“People with great passions, people who accomplish great deeds, people who possess strong feelings, even people with great minds and a strong personality, rarely come out of good little boys and girls.”
“Orang dengan hasrat besar, orang yang menyelesaikan perbuatan besar, orang yang memiliki perasaan kuat, bahkan orang dengan pikiran hebat dan kepribadian kuat, jarang berasal dari anak laki-laki dan perempuan kecil yang baik.”
~ L.S. Vygotsky ~
Banyak orang tua bingung bagaimana caranya mengenali bakat (talent), minat (interest), dan hasrat (passion) anaknya. Padahal untuk mengenali ketiganya dalam diri anak tidaklah sulit. Jika mampu mengenali ketiganya sejak awal dalam diri anak dan mengarahkan anak untuk mengembangkan dan menyelaraskan ketiganya, proses tumbuh kembang anak akan lebih maksimal.
Secara sederhana, jika seorang anak bisa melakukan sesuatu dengan HASIL LEBIH BAIK dibanding anak-anak lain – dengan pendukung (bahan, peralatan, waktu, dan lain-lain) YANG SAMA – anak tersebut dikatakan BERBAKAT di bidang tersebut dibanding anak-anak lainnya. Atau jika seorang anak bisa melakukan sesuatu dengan HASIL SAMA BAIK dengan anak-anak lain – namun dengan pendukung (bahan, peralatan, waktu, dan lain-lain) YANG LEBIH SEDIKIT – anak tersebut dikatakan BERBAKAT di bidang tersebut dibanding anak-anak lainnya.
Jika HASIL anak tersebut JAUH LEBIH BAIK dibanding anak-anak lainnya dengan PENDUKUNG YANG SAMA atau HASIL anak tersebut SAMA BAIK dibanding anak-anak lainnya dengan PENDUKUNG YANG JAUH LEBIH SEDIKIT, dikatakan anak tersebut SANGAT BERBAKAT di bidang tersebut.
Jadi bakat anak berhubungan dengan kemampuan alami (bawaan) anak untuk melakukan sesuatu. Tentu saja bakat ini harus terus diasah sehingga menjadi semakin menonjol dalam diri anak dibanding anak-anak lainnya. Bakat akan memberikan nilai tambah bagi anak dalam berkompetisi maupun berkolaborasi dengan orang lain.
Seorang anak dikatakan memiliki minat terhadap sesuatu jika anak tersebut menunjukkan ketertarikan atau kemauan terhadap sesuatu tersebut. Anak yang melakukan sesuatu sesuai dengan minatnya maka dia akan merasa suka, senang, dan gembira.
Jika minatnya sangat besar sehingga anak mau mendahulukan sesuatu tersebut dan mengabaikan hal-hal lainnya, dikatakan anak tersebut memiliki Hasrat terhadap sesuatu tersebut. Oleh karenanya, hasrat termasuk ke dalam minat namun merupakan jenis minat yang sangat besar atau kuat.
Jadi minat dan Hasrat anak berhubungan dengan ketertarikan atau kemauan untuk bertindak atas sesuatu. Hasrat menyangkut ketertarikan atau kemauan yang lebih besar atau kuat dari sekedar minat biasa.
Jika bakat anak digabungkan dengan minatnya berarti kemampuan anak digabungkan dengan ketertarikan atau kemauannya maka hasilnya kemungkinan besar akan bagus. Tentu saja bakat anak belum tentu sesuai dengan minatnya. Sebaliknya, minat anak belum tentu sesuai dengan bakatnya.
Tentu saja yang terbaik adalah bakat anak digabungkan dengan hasratnya karena hasilnya kemungkinan besar akan bagus sekali.
Ingatlah wahai orang tua, semakin dini anak mampu mengenali bakat, minat, dan hasratnya, lalu melakukan yang sesuai dengan bakat, minat, atau hasratnya tersebut, semakin mungkin anak meraih berbagai keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Oleh karenanya, cara-cara parenting yang diterapkan oleh orang tua ke anak harus mampu membantu anak mengenali bakat, minat, dan hasratnya.
“Bakat berhubungan dengan kemampuan alami anak untuk melakukan sesuatu. Minat berhubungan dengan ketertarikan atau kemauan anak untuk bertindak atas sesuatu. Hasrat adalah minat yang sangat besar atau kuat. Semakin dini anak mampu mengenali bakat, minat, dan hasratnya, lalu melakukan yang sesuai dengan bakat, minat, atau hasratnya tersebut, anak akan meraih berbagai keberhasilan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.”
(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

















