Top 10 Penulis

Pelajaran Tentang Kemenangan Dari Seorang Sherpa Himalaya

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

a snow covered mountain with a yellow light on it

Inilah cerita dibalik layar tentang pendakian pertama puncak tertinggi Himalaya, 8848 m di atas permukaan laut.

Adalah Edmund Hillary dicatat sebagai orang yang mencapai tepat tertinggi itu, sehingga tempatnya disebut sebagai Hillary Step.[1]

Apakah mungkin Edmund Hillary mencapai puncak tertinggi itu sendirian ?. Sudah pasti tidak. Saat ia menginjakkan kakinya di puncak itu, ia ditemani oleh seorang Sherpa yang bernama Tenzing Norgay [2].

Sherpa adalah sekelompok etnis yang tinggal di wilayah pegunungan Himalaya di Nepal dan wilayah sekitarnya di Tibet. Mereka terkenal karena kemampuan mereka sebagai pemandu dan pembawa yang handal dalam ekspedisi pendakian gunung. Kata “Sherpa” sering digunakan secara luas untuk merujuk kepada para pemandu gunung yang ahli, terutama di wilayah Himalaya.

Para Sherpa ini memiliki pengetahuan dan pengalaman mendalam tentang medan pegunungan, serta kebiasaan dan peraturan alam yang berlaku di daerah tersebut. Mereka membantu para pendaki dalam menavigasi rute, membawa peralatan dan perlengkapan, serta memberikan dukungan dan bantuan selama pendakian gunung. Keterampilan dan keberanian mereka sangat dihargai dalam komunitas pendaki gunung internasional.

Ketika sudah mencapai puncaknya, hanya selangkah lagi sang Sherpa mempersilahkan tamunya Edmund Hillary untuk melangkah terlebih dahulu. Edmund Hillary dikenal sebagai orang pertama yang mencapai puncaknya, bukan Tezing Norgay, [3] seperti kutipan di bawah ini:

For many years, no one knew whether Hillary or Tenzing had been the first to reach the summit. Both of them simply said that they had ascended together. According to Clark, Tenzing wrote many years later, “A little below the summit Hillary and I stopped. The rope that joined us was thirty feet long, but I held most of it in my hand, so that there was only about six feet between us. I was not thinking of ‘first’ and ‘second.’ We went on, slowly, steadily. And then we were there. Hillary stepped on top first. And I stepped up after him.”

Selama bertahun-tahun, tidak ada yang tahu apakah Hillary atau Tenzing yang pertama mencapai puncak. Keduanya hanya mengatakan bahwa mereka telah mendaki bersama. Menurut Clark, Tenzing menulis bertahun-tahun kemudian, “Sedikit di bawah puncak, Hillary dan saya berhenti. Tali yang menghubungkan kami panjangnya tiga puluh kaki, tetapi saya memegang sebagian besar di tangan saya, sehingga hanya ada sekitar enam kaki di antara kami. Saya tidak memikirkan ‘pertama’ dan ‘kedua’. Kami terus maju, perlahan, dengan tekun. Dan kemudian kami berada di sana. Hillary melangkah di puncak terlebih dahulu. Dan saya mengikuti setelahnya.”

Tenzing Norgay menyadari siapa yang menjejakakan kaki pertama kali akan tercatat dalam sejarah, tapi ia tetap mempersilahkan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya untuk pertama kali, bukan dirinya.

Mengapa ia melakukan hal ini padahal ia dapat menginjakkan kakinya terlebih dahulu dan dunia akan mencatatnya bahwa dirinya adalah orang yang pertama mencapai puncak tersebut?

Tenzing Norgay mengatakan: “I did not conquer Everest, but I conquered myself.” (Saya tidak mengalahkan Himalaya, tapi mengalahkan diri sendiri”) dalam buku yang berjudul “Man of Everest: The Autobiography of Tenzing” yang ditulis oleh Tenzing Norgay dan James Ramsey Ullman.

Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran,
namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri.

Dhammapada 103

Seseorang yang sudah mengalahkan diri sendiri, tidak perlu orang lain menyanjungnya. Tidak perlu beramal perlu konferensi pers, diumbar di sosial media, tidak perlu berbuat baik untuk dihargai. Kebaikan tetaplah kebaikan, walaupun Tenzing Norgay bukanlah yang orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak tertinggi, ia tetap saja dianggap orang yang melakukan itu bersamaan dengan Edmund Hillary. Kebaikan tetaplah kebaikan, walaupun tidak ada orang yang tau.

Catatan Kaki
[1] Hillary Step – Wikipedia
[2] Tenzing Norgay – Wikipedia

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

pink petal on body of water
Istilah "Insight Meditation" dipilih sebagai padanan bahasa Inggris untuk "Vipassana". Namun, karena latihan ini berfokus pada kewaspadaan konstan, gerakan Barat ini kemudian lebih dikenal dengan nama "Mindfulness".
Setiap sesi, bisa ada jeda istirahat, tetapi kalau terlalu lama maka waktu yang tersisa untuk tidur akan habis, sehingga setiap peserta berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Setelah dikurangi waktu makan (saya hanya satu kali makan) dan mandi, umumnya peserta tidur hanya 2 atau 3 jam saja.

Tulisan Terkait