Top 10 Penulis

Penghargaan

Tulisan ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan Rumah Mettasik

man in black suit jacket wearing eyeglasses
Photo by Mindaugas Skrupskelis

Ada cerita di Facebook yang menyentuh hati. Cerita seorang berumur 100 tahun yang ingin membeli mobil baru. Namanya Richard Johnson, ia telah menabung untuk waktu yang sangat lama untuk dapat membeli sebuah mobil Chevrolet kecil.

Kata akhiran let bermakna ‘kecil’, seperti dulu di Jakarta ada opelet yang berarti ‘Opel kecil’. Yang agak lucu adalah istilah mikrolet, mikro berarti kecil ditambah let yang juga berarti kecil. Richard ingin membeli Chevrolet yang berbentuk hatchback kecil.. Itu sudah menjadi cita-citanya tapi penghasilannya tidak cukup untuk membelinya. Maka ia menabung agar impiannya tercapai.

Akhirnya suatu hari ia mempunyai cukup uang dan pergilah ia ke dealer Chevrolet di New York. Richard sangat gembira karena membayangkan dirinya akan mengendarai mobil itu. Setelah 30 menit naik bis sampailah ia ke tempat yang dituju. Ia segera menghampiri mobil yang diidamkannya… dengan seksama ia memperhatikan mobil itu. Setelah setengah jam ia membuat pilihan. Harga mobil itu 17.000 dolar (kalau dirupiahkan  dengan kurs 1 dolar Rp. 15.000 menjadi sekitar 255 juta rupiah). Dan jumlah itu ia miliki di bank.

Richard memutuskan untuk membeli mobil itu segera dan memberitahu manager. Manager memandang Richard mengajukan beberapa pertanyaan dan menyadari bahwa Richard adalah seorang veteran. Richard telah mengabdi di ketentaraan Amerika hampir sepanjang hidupnya. Manager terkejut ketika mendengar Richard berusia seratus tahun!. Richard tampak jauh lebih muda untuk seseorang yang berumur 100 tahun.

Manager tersenyum kepada Richard dan memintanya untuk menunggu beberapa menit. Manager menelepon seseorang dan setelah itu. Ia mengambil kunci mobil dan meminta Richard mengikutinya. Richard merasa sedikit bingung dan tidak mengerti apa yang terjadi. Dan apa yang terjadi selanjutnya membuatnya tidak dapat berkata-kata.

Ketika keduanya mendekati mobil yang diinginkan Richard, manager menyerahkan kunci mobil kepada Richard dan berkata, “Anda tidak perlu membayar apapun, mobil ini adalah hadiah dari kami. Terima kasih untuk pengabdian anda dan segala yang telah anda lakukan untuk negeri ini”

Yang terjadi adalah, manager menelepon pimpinannya dan menjelaskan keadaan Richard. Ia memohon untuk dapat memberi diskon sebagai tanda penghargaan kepada Richard. Tetapi pimpinannya tidak hanya memberikan diskon ia memberikan mobil baru itu ‘free of charge’. Richard mulanya tidak percaya, ia berpikir bahwa manager sedang bercanda dengannya. Richard telah hidup untuk waktu yang lama, telah menyaksikan berbagai hal baik dan buruk. Tetapi ia tidak pernah bermimpi akan terjadi hal seperti ini. Air matanya pun mengalir membasahi pipinya.

Cerita ini menarik perhatian media lokal. Ketika mereka bertanya kepada pemilik dealer mobil itu mengapa mereka melakukan hal ini, jawabannya, ”Mobil ini berharga 17.000 dolar tiada artinya dibanding dengan apa yang dilakukan orang tua itu untuk kita selama tahun-tahun pengabdiannya.”  Richard bukan satu-satunya orang yang pernah menerima mobil secara cuma-cuma, perusahaan itu juga telah berkali-kali memberikan mobil kepada veteran lainnya.

Menurut Abraham Maslow ada lima jenjang kebutuhan manusia.

Jenjang pertama adalah yang paling dasar yaitu kebutuhan fisiologis berupa kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya berupa makanan, tempat tinggal, dan sebagainya.

Jenjang kedua adalah kebutuhan rasa aman (security needs) dari hal-hal yang mengancam hidup seperti peperangan, keamanan, bencana alam dan sebagainya.

Jenjang ketiga adalah kebutuhan sosial (social needs) berupa hubungan dalam keluarga ataupun teman.

Jenjang keempat adalah kebutuhan penghargaan (esteem needs) sebagai pengakuan atas apa yang telah dicapai. Dan yang tertinggi adalah jenjang kelima: kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs).

Penghargaan merupakan ungkapan mengakui dan berterima kasih atas jasa dan kebaikan yang telah dilakukan seseorang. Sebagaimana diungkap oleh Maslow, penghargaan merupakan suatu kebutuhan manusia. Pemerintah memberikan penghargaan kepada warga yang berjasa, kepada aparatur yang telah lama mengabdi, memberikan gelar pahlawan kepada mereka yang berjasa memperjuangkan kemerdekaan.

Dalam Etadagga Vagga Sang Buddha memberi gelar tertentu sebagai penghargaan kepada para siswa yang memiliki kelebihan atau terkemuka dalam suatu hal (etadagga). Dinyatakan bahwa di antara mereka yang memiliki kebijaksanaan tinggi adalah Sariputta dan yang memiliki kesaktian tinggi adalah Moggallana. Keduanya disebut juga sebagai Aggasavaka (siswa kepala). Ananda dipuji sebagai siswa yang memiliki ingatan yang baik. Di antara mereka yang terkemuka dalam mendapatkan perolehan adalah Sivali. Dan banyak lagi siswa yang mempunyai keutamaan datau terkemuka dalam bidang tertentu.

Dulu ada organisasi Buddhis yang rutin memberikan penghargaan kepada para anggotanya yang berjasa dan lama mengabdi. Pada setiap momen perayaan hari jadi secara bergantian memberikan penghargaan kepada para anggota dan donatur yang memenuhi kriteria tertentu. Karena terhalang oleh pandemi Covid 19, penghargaan tersebut tidak dilakukan mengingat biasanya penerima penghargaan akan diundang ke Jakarta. Mungkin di tahun depan sudah bisa dilakukan lagi seperti dulu.

Sesungguhnya memberi penghargaan merupakan perwujudan dari aktualisasi luhur dalam diri seseorang. Jadi kalaulah Anda seorang ‘atasan’,  sudahkan Anda memberikan penghargaan kepada orang-orang yang membantu Anda? Mungkin tidak berupa mobil seharga 255 juta rupiah, tetapi barangkali setidak-tidaknya memberikan penghargaan berupa lencana atau piagam penghargaan, tentu lebih baik lagi berupa souvenir yang bernilai.

Pilihan

Terpoler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Dari Penulis yang Sama

hands, old, typing
Tidak hanya dalam penulisan tersebut ada ketidakcermatan berbahasa. Kadang kala ditemui tulisan doorprice, yang mestinya doorprize. Atau kata yang seharusnya ditulis deadline menjadi dateline, padahal kedua kata mempunyai arti yang sangat berbeda.
vesak, buddha, birth
Penanggalan Buddhis yang lunisolar menyebabkan bahwa hari Waisak yang umumnya jatuh pada bulan April atau Mei, kadang-kadang bisa jatuh pada awal Juni apabila terdapat bulan tambahan pada tahun tersebut. Cara penambahan lun atau adhikamasa dapat berbeda pula dalam tiap penanggalan.

Tulisan Terkait