Top 10 Penulis

PENANGGALAN LUNISOLAR

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

lunisolar-upscaled

Frasa penanggalan lunisolar mungkin tidak akrab di telinga. Yang pasti diketahui orang adalah dua jenis penanggalan yaitu penanggalan solar (matahari) dan penanggalan lunar (bulan).  Penanggalan matahari berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Saat ini berlaku secara internasional, dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember sebanyak 12 bulan. Setahun terdiri atas 365,25 hari. Kelebihan 0,25 hari digabung dalam empat tahun menjadi satu hari dan ditambahkan dalam penanggalan sebagai tanggal 29 Februari yang terjadi pada tahun kabisat (tahun yang bilangannya dapat dibagi empat). Ini menjadi sedikit tidak ‘fair’ bagi mereka yang terlahir pada tanggal tersebut karena hari ulang tahunnya tidak terjadi tiap tahun, melainkan empat tahun sekali……

Penanggalan lunar berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi dalam bentuk elips. Jarak dari satu bulan ke bulan berikutnya adalah 29,5 hari, setahun terdapat 12 bulan sehingga dalam setahun terdapat 354 hari. Salah satu penanggalan bulan yang populer adalah penanggalan ‘Chinese calendar’ yang disebut Imlek (dalam Bahasa Mandarin : Yinli). Kata Im atau Yin di sini tentu saja merujuk pada konsep Yin Yang yang dikenal dalam masyarakat Tionghoa sejak jaman dahulu. Awalnya Yin berarti tempat yang tidak terpapar atau terkena sinar matahari sehingga bemakna gelap. Sedangkan Yang berarti tempat yang terpapar sinar matahari sehingga bermakna terang. Dari konsep gelap dan terang ini berkembanglah teori dualisme di alam semesta ini. Ada terang ada gelap, ada pria ada wanita, ada atas ada bawah, ada depan ada belakang, ada kiri ada kanan dan seterusnya. Ada matahari ada bulan, matahari dikategorikan sebagai Yang dan bulan sebagai Yin, penanggalan matahari disebut Yanglek (Yangli) dan penanggalan bulan sebagai Imlek (Yinli). Yin dan Yang tidak berkonotasi baik atau buruk melainkan menunjukkan dualisme yang ada seperti adanya kutub positif dan kutub negatif.

Pada saat bulan dekat dengan bumi dalam peredarannya (saat bulan purnama), maka oleh gaya tarik menarik bumi dan bulan terjadi pasang naik pada air laut. Dulu ada teori, kalau air laut saja bisa tertarik naik saat bulan purnama maka tentu juga cairan tubuh manusia dapat tertarik naik sehingga menyebabkan terganggunya fungsi otak dan mental manusia yang dikaitkan misalnya dengan epilepsi. Hal ini disebut ‘lunatic’ yang berasal kata lunaticus yang berarti  ‘of the moon’. Oleh karena itu mungkin ada logikanya mengapa pada saat bulan gelap dan bulan purnama (hari Uposatha) orang dianjurkan untuk ke vihara berpuasa untuk membersihkan batin. Para bhikkhu juga berkumpul pada hari Uposatha untuk mengulang pembacaan Patimokkha.  Kebiasaan para samana (petapa) lain berkumpul pada hari Uposatha sudah ada sebelum para bhikkhu  melakukannya. Jadi ketika umat melihat para samana berkumpul pada hari Uposatha tetapi para bhikkhu tidak, mereka bertanya-tanya mengapa para bhikkhu tidak melakukan hal yang dilakukan oleh para samana itu. Hal ini sampai kepada Sang Buddha yang kemudian menetapkan peraturan bahwa para bhikkhu harus berkumpul saat hari Uposatha. Para bhikkhu berkumpul tetapi mereka berdiam diri saja. Umat yang melihat demikian kembali bertanya-tanya, mengapa para bhikkhu tidak melakukan apa-apa saat berkumpul itu. Maka Sang Buddha menetapkan bahwa saat berkumpul di hari Uposatha para bhikkhu harus mengulangi pembacaan Patimokkha. Dan ini berlangsung sampai dengan sekarang.

Disadari bahwa dengan adanya perbedaan waktu dalam setahun antara penanggalan solar dan penanggalan lunar, menyebabkan kesulitan penanggalan lunar untuk mengikuti saat musim tanam atau musim buah atau musim semi yang mengikuti waktu dalam penanggalan matahari. Oleh karena itu dibuat penyesuaian dalam penanggalan bulan agar dapat mengikuti kondisi musim yang mengikuti penanggalan matahari yaitu dengan menambahkan satu bulan tambahan (‘lun gwee’) setiap dua atau tiga tahun lunar sehingga tahun tersebut menjadi berjumlah 13 bulan atau 384 hari (7 bulan tambahan setiap 19 tahun).

Dengan demikian maka Tahun Baru Imlek selalu jatuh antara tanggal 21 Januari sampai dengan tanggal 21 Februari. Jadi penanggalan Imlek yang dikenal ini tidak merupakan penanggalan lunar murni melainkan merupakan perpaduan dengan penanggalan solar sehingga tepatnya disebut penanggalan lunisolar (yinyangli – penanggalan suryacandra, surya  berarti matahari dan candra berarti bulan). Dikenal juga sebagai ‘Agricultural Calendar’ atau  ‘Nongli’. Tapi tentu tidak ada yang mengucapkan Happy Lunisolar New Year………….Tidak menjadi masalah untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek atau Happy Lunar New Year, atau mengucapkan Happy Chinese New Year walaupun dirayakan tidak hanya oleh orang Tionghoa (tetapi kan asalnya dari negeri Tiongkok….). Boleh juga mengucapkan Xin Nian Kuai Le yang artinya Selamat Tahun Baru (Xin berarti baru, Nian berarti tahun). Ada juga ungkapan Xin Chun Gong Xi – Selamat Menyambut Musim Semi Baru yang tentu cocoknya untuk di negara empat musim. Sedikit berbeda makna tapi sering diucapkan adalah Gong Xi Fa Cai yang berarti Selamat Semoga Makmur Sejahtera. Bagi anak-anak tidak masalah apa yang akan diucapkan, yang penting: Hong Bao Na Lai yang artinya Angpaonya dikasih ke

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

hands, old, typing
Tidak hanya dalam penulisan tersebut ada ketidakcermatan berbahasa. Kadang kala ditemui tulisan doorprice, yang mestinya doorprize. Atau kata yang seharusnya ditulis deadline menjadi dateline, padahal kedua kata mempunyai arti yang sangat berbeda.
vesak, buddha, birth
Penanggalan Buddhis yang lunisolar menyebabkan bahwa hari Waisak yang umumnya jatuh pada bulan April atau Mei, kadang-kadang bisa jatuh pada awal Juni apabila terdapat bulan tambahan pada tahun tersebut. Cara penambahan lun atau adhikamasa dapat berbeda pula dalam tiap penanggalan.

Tulisan Terkait