Top 10 Penulis

Parenting Tip: Moment of Truth Anak

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

toddler holding her lips, bohong, lying
Photo by Jelleke Vanooteghem

“Children are people, and they should have to reach to learn about things, to understand things, just as adults have to reach if they want to grow in mental stature. Life is composed of lights and shadows, and we would be untruthful, insincere, and saccharine if we tried to pretend there were no shadows. Most things are good, and they are the strongest things; but there are evil things too, and you are not doing a child a favor by trying to shield him from reality. The important thing is to teach a child that good can always triumph over evil.”

“Anak-anak adalah manusia, dan mereka harus mampu belajar banyak hal, memahami banyak hal, seperti orang dewasa harus mampu melakukannya jika ingin tumbuh dalam kualitas mental. Hidup terdiri dari cahaya dan bayangan, dan kita akan menjadi tidak jujur, tidak tulus, dan sombong jika kita mencoba berpura-pura bahwa tidak ada bayangan. Banyak hal baik, dan itu menguatkan; tetapi ada juga hal-hal jahat, dan Anda tidak membantu anak jika mencoba melindunginya dari kenyataan. Yang terpenting adalah mengajari anak bahwa kebaikan selalu dapat mengalahkan kejahatan.”

~ Walt Disney ~

Setiap orang termasuk anak, memiliki “MOMENT OF TRUTH” yang berbeda-beda. Moment of truth adalah momen atau kejadian atau peristiwa yang bisa mengubah drastis diri seseorang. Moment of truth seseorang bisa lebih dari satu, bisa juga tidak terjadi sepanjang kehidupannya.

Tentu saja moment of truth anak yang diinginkan adalah yang bisa membuat anak berubah drastis dalam hal yang baik atau positif. Semakin banyak moment of truth yang baik atau positif terjadi dalam kehidupan anak, semakin baiklah anak dalam bertumbuh kembang. Moment of truth anak bisa diskenariokan alias diatur terlebih dahulu atau bisa juga terjadi secara spontan alias tidak terduga.

Salah seorang teman pernah bercerita bagaimana dia dan beberapa saudaranya dalam keluarga besar secara langsung dan sekaligus berhenti merokok karena melihat satu kakaknya meninggal akibat kanker paru-paru. Mereka melihat dengan mata dan kepala sendiri bagaimana kondisi kakak mereka menjelang kematiannya. Kakak mereka merasakan sakit yang luar biasa. Sejak saat itu, mereka semuanya tanpa dikomando bertekad dalam hati masing-masing untuk berhenti merokok. Tekad mereka tetap terjaga hingga saat ini meski kematian kakak mereka sudah cukup lama terjadi.

Untuk memperbesar peluang munculnya “moment of truth” dalam diri anak, berikanlah lebih banyak ekspos yang baik atau positif kepada anak. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan sebanyak mungkin bagi anak untuk memiliki pengalaman baru. Bisa berupa bertemu orang baru, tempat baru, aktivitas baru, bacaan baru, atau hal-hal baru lainnya. Kuncinya adalah orang tua jangan terlalu kuatir dengan diri anaknya sewaktu anak tereskpos dengan hal-hal baru tersebut.

Yang penting diperhatikan adalah orang tua perlu menyaring atau menyeleksi terlebih dahulu pengalaman baru apa yang akan diekspos ke anaknya. Tentu saja harus pengalaman yang baik atau positif. Jadi anak bukan dibiarkan begitu saja karena malah ada kemungkinan tereskpos dengan pengalaman yang tidak baik atau negatif. Usahakan tidak membiarkan anak secara spontan mengalami pengalaman baru. Hal ini adalah untuk mengurangi pengalaman yang tidak baik atau negatif dialami oleh anak.

Di zaman teknologi informasi berkembang sedemikian pesat dewasa ini, di mana internet menyediakan banyak pengalaman baru secara virtual (maya), orang tua harus waspada sewaktu anaknya mengakses internet. Meskipun secara virtual, pengalaman baru yang didapat dari internet tetap bisa menjadi moment of truth anak. Jika tidak diawasi dengan baik, anak bisa mengakses pengalaman baru di internet yang malah bisa menjadi moment of truth tidak baik atau negatif.

Ingatlah wahai orang tua, jangan terlalu membatasi atau mengekang anak dalam mendapatkan pengalaman baru. Biarkan anak mengalami lebih banyak pengalaman baru yang baik dan positif supaya muncul lebih banyak moment of truth yang dapat mendukung tumbuh kembang anak yang baik dan benar.

Moment of truth adalah momen atau kejadian atau peristiwa yang bisa mengubah drastis diri seseorang. Setiap anak memiliki moment of truth yang berbeda-beda. Semakin banyak moment of truth yang baik atau positif terjadi dalam kehidupan anak, semakin baik anak dalam bertumbuh kembang.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

Raja berpikir sejenak tanpa merasa perlu berkonsultasi dengan para penasihat dan tukang ramal kerajaan. Bukannya menghukum anak remaja itu, tetapi...
Crop faceless young black male in casual outfit standing on city street and showing thumb up gesture
Efisiensi adalah melakukan sesuatu dengan benar; efektivitas adalah melakukan sesuatu yang benar. Peter Drucker

Tulisan Terkait