“Every child apprehends, feels and changes with age and developmental stage, as they also learn to develop. Nevertheless, if you recognize what to expect and predict with a child’s behaviour, you will be less annoyed and less destructive.”
“Setiap anak menangkap, merasakan dan berubah seiring dengan usia dan tahap perkembangan, karena mereka juga belajar untuk berkembang. Namun demikian, jika Anda mengenali apa yang bisa diharapkan dan diprediksi dari perilaku anak, Anda tidak akan terlalu terganggu dan perilaku anak tidak akan terlalu merusak Anda.”
~ Patricia Dsouza ~
Terdapat berbagai macam anak dengan tingkah laku yang berbeda-beda, sebagaimana halnya ada berbagai macam orang tua dengan tingkah laku yang berbeda-beda pula. Banyak anak yang dapat bertingkah laku sesuai dengan harapan orang tuanya. Namun banyak pula anak yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh orang tuanya.
Sah-sah saja orang tua memiliki harapan akan berbagai tingkah laku yang harus dipatuhi atau dipraktikkan oleh anaknya. Ada banyak tingkah laku universal yang diharapkan anak melakukannya di manapun dan kapanpun, misalnya menghormati dan mendahulukan orang yang lebih tua. Ada juga tingkah laku anak yang hanya berlaku di tempat atau area atau komunitas tertentu, misalnya mencium tangan orang yang lebih tua atau orang yang dihormati saat bertemu.
Orang tua harus terlebih dahulu mengerti dan memahami berbagai jenis tingkah laku yang akan diterapkan kepada anak. Selanjutnya, orang tua harus menjelaskan kepada anak berbagai tingkah laku yang diharapkan tersebut, bagaimana berbagai tingkah laku tersebut harus dilakukan, dan alasan serta pertimbangan kenapa berbagai tingkah laku tersebut harus dilakukan oleh anak.
Untuk berbagai tingkah laku yang termasuk KELOMPOK DASAR (prinsipil), mutlak harus dipatuhi oleh anak. Hal ini misalnya anak harus memprioritaskan belajar terlebih dahulu dan baru setelahnya boleh bermain. Contoh lainnya adalah harus mematuhi etika dan tata cara sewaktu makan bersama (table manners), baik dengan keluarga atau dengan orang-orang lain. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. Orang tua harus mengatur secara terperinci berbagai tingkah laku yang masuk ke dalam kelompok ini.
Untuk berbagai tingkah laku yang bukan termasuk kelompok dasar, anak diperbolehkan memiliki keleluasaan atau fleksibilitas dalam menentukan sendiri tingkah laku yang nyaman baginya. Hal ini misalnya dari berbagai pelajaran atau pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh anak setiap hari, terserah yang mana yang mau dikerjakan atau dipelajari terlebih dahulu oleh anak. Contoh lainnya adalah sewaktu makan, bagian makanan apa yang mau dihabiskan terlebih dahulu, anak boleh menentukan sendiri. Yang penting jenis-jenis makanan yang sudah ditentukan, harus dihabiskan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. Orang tua tidak perlu mengatur hingga ke yang sekecil-kecilnya untuk tingkah laku dalam kelompok ini.
Untuk berbagai tingkah laku dalam kelompok dasar, antar anak dalam satu keluarga bahkan dengan anak-anak di keluarga-keluarga lainnya, seharusnya sama karena biasanya sudah merupakan standar umum. Namun untuk berbagai tingkah laku yang bukan kelompok dasar, antar anak dalam satu keluarga atau dengan anak-anak di keluarga-keluarga lainnya, tidak harus sama karena biasanya tidak ada standar umum.
Meskipun berbagai tingkah laku dalam kelompok bukan dasar tidak harus diatur oleh orang tua dan anak memiliki keleluasaan untuk mengatur sesuai dengan kenyamanannya, orang tua wajib memonitor pelaksanaannya dan mendiskusikan hasil atau dampaknya dengan anak. Orang tua harus memberikan masukan-masukan untuk menjadi pertimbangan anak. Keputusan sebaiknya tetap diserahkan kepada anak apakah akan tetap bertingkah laku seperti sebelumnya atau harus ada yang disesuaikan. Bentuk persis pelaksanaannya seperti apa, orang tua perlu mempertimbangkan usia dan kesiapan anak.
Dengan cara-cara ini, anak diajar dan dilatih sejak dini untuk berpikir dan berani mengambil keputusan. Anak seharusnya akan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap hasil yang diperoleh karena berperan besar dalam memilih sebagian tingkah lakunya sendiri. Sesuai kata pepatah, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Dengan pengaturan-pengaturan demikian, tidak hanya anak dapat bertingkah laku sesuai dengan harapan orang tua, anak juga sekaligus dilatih aspek-aspek lain yang sangat penting dalam proses tumbuh kembangnya.
Ingatlah wahai orang tua, anak perlu diatur dalam bertingkah laku terutama yang termasuk ke dalam tingkah laku dasar. Namun tidak semua tingkah laku anak harus diatur hingga ke yang sekecil-kecilnya. Anak seharusnya diperbolehkan menentukan sendiri tingkah laku yang bukan dasar sesuai dengan kenyamanan yang dirasakannya.
“Orang tua harus mengerti dan memahami berbagai jenis tingkah laku yang mau diterapkan kepada anak. Lalu, orang tua harus menjelaskan kepada anak berbagai tingkah laku yang diharapkan serta alasannya, dan bagaimana berbagai tingkah laku tersebut harus dilakukan. Selanjutnya, menerapkan tingkah laku yang diinginkan tersebut. Terakhir, mengevaluasi hasil yang didapat dan memperbaiki pelaksanaannya jika belum sesuai.”
(Diambil dari Buku “Parenting Tips”)

















