terdekat Bisa Berdampak Besar

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

father, daughter, baby
Photo by MatlaBrand

“I am but the reflection in your eyes, the effect of your expressions, and the sum of your praise and criticism.”

“Saya hanyalah refleksi di mata Anda, efek dari ekspresi Anda, dan jumlah dari pujian dan kritik Anda.”

~ Richelle E. Goodrich ~

Salah satu bahasa cinta manusia adalah pemberian kata-kata yang mendukung dan positif. Contohnya adalah pujian tulus yang diucapkan di waktu, situasi, dan kondisi yang tepat, serta dengan kualitas dan kuantitas pujian yang tepat pula.

Sayangnya, banyak dari kita yang lebih mau memuji dan menjaga perasaan orang-orang lain yang sebenarnya bukan orang dekat kita. Kita merasa lebih perlu dan penting memuji orang lain, misalnya untuk menjaga relasi atau mendapatkan dukungan. Untuk orang-orang terdekat, terutama anggota keluarga, kita sering kekurangan bahkan kehabisan pujian. Kita biasanya tidak merasa perlu menjaga perasaan orang-orang terdekat kita.

Orang tua yang biasa memberikan pujian secara tepat ke pasangan dan anaknya, secara tidak langsung memberikan pelajaran dan contoh yang kuat kepada anaknya untuk juga membiasakan hal yang sama. Secara rutin memberikan pujian yang tepat tentu merupakan praktik keseharian yang sangat baik dan positif.

Pujian tidak selalu harus diberikan secara langsung. Kadang kala pujian yang diberikan secara tidak langsung, dimana pujian tersebut diberitahukan melalui orang lain kepada pasangan atau anak kita, jauh lebih berdampak. Kadang diperlukan kreativitas untuk membuat pujian biasa bisa berdampak luar biasa.

Yang penting pujian yang diberikan bukanlah pujian yang berlebihan. Bukan pujian tanpa dasar yang hanya sekedar untuk menyenangkan hati orang yang dipuji. Memuji anak mungkin terlihat sederhana dan mudah untuk dilakukan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataannya, untuk mendapatkan dampak terbaik atau maksimal, orang tua harus cermat, teliti, dan peka dalam memberikan pujiannya ke anak.

Jika dilakukan secara tepat, pujian kepada anak bisa berkontribusi dalam membentuk kepribadian dan karakter yang baik dalam diri anak. Selain itu, pujian yang tepat dapat menjadikan anak memiliki harga diri yang pantas, percaya diri yang baik, dan motivasi yang benar.

Salah satu prinsip penting yang perlu diperhatikan orang tua dalam memberikan pujian ke anak adalah kualitas lebih penting daripada kuantitas pujian. Beberapa contoh kapan pujian yang tepat dapat diberikan oleh orang tua ke anak adalah:

* Anak telah melakukan sesuatu yang baik, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Meskipun apa yang dilakukan anak tersebut sudah dilakukan oleh anak-anak lainnya, tetap anak patut dipuji karena sudah menunjukkan peningkatan atau perbaikan dari diri dia sebelumnya.

* Anak telah melakukan sesuatu yang lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Anak tentu saja patut dipuji kalau menunjukkan perbaikan atau peningkatan dari yang sebelumnya, terlepas apakah anak lain sudah melakukan itu atau tidak. Pujian kepada anak tidaklah diukur atau dibandingkan antara diri dia dengan anak-anak lain, tetapi dengan diri dia sendiri yang sebelumnya.

* Anak telah melakukan sesuatu yang baik secara terus-menerus (konsisten). Pujian seperti ini lebih ditujukan kepada konsistensi anak dalam melakukan hal yang baik.

Agar pujian yang diberikan oleh orang tua kepada anak bisa bermanfaat semaksimal mungkin dalam menumbuhkembangkan anak, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, di antaranya:

* Perhatikan hal-hal kecil karena pujian tidak harus menunggu sampai sesuatu yang besar dilakukan oleh anak. Pujian juga harus spesifik sehingga jelas apa yang dipuji dari anak.

*  Lebih baik berfokus pada proses bukan hasil. Meskipun hasil akhir penting tetapi proses yang baik dan benar yang dilakukan oleh anak jauh lebih penting. Bahkan meskipun hasil akhir belum sesuai dengan yang diinginkan, anak tetap berhak atas pujian jika sudah melakukan segala sesuatunya sesuai dengan proses yang baik dan benar. Dengan cara ini, anak tidak akan menghalalkan segala cara untuk meraih hasil yang diinginkan.

* Hindari memberikan julukan khusus. Saat memuji anak, orang tua jangan memberikan julukan khusus, misalnya “jagoan matematika”. Hal ini berisiko membuat anak menjadi besar kepala padahal apa yang dipelajari tentang matematika masih belum banyak.

* Jangan berlebihan dalam memuji anak. Secara umum, segala sesuatu yang berlebihan dalam dunia ini seringkali berakibat kurang baik. Hal ini termasuk dalam memberikan pujian. Jangan sampai motivasi anak melakukan sesuatu, yang memang seharusnya dilakukan, semata mengharapkan pujian dari orang tua.

Ingatlah wahai orang tua, mulailah memperbaiki dan mengubah kesalahan, sebelum terlanjur menjadi fatal dan orang-orang terdekat kita semakin menjauh. Lebih seringlah memuji dan menjaga perasaan orang-orang terdekat kita, terutama anak dan pasangan. Niscaya anak akan dapat bertumbuh kembang dengan lebih baik.

“Salah satu bahasa cinta utama manusia adalah kata-kata yang mendukung, contohnya adalah pujian tulus yang tepat. Orang tua harus lebih sering memuji dan menjaga perasaan anak. Niscaya anak akan dapat bertumbuh kembang dengan lebih baik.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

red apple fruit on four pyle books
Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran. Xun Zi
woman, field, happiness, thank you, terima kasih
Suatu ketika ada seorang pemuda yang merasa hidupnya sangat sulit. Seperti lazimnya manusia, dia ingin mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Tulisan Terkait