Top 10 Penulis

Parenting Tip: Orang Tua Hanya Boleh Melakukan Coba-Coba Secara Terukur ke Anak

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

family, outdoor, happy
Photo by Dan_Park

“Children are gifts. They are not ours for the breaking. They are ours for the making.”

“Anak-anak adalah hadiah bagi orang tuanya. Anak-anak bukan milik orang tua untuk dirusak. Anak-anak adalah milik orang tua untuk dibentuk dengan baik.”

~ Dan Pearce ~

Sangat mungkin Anda ingat dengan iklan produk di media massa yang pemerannya mengatakan kurang lebih seperti ini, “Untuk anak koq coba-coba”. Inti iklan ini adalah menyampaikan pesan kepada penonton atau pendengar agar tidak sembarangan memberikan produk ke anak. Agar jangan mencoba produk baru atau produk lain yang belum terbukti khasiatnya. Agar terus menggunakan produk yang diiklankan karena diklaim sudah terbukti manjur.

Meski iklan tersebut mengandung kebenaran dalam konteks terbatas, namun sebenarnya orang tua sangat boleh melakukan “coba-coba” (trials and errors) dalam upaya menumbuhkembangkan anak. Namun orang tua harus melakukan “pekerjaan rumah”nya terlebih dahulu dengan banyak belajar cara-cara menumbuhkembangkan anak, menganalisis dan menyeleksi cara-cara yang sudah dipelajari, lalu mempraktikkan secara hati-hati (coba-coba) cara yang sudah dipilih kepada anaknya. Tidak semua cara yang berhasil untuk anak yang satu, pasti akan berhasil untuk anak lainnya.

Tentu tidak berhenti sampai di tahap coba-coba saja. Orang tua harus memonitor efektivitas dari berbagai cara yang sudah dicobakan terhadap anaknya. Orang tua harus menganalisis dan mengevaluasi hasil yang diperoleh. Cara mana yang hasilnya kurang baik maka cara tersebut harus diperbaiki. Atau malah cara tersebut harus diganti dengan cara lain yang kemungkinan bisa lebih baik dan lebih sesuai dengan anak. Orang tua harus disiplin dan konsisten dalam melakukannya.

Berbagai tahapan inilah yang disebut “coba-coba secara terukur”. Begitu banyak tersedia cara-cara parenting bagi orang tua dalam menumbuhkembangkan anak sehingga selain tidak mungkin orang tua menerapkan semuanya, juga tidak semua cara tersebut sesuai untuk diterapkan ke anak.

Terkait coba-coba, terdapat tiga jenis orang tua dari kualitas yang paling bawah (1) sampai yang paling tinggi (3):

(1) Orang tua yang tidak mengetahui atau hanya sedikit mengetahui cara-cara parenting. Cukup banyak orang tua yang tidak mau belajar atau tidak mau tahu cara-cara parenting yang sesuai dengan anak di zaman sekarang. Sebagian di antaranya menganggap cara-cara parenting yang diterimanya dari orang tuanya dulu sudah cukup untuk diterapkan ke anaknya sekarang.

(2) Orang tua yang mengetahui banyak cara parenting tapi tidak menerapkannya atau malah menerapkannya secara membuta. Ada orang tua yang haus akan pengetahuan parenting sehingga rajin belajar parenting dari berbagai sumber. Saking banyaknya yang dipelajari sehingga akhirnya bingung mana yang akan diterapkan atau malah berupaya menerapkan semuanya secara membabi buta.

(3) Orang tua yang mengetahui banyak cara parenting dan menerapkannya secara terukur ke anak. Ada orang tua yang rajin belajar parenting dari berbagai sumber dan kritis dalam menyaring cara-cara parenting mana yang kira-kira sesuai untuk anaknya. Orang tua jenis ini juga memonitor secara ketat hasil dari cara parenting yang sudah diterapkannya ke anak. Orang tua jenis ini juga bersedia melakukan penyesuaian atau mengubah cara parenting yang diterapkan jika ternyata kurang sesuai bagi anaknya.

Ingatlah wahai orang tua, Anda tidak dilarang untuk melakukan coba-coba (trials and errors) cara-cara parenting ke anak, asalkan coba-coba yang Anda lakukan adalah yang terukur. Niscaya hasilnya akan jauh lebih memuaskan dalam menumbuhkembangkan anak Anda. Anda harus memenuhi prosesnya terlebih dahulu baru berhak menikmati hasilnya yang baik.

“Orang tua tidak dilarang melakukan coba-coba (trials and errors) cara-cara terbaik dalam menumbuhkembangkan anak, asalkan dilakukan secara terukur. Caranya adalah orang tua harus banyak belajar terlebih dahulu cara-cara menumbuhkembangkan anak, lalu menganalisis dan menyeleksi cara-cara terbaik yang relevan, kemudian mempraktikkannya secara hati-hati ke anak.”

(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

Pilihan

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

red apple fruit on four pyle books
Untuk mengerti dengan tepat gambaran besarnya, setiap orang seharusnya takut menjadi tertutupi secara mental dan terobsesi dengan satu bagian kecil saja dari kebenaran. Xun Zi
woman, field, happiness, thank you, terima kasih
Suatu ketika ada seorang pemuda yang merasa hidupnya sangat sulit. Seperti lazimnya manusia, dia ingin mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Tulisan Terkait