Kematian bisa mengajarkan kita banyak pelajaran kehidupan. Ketika kita pergi ke upacara pemakaman, bagian paling penting dalam upacara pemakaman seringkali adalah penyampaian pujian terhadap orang yang meninggal. Bagian ini lebih penting dari doa, ritual, atau upacara pemakaman apapun.
Setelah seseorang pergi meninggalkan kita untuk selamanya, kita mulai menceritakan betapa indahnya kenangan bersama orang itu, apa maknanya bagi kita, sungguh sahabat yang luar biasa, terkadang seorang juru masak hebat, atau betapa hebatnya dia dalam peduli, mencintai, dan melayani orang lain, dan sebagainya.
Setelah menghadiri banyak upacara pemakaman, mungkin kita akan menyebut inilah permainan kehidupan. Ini ibarat ilmu ekonomi. Ketika kita memiliki rekening di tabungan bank, di sanalah tempat menyatunya kolom debit dan kredit, dan mengetahui berapa saldonya.
Apa yang dikatakan mengenai orang yang meninggal? Saya selalu sangat terinspirasi menyimak apa yang benar-benar penting pada saat kematian, yakni harta benda tidaklah benar-benar penting, bahkan pencapaian sepanjang kehidupan tidaklah benar-benar penting.
Apa yang benar-benar penting adalah betapa baiknya kita mencintai orang-orang terdekat kita dan menyayangi tulus orang-orang lainnya. Lalu apa sumbangsih yang telah kita berikan kepada kehidupan emosional orang lain, betapa baiknya kita selama hidup, bagaimana kita hadir dan membantu tatkala orang lain berduka, betapa tulus persahabatan yang kita bina, dan lain-lain dalam bentuk relasi dan kontribusi baik dengan orang lain.
Pelajaran dalam upacara pemakaman ini mengajarkan saya tentang hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup ini. Apa yang orang akan kenang mengenai kita, itulah yang harus kita kerjakan dengan tekun mulai sekarang hingga kita meninggal nanti.
Segala hal lainnya, yang begitu banyak menghabiskan waktu kita, seperti pertengkaran, memaksakan kehendak, membayar tagihan, berusaha menaklukkan kehidupan, liburan, mobil-mobil mewah, apapun yang kita cita-citakan dalam hidup ini, orang-orang tak akan mengenang kita dengan itu. Mereka mengenang kita melalui kebajikan dan sentuhan kasih sayang kita, hal-hal yang tak ternilai dengan uang, hal-hal yang hanya membutuhkan waktu kita, hal-hal yang kadang kita lalaikan dalam kehidupan ini.
Itulah hal-hal yang justru bermakna. Itulah pelajaran dari kematian. Ketika kita mengenang sesuatu, apa yang kita inginkan untuk dikenang? Inilah nilai-nilai spiritual yang berlaku di segenap tradisi agama-agama di dunia. Inilah yang menjadikan kehidupan ini betul-betul hidup, yang membuat manusia benar-benar penting, yang sesungguhnya diingat oleh orang-orang lain saat kematian kita.
************
Hal terpenting dari cerita sebelumnya adalah ketika kematian kita datang, yang akan dikenang oleh orang lain dari diri kita adalah berbagai kebajikan yang sudah kita lakukan, hal-hal yang tak ternilai dengan uang. Saat itulah “Saldo perbuatan” kita menentukan nilai dari kehidupan yang sudah kita jalani.
Pentingnya mengumpulkan “Saldo perbuatan” baik sebanyak mungkin sepanjang kehidupan ini tak ternilai dengan uang dan harta lainnya. Hanya terkadang kita tidak terpikir untuk hal ini. Kita sibuk mengejar harta duniawi tanpa kenal lelah dan pada akhirnya malah lalai mengumpulkan saldo perbuatan baik. Ketika mendekati akhir kehidupan, barulah kita menyesal. Namun nasi sudah menjadi bubur, penyesalan selalu datang terlambat. Untuk memaksimalkan kehidupan ini, kita harus melakukan perbuatan baik sebanyak mungkin, yang berupa kebaikan-kebaikan kecil, sedang, hingga besar. Saldo perbuatan baik inilah yang akan kita bawa dan terus menemani kita setelah kematian nantinya.
Saldo perbuatan baik tidak dibatasi dan tidak dapat kita lihat seberapa banyak yang sudah kita kumpulkan. Karena kita tidak tahu persis saldo perbuatan baik yang sudah kita lakukan, kita harus terus memegang dalam pikiran bahwa belumlah cukup sehingga terus mengumpulkannya sepanjang kehidupan. Kumpulkan saldo perbuatan baik ini dengan hati ikhlas dan gembira. Niscaya saldo perbuatan baik yang terkumpul akan lebih maksimal.
Saldo perbuatan baik yang terus kita akumulasi sepanjang kehidupan akan menambah kebijaksanaan dan tentunya mempermulus jalan untuk mengeluarkan diri kita yang terbaik, yakni mengeluarkan potensi, bakat, dan kemampuan terbaik dari dalam diri kita. Niscaya kesuksesan dan kebahagiaan yang lebih luas dalam kehidupan akan menjadi milik kita.
“Karena kita tidak tahu persis saldo perbuatan baik yang sudah kita kumpulkan, kita harus terus memegang dalam pikiran bahwa belumlah cukup sehingga terus mengumpulkannya sepanjang kehidupan.”
(Diambil dari Buku “MotivAction – Motivation for Action”)

















